Warga menjaring ikan di samping Jalan Tol KM 603 Desa Glonggong, Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun,, Kamis (7/3/2019). (Madiunpos.com-Abdul Jalil)

Madiunpos.com, MADIUN -- Kerugian akibat kerusakan lahan pertanian yang dilanda bencana banjir di Kabupaten Madiun, Jawa Timur, selama beberapa hari terakhir mencapai Rp7,1 miliar lebih, dengan luas sawah yang terendam mencapai 497 hektare.

"Rata-rata tanaman padi yang terendam berusia 70 hari, ada juga dua hektare lahan persemaian," ujar Plt Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Madiun Edy Bintarjo, kepada wartawan di Madiun, Jumat (8/3/2019).

Dia mengatakan jumlah kerugian yang ditanggung petani cukup besar, tapi Dinas Pertanian belum menyatakan puso. Jika nantinya mendekati masa panen terjadi puso, ungkap Edy, petani yang mengikuti asuransi tani akan mendapatkan ganti rugi sebesar Rp6 juta per hektare.

"Sedangkan bagi petani yang tidak ikut asuransi, akan kami coba meminta bantuan benih ke provinsi karena ini terkena bencana banjir," kata Edy Bintarjo.

Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Madiun mencatat areal sawah paling banyak terendam banjir adalah di Kecamatan Balerejo mencapai 147 hektare. Sisanya tersebar di areal sawah daerah lain seperti Kecamatan Madiun, Wungu, Pilangkenceng, dan lainnya.

Sementara hasil pendataan BPBD Kabupaten Madiun pada Jumat hingga pukul 12.00 WIB, jumlah kecamatan yang terdampak banjir mencapai 12 kecamatan. Yakni Kecamatan Madiun, Saradan, Balerejo, Pilangkenceng, Sawahan, Mejayan, Wungu, Wonoasri, Gemarang, Kebonsari, Kare, dan Dagangan.

Saat ini, Pemkab Madiun mulai fokus pada penanganan pascabanjir karena air telah surut hampir di semua wilayah, di antaranya penyediaan air bersih, layanan kesehatan, perbaikan infrastruktur yang rusak, dan bantuan lainnya.

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten