Bank Jatim Ungkap Status Pegawainya yang Terjerat Kasus Kredit Macet

Bank Jatim mengklarifikasi terkait status kepegawaian tersangka tindak pidana kredit macet Bank Jatim Cabang Jember senilai Rp4,7 miliar.

 Tiga tersangka kasus kredit macet Bank Jatim Cabang Jember digiring menuju ruang tahanan di Kantor Kejati Jatim, Jalan Ahmad Yani Surabaya. (ANTARA Jatim/Hanif Nashrullah)

SOLOPOS.COM - Tiga tersangka kasus kredit macet Bank Jatim Cabang Jember digiring menuju ruang tahanan di Kantor Kejati Jatim, Jalan Ahmad Yani Surabaya. (ANTARA Jatim/Hanif Nashrullah)

Solopos.com, SURABAYA — Bank Jatim mengklarifikasi terkait status tersangka tindak pidana korupsi Bank Jatim Cabang Jember. Tersangka yang dalam kasus tersebut bukan pegawai aktif Bank Jatim, melainkan telah purna tugas.

Corporate Secretary Bank Jatim, Budi Sumarsono, mengatakan terduga tindak pidana korupsi dalam perkara kredit macet sneilai Rp4,7 miliar bukan merupakan pegawai aktif Bank Jatim seperti yang telah diberitakan sejumlah media. Namun, yang bersangkutan telah purna tugas sejak 27 Desember 2019.

PromosiBorong Penghargaan, Tokopedia Jadi Marketplace Favorit UMKM

“Bank Jatim sebagai salah satu BUMD Jawa Timur menjunjung tinggi tata kelola perusahaan yang baik. Kasus-kasus lama yang beredar di pemberitaan menjadi pelajaran penting bagi Bank Jatim. Selain itu, Bank Jatim juga memastikan permasalahan yang sama tidak akan terulang kembali di masa mendatang demi menjaga kepercayaan yang telah diberikan masyarakat kepada Bank Jatim,” kata dia dalam siaran pers yang diterima Solopos.com.

Baca Juga: Pimpinan Bank Jatim Jember Jadi Tersangka Kredit Macet Rp4,7 Miliar

Dia menuturkan Bank Jatim akan mendukung penuh proses dan penyelesaian hukum yang sedang dan akan dilakukan aparat penegak hukum. Pihaknya menyampaikan terima kasih kepada masyarakat atas kepercayaan yang selama ini telah diberikan kepada Bank Jatim dan memastikan bahwa layanan di seluruh jaringan tetap berjalan dengan baik.

Penetapan Tersangka

Diberitakan sebelumnya, Kejaksaan Tinggi Jawa Timur menetapkan mantan Pimpinan Bank Jatim Cabang Jember sebagai salah satu tersangka tindak pidana korupsi dalam perkara kredit macet senilai Rp4,7 miliar, Rabu (22/6/2022). Diduga kuat, mantan Pimpinan Bank Jatim Cabang Jember itu memiliki peran dalam meloloskan kredit tersebut.

Kepala Kejati Jawa Timur, Mia Amiati, mengatakan saat ini pihaknya telah menetapkan tiga orang sebagai tersangka dalam kasus kredit macet tersebut. Tiga orang itu, MIN, yang saat perkara korupsi tersebut terjadi menjabat sebagai Kepala Bank Jatim Cabang Jember. Sedangkan dua orang lainnya, MY dan NS yang merupakan kreditur dari CV Mutiara Indah.

Penyidik Kejati Jatim mengungkap, pada 11 Mei 2015, Bank Jatim Cabang Jember menyetujui pemberian kredit modal kerja dengan pola keppres senilai Rp2,5 miliar kepada CV Mutiara Indah.

Baca Juga: 53 Anggota Khilafatul Muslimin Surabaya Berikrar Setia Pancasila & NKRI

Selanjutnya, pada 7 Agustus 2015, Bank Jatim Cabang Jember menyetujui penambahan plafon kredit modal kerja keppres kepada CV Mutiara Indah, dari semula Rp2,5 miliar menjadi 4,7 miliar.

Sampai sekarang kredit tersebut tidak pernah dibayar. Menurut Kajati Mia, beserta bunganya, telah menyebabkan kerugian negara mencapai Rp8 miliar.

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Berita Terkini

      Gunakan Ketapel, Pria Ini Selundupkan Narkoba ke Lapas Pemuda Madiun

      Seorang pria menyelundupkan narkoba ke Lapas Pemuda Madiun dengan cara melemparnya dengan ketapel.

      Terpikat Pilot Gadungan, Wanita Kehilangan Mobil saat Diajak Ngamar

      Seorang pria yang mengaku sebagai pilot pesawat Garuda Indonesia menipu seorang janda dan membawa kabur mobilnya.

      Suhu Capai 33 Derajat Celcius, Simak Prakiraan Cuaca di Madiun Hari Ini

      Berikut ini prakiraan cuaca di Kota Madiun pada Selasa 9 Agustus 2022.

      Mantap! Petani Ponorogo Ekspor Kunyit Senilai Rp3 Miliar ke India

      Kelompok petani di Kabupaten Ponorogo kembali mengirim kunyit kering ke India.

      Diduga Terpeleset,Pemancing Tenggelam & Meninggal di Waduk Kedungbrubus

      Seorang pemancing meninggal dunia di area Waduk Kedungbrubus, Desa Bulu, Kecamatan Pilangkenceng, Kabupaten Madiun.

      Polisi Masih Buru Pelaku Lain Kasus Teror Warga Desa di Jember

      Polres Jember masih terus memburu sejumlah pelaku lain dalam kasus pembakaran rumah dan premanisme yang terjadi di Dusun Baban Timur, Desa Mulyorejo, Kabupaten Jember.

      Penonton Festival Reog Ponorogo Membeludak, PAD Tembus Rp529 Juta

      Pendapatan asli daerah dari penjualan tiket Festival Nasional Reog Ponorogo mencapai lebih dari setengah miliar rupiah.

      Tabrakan Adu Banteng Truk Bawa Tebu & Avanza di Madiun, 2 Orang Terluka

      Kecelakaan adu banteng antara truk pengangkut tebu dengan mobil Avanza terjadi di Jalan Raya Madiun-Surabaya, Senin siang.

      Panas Lur! Simak Prakiraan Cuaca Madiun pada Senin Ini

      Berikut ini prakiraan cuaca di Kota Madiun pada Senin 8 Agustus 2022.

      Wow, Lukisan Reog Obyok Karya Pelukis Ponorogo Laku Terjual Rp30 Juta

      Lukisan reog obyok karya pelukis Ponorogo laku terjual Rp30 juta saat pameran lukisan dalam memeriahkan Grebeg Suro Ponorogo 2022.

      Rumah Atlet Bulu Tangkis Jatim Dibobol Maling, Sepeda Motor Digondol

      Rumah milik atlet bulu tangkis Jawa Timur, Nur Yahya Ady Velani, yang ada di Jalan Bulak Rukem Timur gang 2A Surabaya

      Pasca-kerusuhan di Mulyorejo Jember, Korban Ikuti Trauma Healing

      Warga di Dusun Baban Timur, Desa Mulyorejo, Kabupaten Jember, menjalani trauma healing setelah aksi kerusuhan terjadi di desanya.

      Dihantam Berbagai Masalah, Kapolri Didoakan Para Kiai di Kediri

      Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo didoakan para kiai saat berkunjung ke Kediri.

      Terungkap! Ini Penyebab Teror & Pembakaran Rumah Warga Desa di Jember

      Polres Jember ungkap penyebab aksi teror dan pembakaran yang menimpa warga desa di Jember.

      Bayi Meninggal Gegara Diajak Nonton Persebaya Motoran dari Tegal

      Seorang bayi malang berusia enam bulan meninggal dunia setelah dibawa kedua orang tuanya menonton pertandingan bola dari Tegal, Jawa Tengah, ke Surabaya, Jawa Timur.