Tutup Iklan

BANJIR SEMARANG : 5 Tanggul Sungai Beringin Berisiko Jebol

BANJIR SEMARANG : 5 Tanggul Sungai Beringin Berisiko Jebol

SOLOPOS.COM - Ilustrasi genangan rob atau banjir air laut di Jl. Kaligawe, Kota Semarang. (JIBI/Solopos/Antara/Aditya Pradana Putra)

Banjir mengancam Kota Semarang karena lima tanggul Sungai Beringin berpotensi jebol.

Solopos.com, SEMARANG — Kota Semarang yang akrab dengan bencana banjir semakin berisiko dengan air bah. Seorang anggota DPRD Kota Semarang mengingatkan setidaknya ada lima tanggul di sepanjang Sungai Beringin yang rawan jebol karena debit air yang bakal meningkat pada musim penhujan 2017 ini.

“Khusus Sungai Beringin, ada lima titik tanggul yang rawan jebol, yakni di dua titik di RW 005, sisanya di RW 004, 006, dan 007,” kata Ketua Komisi C DPRD Kota Semarang Kadarlusman di Kota Semarang, Jawa Tengah, Selasa (10/10/2017).

Politikus PDI Perjuangan itu menjelaskan normalisasi Sungai Beringin sangat mendesak dilakukan karena sudah mengalami sedimentasi yang tinggi sehingga aliran sungai sering meluap. Apalagi, kata dia, sekarang ini sudah memasuki musim penghujan sehingga dikhawatirkan kembali banjir sebagaimana sebelumnya yang selalu menggenangi ribuan rumah warga dan jalur jalan pantai utara (pantura) Pulau Jawa jalur Semarang-Kendal.

“Tidak hanya Sungai Beringin, tetapi juga Sungai Plumbon. Kedua sungai ini memiliki sedimentasi yang tinggi. Setiap hujan kan airnya selalu meluap menyebabkan banjir,” kata Pilus—sapaan akrab Kadarlusman.

Akan tetapi, Pemerintah Kota Semarang tidak bisa melakukan normalisasi karena sungai-sungai tersebut berada di bawah pengelolaan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali-Juana. Upaya perbaikan tanggul yang jebol juga tidak bisa dilakukan, kata dia, sehingga pemerintah kota hanya bisa melakukan penanganan darurat, seperti pembuatan tanggul menggunakan branjang.

“Perbaikan tanggul saja, Pemkot Semarang tidak bisa melakukan karena bukan ranahnya. Ya, kami hanya bisa berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penanganan darurat, seperti tanggul branjang,” katanya. Pilus mengatakan sebenarnya sudah banyak komplain dari warga yang disampaikan, tetapi pihaknya tidak bisa berbuat banyak karena Sungai Beringin dan Plumbon sejak 2016 sudah dialihkan kewenangan pengelolaannya.

Selama ini, kata dia, DPRD Kota Semarang selalu berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Kebakaran, Dinas Pekerjaan Umum (PU) untuk melakukan perbaikan tanggul darurat. “Kami berharap kedua sungai ini (Sungai Beringin dan Plumbon, red.) segera dinormalisasi, atau kalau tidak beri kewenangan Pemkot Semarang untuk melakukan normalisasi,” katanya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Berita Terkait

Berita Terkini

Mantan Bupati Sragen Promosikan Ivermectin Sebagai Obat Covid-19, Terbukti Ampuh?

Bupati Sragen periode 2001-2011, Untung Wiyono, mempromosikan Ivermax 12 atau Ivermectin sebagai obat penyembuh Covid-19. Obat itu diklaim ampuh.

Kasus Kematian Covid Tanpa Komorbid Tinggi

Angka kematian pasien Covid-19 di Klaten masih tinggi. Tak hanya pasien dengan komorbid atau penyakit penyerta, pasien yang meninggal tanpa komorbid sebesar 35%.

Vaksin Bikin Tubuh Aman dari Covid-19? Cek Faktanya

Vaksin Covid-19 bukanlah satu-satunya alat yang dapat melindungi tubuh dari infeksi virus corona.

Dua Juru Parkir Liar di Kota Madiun Diringkus Polisi

Dua juru parkir liar ditangkap Polres Madiun Kota dalam pemberantasan aksi premanisme dan pungli.

Duh! Petani Tembakau di Klaten Terancam Gagal Panen Gara-Gara Cuaca Tak Menentu

Sejumlah petani tembakau di Klaten dilanda kegalauan. Cuaca yang tak menentu mengakibatkan tanaman tembakau tak tumbuh secara optimal.

Isolasi Lokal di Gedawung Baturetno Wonogiri Selesai, Warga Siraman Pakai Air Kendi

Isolasi lokal yang diterapkan di Dusun Gedawung, Desa Saradan, Kecamatan Baturetno, Wonogiri telah selesai, Selasa (22/6/2021).

Lezatnya Suboli Pizza, Pizza Susu Khas Boyolali

Di Boyolali, terdapat kuliner khas yakni pizza susu dan dikenal dengan nama Suboli Pizza. Makanan ini biasanya dijual di Jl Pandan Arang, Boyolali.

Warga Kerja Bakti Bersihkan Makam di Mojo, Kapolresta: Budaya Wong Solo!

Jajaran Polresta Solo, TNI, dan Ormas membersihkan dan memperbaiki makam di TPU Cemoro Kembar, Mojo, Pasar Kliwon, Solo, Rabu (23/6/2021).

Soal Perizinan Sekolah, Ini Kata Kepsek Bocah Perusak Makam di Mojo Solo

Pihak Kuttab atau lembaga pendidikan dasar tempat 10 anak yang merusak makam di Mojo, Solo, mengatakan sudah mengajukan perizinan sekolah kepada Kemenang.

Pasien Covid-19 Membeludak, RSUD Tugurejo Semarang Akhirnya Dirikan Tenda Darurat

RSUD Tugurejo mulai kehabisan ruang isolasi pasien Covid-19 sejalan membeludaknya pasien. Mereka kini mendirikan tenda darurat untuk menampung pasien.

10 Bocah Merusak Makam di Mojo Solo, Ini Penjelasan Sekolah

Pihak sekolah tempat 10 bocah pelaku perusakan makam di Solo membantah mengajarkan intoleransi.

Pegawainya Terpapar Covid-19, Kantor Imigrasi Madiun Dilockdown

Kantor Imigrasi Madiun ditutup sementara karena seorang pegawainya positif Covid-19. Kantor akan buka kembali pada Senin (28/6/2021).