Tutup Iklan

BANJIR SOLO : Korban Banjir Beda Pendapat Wacana Relokasi

BANJIR SOLO : Korban Banjir Beda Pendapat Wacana Relokasi

SOLOPOS.COM - Air luapan Kali Jenes terlihat menggenangi kawasan rumah warga di Kampung Bratan, Pajang, Laweyan, Solo, Selasa (4/10/2016) malam. (Ivanovic Aldino/JIBI/Solopos)

Banjir Solo memunculkan wacana relokasi warga yang terdampak banjir.

Solopos.com, SOLO -- Sejumlah keluarga yang tinggal di bantaran Kali Premulung dan Kali Jenes berbeda pendapat soal wacana relokasi yang dilontarkan Pemkot Solo sebagai solusi jangka panjang masalah banjir.

Warga lebih setuju Pemkot menormalkan sungai untuk mengatasi banjir. Salah seorang warga Kampung Mutihan RT 003 /RW 011, Sondakan, Sayina, mengatakan wacana relokasi warga bantaran Kali Jenes sudah beberapa kali digagas Pemkot Solo.

Pemkot beralasan relokasi itu untuk mengatasi masalah banjir yang setiap tahun dialami warga.  “Kami sudah puluhan tahun menetap di bantaran sehingga menolak jika direlokasi di Rusunawa [rumah susun sewa sederhana],” ujar Sayina saat ditemui Solopos.com di rumahnya, Kamis (6/10/2016).

Sayina mengatakan rumah miliknya berukuran 5 meter x 6 meter berstatus hak milik (HM). Sertifikat rumah baru dikeluarkan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Solo pada Juli 2016.

“Warga yang status rumahnya TN [tanah negara] pastinya mau direlokasi ke rusunawa. Kami sudah resmi memiliki tanah dan bangunan sehingga tidak mau direlokasi,” kata dia.

Dia menambahkan rusunawa lokasinya jauh dari rumah yang ia tempati sekarang. Selain itu, ukuran kamar rusunawa sempit, tidak seluas rumah yang ditempatinya sekarang.

Pertimbangan itu yang menjadikan warga enggan direlokasi. “Kami sebagai warga miskin tidak ingin setiap bulan dibebani membayar sewa kamar rusunawa. Lebih senang bertahan hidup di rumah sendiri meskipun di pinggir sungai,” kata dia.

Hal senada diungkapkan warga Kampung Belukan RT 001/RW 004, Pajang, Rosyid. Menurut dia, rumah yang ditempatinya sudah berstatus HM sejak lama. Warga sudah puluhan tahun tinggal di pinggir sungai sehingga keberatan jika harus pindah ke rusunawa.

“Kami menolak direlokasi karena tidak ada jaminan uang pengganti tanah dan bangunan yang berstatus HM. Relokasi lebih tepat bagi warga yang tanahnya belum bersertifikat,” kata dia.

Ia meminta Pemkot Solo menormalkan sungai sebagai solusi mengatasi banjir di sepanjang Kali Jenes. Selama ini warga melihat kondisi sungai dangkal yang mengakibatkan daya tampung air berkurang.

“Saya tidak masalah tinggal di rumah yang setiap tahun kebanjiran. Warga sudah terbiasa dengan banjir sehingga tidak perlu direlokasi,” kata dia.

Di sisi lain, warga Kampung Bumi RT 003 /RW 005, Bumi, Narno, menilai sudah selayaknya warga di pinggir sungai Premulung direlokasi ke rusunawa karena setiap tahun selalu kebanjiran.

“Saya sudah merasakan banjir sebanyak tiga kali pada tahun ini. Pemkot tidak pernah memberikan solusi kepada warga terdampak banjir,” kata dia.

Narno menempati tanah HM yang dia dapatkan pada 2015 lalu. Pemkot harus memberikan ganti rugi yang layak bagi warga yang mau ikut program relokasi.

Berita Terkait

Berita Terkini

Terlambat Naik, Penjala Ikan di Banjarnegara Ini Terjebak di Tengah Sungai

Seorang penjala ikan di sungai serayu, Desa Bandingan, Kecamatan Sigaluh, Kabupaten Banjarnegara yang terjebak di tengah arus aliran deras sungai.

Euro 2020 Malam Ini: Cheska Vs Inggris dan Kroasia Vs Skotlandia

Inggris dan Rep Cheska sudah pernah bertemu sebanyak empat kali sejak 1998. Hasilnya, Inggris mampu menyabet dua kemenangan, Republik Cheska satu kali menang, sementara sisanya berakhir imbang.

Sepeda Anti Jatuh dari Tiongkok, Tetap Seimbang Saat Berhenti

Seorang Vlogger asal Beijing, Tiongkok menunjukkan sebuah sepeda otonom yang mampu tetap seimbang tanpa jatuh saat dalam keadaan berhenti.

Hipertensi Komorbid Penyebab Kematian Terbanyak Pasien Covid-19

Selain menjadi komorbid penyebab kematian terbanyak pasien Covid-19, hipertensi dikenal juga sebagai silent killer.

Marak Bangunan Liar di Tepi Jalan Solo-Purwodadi, Ini Sebabnya!

Jumlah bangunan liar di tepi jalan Solo-Purwodadi, tepatnya di saluran irigasi Kedung Kancil di wilayah Doyong dan Soko, Kecamatan Miri, Sragen, terus bertambah.

Lokasi Pendidikan Anak-Anak Perusak Makam Mojo Solo Tak Berizin, Kemenag Jateng: Bubarkan!

Kemenag memastikan tempat pendidikan anak-anak pelaku perusak makam di Mojo, Pasar Kliwon, Solo, tidak berizin dan harus dibubarkan.

Nilai Transaksi Pasar Modal di Soloraya Turun, Kenapa?

Jumlah investor di Soloraya naik signifikan pada semester I tahun 2021, meski nilai transaksi turun karena kondisi pasar modal kurang bagus.

PO Ini Operasikan Bus Premium, Salah Satunya Berpusat di Palur

Bus-bus kelas premium jadi cara sejumlah PO untuk menggaet penumpang saat berpergian, salah satunya PO itu ada di Palur Karanganyar.

Pencurian Toko Ponsel di Madiun Terekam CCTV, Pelaku Kenakan Masker

Aksi pencurian terekam dalam CCTV atau kamera pengintai yang terpasang di dalam toko ponsel Majuhardware, Caruban, Kabupaten Madiun.

Nongkrong Berkerumun di Klaten, Siap-Siap Jadi Sasaran Swab Antigen

Pemkab Klaten akan melakukan tes swab antigen terhadap warga yang ketahuan nongkrong berkerumun dan melewati batas jam malam.

Fascino 125, Skutik Berfitur Hybrid dari Yamaha

Pabrikan sepeda motor Yamaha mengeluarkan sepeda motor skuter matik berfitur hybrid pada Fascino 125.

Ikut Rewangan Akikahan, 8 Keluarga di Purbayan Baki Sukoharjo Kena Covid-19

Delapan keluarga di satu perumahan di kawasan Purbayan, Baki, Sukoharjo, terpapar Covid-19 setelah ikut rewangan akikah.