BANJIR TULUNGAGUNG : Inilah Wilayah Rawan Banjir Menurut BPBD Tulungagung

Rabu, 3 Februari 2016 - 08:05 WIB Penulis: Jibi Solopos Antara Editor: Rahmat Wibisono | Solopos.com

SOLOPOS.COM - Petugas dibantu warga menyemprotkan air dari truk suplier untuk membersihkan sisa lumpur yang menutupi jalan di Desa Ngobalan, Kecamatan kalidawir, Tulungagung, Jatim, Senin (1/2/2016). (JIBI/Solopos/Antara/Destyan H. Sujarwoko)

Banjir Tulunggaung mengancam delapan dari 19 kecamatan.

Madiunpos.com, TULUNGAGUNG — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tulungagung mengidentifikasi puluhan desa di delapan kecamatan  di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur merupakan daerah rawan banjir karena lokasinya yang berada di dataran, jalur sungai, serta di bawah pegunungan atau perbukitan.

“Dari 19 kecamatan yang ada di sini, delapan kecamatan merupakan daerah yang rawan banjir,” terang Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan  BPBD Kabupaten Trenggalek, Jito Prayogo di Trenggalek, Selasa (2/2/2016).

Delapan kecamatan rawan banjir di Tulungagung menurut versi BPBD Tulungagung itu meliputi Kecamatan Kedungwaru, Besuki, Pakel, Tanggunggunung, Gondang, Karangrejo, Kalidawir, dan Ngunut. Dari delapan kecamatan itu, lanjut dia, daerah yang memiliki desa paling banyak terancam banjir adalah Kecamatan Pakel dengan 19 desa, Kalidawir 11 desa, Besuki enam desa, Karangrejo lima desa, serta Ngunut, Besole dan Tanggunggunung masing-masing satu desa.

Ia menjelaskan ada tiga faktor penyebab banjir yang rutin terjadi daerahnya, mulai yang bersifat sebagai genangan akibat saluran irigasi yang buruk, air bah atau banjir bandang akibat hutan gundul, hingga luberan sungai akibat tanggul yang jebol. “Bermacam–macam faktor yang menyebabkan banjir, setiap daerah berbeda dan lokasinya menyebar,” kata Jito.

Jito mencontohkan banjir yang kerap terjadi di wilayah Kecamatan Tanggunggunung maupun Kalidawir. Menurutnya, faktor yang menyebabkan banjir di dua daerah itu paling banyak dikarenakan saluran air yang terlalu kecil serta debit air yang melampaui kapasitas sehingga air meluber ke area pemukiman warga maupun persawahan.

Sementara itu, di wilayah Bandung dan Besuki, faktor penyebab banjir adalah kiriman dari wilayah Watulimo, Kabupaten Trenggalek yang letaknya berada di pegunungan sehingga air langsung turun pemukiman warga. “Dua kecamatan tersebut yang sering mengalami banjir akibat kiriman air dari Trenggalek,” terangnya.

 

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif