Bank Pasar Kudus Bukukan Kenaikan Laba
Suasana pelayanan di kantor Perusahaan Daerah Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Bank Pasar Kudus, Jawa Tengah. (Antara-Akhmad Nazaruddin Lathif)

Solopos.com, KUDUS — Perusahaan Daerah Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Bank Pasar Kudus, selama 2019 lalu, membukukan kenaikan laba hingga Rp760,1 juta. Angka itu meningkat dibandingkan daripada tahun sebelumnya yang hanya Rp409 juta.

"Kinerja PD BPR Bank Pasar Kudus selama 2019 berdasarkan perolehan laba memang meningkat karena pada tahun 2018 tercatat labanya hanya Rp409 juta," kata Kepala Bagian Perekonomian Setda Kabupaten Kudus Dwi Agung Hartono di Kudus, Jawa Tengah, Selasa (14/1/2020).

Ia mengakui PD Bank Pasar Kudus sempat menghadapi permasalahan kredit macet, namun saat ini berhasil diselesaikan sehingga bisa membukukan laba dengan peningkatan 85,84%. Laba yang diperoleh tersebut, kata dia, merupakan laba sebelum duadit oleh Kantor Akuntan Publik (KAP).

Agar kasus kredit macet tidak terulang, kata dia, analis kreditnya harus lebih ketat dalam menerapkan prinsip kehati-hatian. Ketika terjadi permasalahan kredit, katanya, bisa berdampak pada perolehan laba yang seharusnya lebih besar digunakan untuk pencadangan kerugian karena adanya kredit bermasalah.

Terkait ldengan aporan perusahaan daerah lainnya, seperti PDAM Kudus, Perusahaan Daerah (PD) Percetakan dan PD Apotek hingga sekarang, pihak perusahaan belum melaporkan. "Dimungkinkan pekan ini sudah ada laporannya semua," ujarnya.

Kalau pun nantinya sudah melaporkan semua, kata dia, laba yang dilaporkan juga belum final karena masih harus menunggu audit KAP.

Direktur Perusahaan Daerah BPR Bank Pasar Kudus Nataria Ika Praseyawati membenarkan soal laba BPR Bank Pasar Kudus selama 2019 itu. "Untuk mendapatkan laba sebesar itu, kami memang harus bekerja keras karena sebelumnya ada permasalahan kredit macet," ujarnya.

Atas kerja keras semua jajaran PD Bank Pasar Kudus, katanya, permasalahan kredit macet bisa diselesaikan sehingga perolehan labanya mengalami kenaikan dibandingkan dengan pada 2018. Selain itu, lanjut dia, tingkat rasio kredit bermasalah juga berhasil diturunkan menjadi lebih rendah.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber: Antara



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom