Penandatanganan kerja sama antara Bank Mandiri dan PT Crowde Membangun Bangsa (CMB) di Plaza Mandiri, Jakarta, Kamis (19/9/2019). (Istimewa)

Solopos.com, JAKARTA — Bank Mandiri sepakat menjalin kerja sama dengan platform investasi yang bergerak khusus di bidang agrobisnis, PT Crowde Membangun Bangsa (CMB), dalam penyaluran kredit produktif kepada pelaku usaha mikro di sektor pertanian, peternakan dan perdagangan terkait pertanian. Inisiatif ini diharapkan dapat mempermudah pelaku usaha mikro dalam mengakses pembiayaan yang terjangkau.

Perjanjian kerja sama ini ditandatangani SVP Micro Development & Agent Banking Bank Mandiri Zedo Faly dan CEO & Co-Founder PT Crowde Membangun Bangsa (CMB) Yohanes Sugihtononugroho, serta disaksikan Direktur Retail Banking Bank Mandiri Donsuwan Simatupang dan Direktur Utama Mandiri Capital Indonesia Eddi Danusaputro di Plaza Mandiri, Jakarta, Kamis (19/9/2019).

Dalam kerja sama ini, PT Crowde Membangun Bangsa (CMB) akan mereferensikan calon debitur potensial untuk mengikuti proses seleksi berdasarkan kriteria calon debitur Bank Mandiri dan menentukan pinjaman untuk setiap calon debitur. Berdasarkan proses seleksi tersebut, Bank Mandiri kemudian memproses pengajuan pinjaman tersebut.

Plafon maksimal yang bisa diakses setiap pelaku usaha mikro hingga Rp200 juta. Pada tahap awal kerja sama ini, Bank Mandiri akan menyediakan total pembiayaan hingga Rp100 miliar.

Penandatanganan kerja sama antara Bank Mandiri dan PT Crowde Membangun Bangsa (CMB) di Plaza Mandiri, Jakarta, Kamis (19/9/2019). (Istimewa)
Penandatanganan kerja sama antara Bank Mandiri dan PT Crowde Membangun Bangsa (CMB) di Plaza Mandiri, Jakarta, Kamis (19/9/2019). (Istimewa)

Menurut Donsuwan, skema kerja sama antara PT Bank Mandiri dengan Crowde sangat strategis karena dapat membantu bank menjaga kualitas pembiayaan yang disalurkan serta meningkatkan nilai tambah yang bisa diberikan Crowde kepada pelaku usaha tersebut.

“Di samping itu, skema kerja sama ini juga dapat mempercepat proses persetujuan kredit sehingga debitur yang dibiayai dapat memanfaatkan momentum yang ada dalam mengembangkan usaha," kata Donsuwan seperti dikutip dari siaran pers yang diterima Solopos.com, Jumat (20/9/2019).

Dengan kerja sama ini, tambahnya, Bank Mandiri akan mendapatkan akses yang lebih luas terhadap segmen UMKM di sektor agrobisnis, sehingga dapat mengakomodasi kebutuhan petani dan peternak terhadap akses permodalan perbankan.

Hingga Agustus 2019, Bank Mandiri telah menyalurkan pembiayaan kredit mikro produktif sebesar Rp23,51 triliun kepada pelaku usaha mikro di Tanah Air. Penyaluran KUR Bank Mandiri tahun 2019 sampai dengan Agustus telah mencapai Rp15,03 triliun atau 60,13% dari target Rp25 triliun yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

Dari total penyaluran tersebut, proporsi KUR Sektor Produksi yang disalurkan adalah 50,47% atau Rp7,58 triliun kepada 96.085 debitur.

Crowde sendiri merupakan penyedia teknologi finansial (tekfin) pembiayaan di bidang agrobisnis dengan nilai portofolio mencapai Rp90 miliar kepada 17.000 petani kecil dan menengah.

Selain memberikan dukungan finansial, tekfin yang telah memperoleh suntikan investasi dari Mandiri Capital Indonesia ini telah membuktikan sepak terjangnya dalam pembiayaan proyek pertanian dan menciptakan ekosistem permodalan pertanian yang berkelanjutan dengan mengintegrasikan pelaku agrobisnis dengan mengedepankan penggunaan teknologi yang lebih efisien.

Keberadaan Crowde diharapkan dapat menjadi solusi atas salah satu permasalahan utama pada sektor agrobisnis di Indonesia, yakni minimnya modal dan kemampuan petani dalam mengembangkan usahanya.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten