TPA Putri Cempo Solo. (JIBI/Solopos/Dok)

Solopos.com, SOLO — China Construction Bank (CCB) Indonesia akhirnya menjadi lender (penyedia dana) tunggal pembangunan kontruksi Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Putri Cempo Solo.

Penandatangan kontrak antara manajemen PT Solo Citra Metro Plasma Power (SCMPP) selaku pemegang hak pengelolaan PLTSa dengan salah satu bank terbesar di dunia itu berlangsung tanpa kendala.

Direktur Utama PT SCMPP, Elan Syuherlan, menyebut CCB tak mengajukan syarat khusus sehingga tahapan financial close itu berjalan lancar.

“Mereka hanya ingin melihat proyek ini jalan. Syarat yang diajukan bisa kami terima, kira-kira begitu,” kata dia, kepada wartawan, ditemui seusai rapat persiapan ground breaking, Rabu (9/10/2019).

Elan Syuherlan menjelaskan kesepakatan pendanaan dengan PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) harus batal lantaran Persero itu tak kunjung mengajukan penawaran. Padahal sejak Juli hingga September, PT SCMPP menunggu tawaran itu.

“Sempat mau deal, tapi akhirnya batal karena hingga batas waktu yang ditentukan mereka enggak kirim offering (penawaran). Batasnya pada bulan lalu. Kami enggak bisa memperlambat tahapan ini karena tenggatnya sudah ditentukan. Setelah mempertimbangan berbagai hal dan melihat waktu yang ada, kami sepakat dengan CCB. Karena kalau menunggu terlalu lama juga menjadi risiko. Pinjaman dari CCB senilai US$16 juta atau setara Rp226 miliar,” ucapnya.

Elan Syuherlan mengatakan ground breaking atau peletakan batu pertama pembangunan kontruksi bakal dilakukan pada 23 Oktober 2019 dan pengerjaan berlangsung per November.

Tak ada persiapan khusus di lahan pembangunan PLTSa Putri Cempo Solo lantaran seluruhnya sudah siap bangun.

“Bagian mana yang siap dikerjakan, ya kami kerjakan agar lebih cepat. Fleksibel. Nah, kalau dari desainnya butuh lahan tambahan akan kami lihat mana yang perlu disiapkan,” kata dia.

Proyek tersebut ditarget selesai dalam dua tahun atau pada September 2021. Batas tanggal tersebut merupakan tenggat penyambungan listrik ke PLN.

“Tapi kami berusaha 1,5 tahun sudah selesai. Mestinya bisa, kalau tidak ada halangan, seperti cuaca. Hujan sering membuat pengerjaan kontruksi terhambat. Tapi kalau hujan tidak terlalu lama, pasti kerjanya bisa lebih panjang,” tandas Elan Syuherlan.

Wali Kota Solo, F.X. Hadi Rudyatmo, mengklaim investasi di pembangunan PLTSa Putri Cempo tanpa tipping fee merupakan satu-satunya di Indonesia. Kota-kota lain, kata dia, menggunakan tipping fee yang nilainya tak sedikit.

“Tanpa beban, tanpa muatan apa pun. Sisi sosial non teknisnya tidak ada sehingga lancar saja. Kami sudah mengirim surat ke Presiden, siapa tahu beliau mau hadir saat ground breaking,” ucap Rudy, sapaan akrabnya.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten