BANJIR PEKALONGAN : Sekolah di Daerah Rawan Banjir Jadi Fokus Utama Pemkab Pekalongan

Minggu, 14 Februari 2016 - 19:50 WIB Penulis: Jibi Solopos Newswire Editor: Imam Yuda Saputra | Solopos.com

SOLOPOS.COM - Ilustrasi banjir (JIBI/Solopos/Dok.)

Banjir Pekalongan melanda ribuan rumah dan juga sekolah-sekolah.

Semarangpos.com, PEKALONGAN — Pemerintah Kota Pekalongan, Jawa Tengah, tahun ini akan memfokuskan penanganan sekolah-sekolah yang berada di wilayah rawan banjir.

Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pekalongan, Arif Gunawan, mengatakan penanganan terhadap sekolah yang terendam banjir akan dilakukan secara bertahap.

“Untuk tahun 2016, kami akan memfokuskan penanganan sekolah yang berada di Kecamatan Wonokerto, karena berada di wilayah banjir dan rob,” ujar Arif di Pekalongan, Minggu (14/2/2016).

Arif menambahkan untuk penanganan ini pemerintah pusat telah menganggarkan dana sebesar Rp400 juta yang digunakan untuk meninggikan gedung dan halaman SDN 1 Wonokerto. Sementara itu, untuk penanggulangan rob juga akan dilakukan di SMP 1 dengan anggaran Rp300 juta.

“Selain itu, bangunan UPT Wonokerto juga akan ditinggikan untuk penanggulangan rob dengan dana sebesar Rp200 juta. Pada tahun ini, kami fokuskan penanganan sekolah di Kecamatan Wonokerto,” katanya.

Ia mengatakan berdasar data, ada sekitar 42 sekolah yang berada di wilayah pesisir yang rawan banjir. Bahkan hingga kini sebagian besar sekolah tersebut masih tergenang air akibat intensitas curah hujan yang tinggi di wilayah tersebut.

Puluhan sekolah rawan banjir ini antara lain yakni lima SD dan enam SMP di Kecamatan Tirto, 21 SD dan delapan SMP/MTs di wilayah Kecamatan Wonokerto, serta satu SMP di Buaran.

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif