Banjir melanda kawasan Kaligawe, Gayamsari, Kota Semarang, Jateng, Senin (19/12/2016) pagi. (Facebook.com-?Fendi Ruprecht Kroenen?)

Banjir parah menggenangi jalur jalan Kaligawe setiap kali turun hujan deras.

Solopos.com, SEMARANG —Hujan yang mengguyur wilayah Semarang, Jawa Tengah (Jateng) membuat jalur pantai utara (pantura) Pulau Jawa yang melintasi kawasan Kaligawe Semarang banjir parah. Genangan air itu mengakibatkan terjadinya antrean panjang kendaraan.

"Parah sekali banjirnya, sampai saya enggak berani bawa mobil sendiri. Ini terpaksa naik bus, tapi sama saja kejebak macet, padahal mau berangkat kerja, bisa terlambat sampai kantor nanti," kata Bustomy Hidayat kepada pengelola laman aneka berita Okezone, Selasa (27/12/2016).

Bapak dua anak itu menduga, banjir semakin parah karena mesin pompa tak berjalan optimal. Padahal fungsi mesin pompa di sepanjang jalur pantura sangat dibutuhkan untuk mengurangi genangan banjir baik akibat hujan deras maupun rob atau limpasan air laut ke daratan.

"Mungkin mesin pompa enggak difungsikan, atau malah petugasnya masih libur. Bisa juga karena mesin mati. Enggak tahu persis kenapa bisa banjir parah seperti ini," ujarnya sambil mengatakan hendak menuju ke Demak.

Sementara itu, Panit I Lantas Polsek Genuk, Ipda Khoirul Anam, mengatakan, arus lalu lintas padat merayap terjadi baik di lajur timur menuju barat maupun sebaliknya. Sejumlah anggota polisi turun ke jalan untuk melakukan pengaturan agar tak terjadi kemacetan.

"Ada hujan deras sejak pukul 22.00 WIB sampai subuh tadi. Ketinggian banjir kira-kira 30 sampai 40 sentimeter mulai depan Kantor Kecamatan Genuk yang lama hingga di bawah jembatan Tol Kaligawe. Kami mengusahakan roda terus bergulir. Ini rekan-eekan juga masih turun di lapangan," pungkasnya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten