Banjir di Grobogan Dipicu Luapan Sungai dan Tanggul Jebol
Wilayah Kecamatan Karangrayung, Kabupaten Grobogan, Jateng yang terendam banjir, Kamis (28/12/2017). (Facebook.com-Tri Sugiarto)

Banjir yang merendam beberapa wilayah di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah (Jateng), dipicu luapan sungai dan tanggul jebol.

Solopos.com, PURWODADI – Bencana banjir melanda sebagian wilayah di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah (Jateng), Kamis (28/12/2017). Bencana banjir di Kabupaten Grobogan itu disebabkan curah hujan yang tinggi sehingga mengakibatkan air sungai meluap dan ada tanggul sungai yang jebol.

Salah seorang Tenaga Sukarela (TSR) PMI Kota Semarang, Tri Sugiarto, yang mengaku berhasil menghimpun informasi terkait bancana di Grobogan, Jateng itu, mengungkapkan ada dua dusun di Desa Sumberjosari dan empat dusun di Desa Mojoagung yang terendam bannjir. Semua wilayah yang terdampak banjir itu berada di Kecamatan Karangrayung. "Desa Sumberjosari 2 dusun. Desa Mojoagung 4 dusun," tulis Tri melalui akun Facebooknya.

Berbeda dengan Tri, Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Grobogan Agus Sulaksono yang berada di Kudus menyatakan banjir telah merendam 16 desa di lima kecamatan di Kabupaten Grobogan. Kelima kecamatan yang terdampak banjir itu adalah Kecamatan Karangrayung, Kecamatan Penawangan, Kecamatan Toroh, Gubug, dan Kecamatan Tegowanu.

Menurutnya, ketinggian air yang merendam wilayah permukiman di Grobogan itu bervariasi dan sudah mulai berkurang seiring berjalannya waktu. Agus mengungkapkan tanggul sungai yang jebol itu berada di Sungai Jajar yang melintasi Desa Mojoagung, Kecamatan Karangrayung dengan panjang tanggul tujuh meter dengan kedalaman tiga meter.

Agus mengatakan perbaikan tanggul baru bisa dilakukan jika ketinggian debit sungai sudah menurun. "Perbaikan tanggul hanya bisa dilakukan ketika debit air sungainya menurun," ujarnya seperti dikabarkan Kantor Berita Antara.

Kantor Berita Antara mengabarkan belum ada warga yang berniat mengungsi. Meski demikian, Agus meminta warga tetap waspada. "Kami mengimbau warga untuk tetap waspada, karena saat ini memang sedang memasuki musim hujan. Sebaiknya, barang-barang berharga disimpan di tempat yang aman dari jangkauan banjir," ujarnya.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Grobogan Budi Prihantoro menambahkan wilayah yang terdampak banjir paling parah adalah wilayah Kecamatan Karangrayung. Ada tujuh desa di Kecamatan Karangrayung yang terendam banjir.

Budi mengungkapkan wilayah Kecamatan Karangrayung dan Kecamatan Penawangan dilanda banjir yang disebabkan tanggul jebol, sedangkan banjir di kecamatan lainnya disebabkan luapan air sungai. Menurut Budi, air sungai meluap mulai pukul 16.00 WIB. "Kedalaman air yang merendam permukiman bervariasi, maksimal mencapai satu meter," ujarnya.

Sementara itu, aparat dari Polres Grobogan mengaku langsung terjun menuju lokasi bencana banjir demi mengevakuasi warga, meski dikabarkan belum ada warga yang berniat mengungsi. Dikabarkan Satlantas Grobogan melalui akun Instagramnya, @satlantasgrobogan, proses evakuasi para korban banjir dilakukan sejumlah aparat kepolisian bersama sejumlah anggota TNI.

Selain itu, Kapolres Grobogan AKBP Satria Rizkiano dan Kasatlantas Grobogan AKP Panji Gedhe Prabawa juga turun meninjau lokasi yang terendam banjir. "Kasat lantas Grobogan bersama Kapolres Grobogan tinjau lokasi banjir Karangrayung," ungkap pengelola akun Instagram milik Satlantas Polres Grobogan tersebut.

Berdasarkan informasi yang dipaparkan Satlantas Grobogan melalui layanan story di Instagram, aparat masih melakukan evakuasi korban hingga pukul 14.30 WIB. Meski demikian, masih ada beberapa pengguna jalan yang nekat menerobos banjir yang mendera beberapa wilayah di Grobogan tersebut. Tak sedikit kendaraan yang mogok saat menerjang banjir dan harus didorong untuk keluar dari genangan air. (Ginanjar Saputra/JIBI/Semarangpos.com)

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho