Ratusan kader Nahdlatul Ulama (NU) mengikuti Diklatsar Banser Kabupaten Magelang, Senin (16/9/2019). (Antara-Banser Kabupaten Magelang)

Solopos.com, MAGELANG — Satuan Koordinasi Cabang Barisan Ansor Serbaguna Kabupaten Magelang, Senin (16/9/2019), menggelar Pendidikan dan Latihan Dasar (Diklatsar) Banser. Langkah itu diklaim sebagai salah satu upaya menangkal radikalisme dan intoleransi.

Ketua Satuan Koordinasi Cabang Banser Kabupaten Magelang, Sularso, di Magelang, Senin (16/9/2019), mengatakan Diklatsar dapat memperteguh Islam Ahlussunah wal Jamaah an-Nahdliyah dalam bingkai negara kesatuan Republik Indonesia. Apalagi mereka kader harapan di masa mendatang.

"Siapa saja yang ingin menjadi anggota Banser harus ikhlas, sehingga bisa memberikan pengabdian bagi agama, bangsa dan negara," ucapnya. Ia berharap para peserta dapat menyerap materi yang telah diberikan selama tiga hari baik saat di dalam ruangan maupun olah fisik. Usai Diklatsar Banser, mereka diharapkan menjadi kader berkualitas.

Panitia Penyelenggara Diklatsar Banser, Arif Sholikhan, mengatakan kegiatan yang ditutup Minggu (15/9/2019) dari sebanyak 633 peserta, yang dinyatakan lulus 612 peserta. Menurut dia sebanyak 21 peserta dinyatakan tidak lulus karena beberapa faktor, yakni ada yang tidak registrasi ulang atau tidak hadir, ada pula yang tidak menyelesaikan diklat karena tidak kuat secara fisik atau halangan lainnya.

Ia menuturkan awalnya ada 670 lebih pendaftar, kemudian dilakukan seleksi administrasi yang lolos hanya 633 peserta, kemudian saat pelaksanaan yang daftar ulang ada 614 peserta, dan lulus sampai pembaretan 612 peserta. Ia mengatakan kewenangan memberikan predikat lulus dan tidak lulus, pada tim Skolat Pelatih Diklatsar yang dibentuk oleh Satuan Koordinasi Cabang Banser Kabupaten Magelang.

"Kami dari Panitia sifatnya hanya memfasilitasi, dan merekrut calon peserta, selebihnya itu wewenang pelatih, termasuk yang memutuskan peserta lulus dan tidaknya," ujarnya. Selama Diklatsar, katanya peserta diajarkan beberapa materi, antara lain ke-NU-an, keansoran, kebanseran, Bela Negara, PBB, pengaturan lalu lintas, militansi serta wawasan kebangsaan.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten