Warga memanfaatkan jasa ojek gerobak untuk menyeberangi banjir di ruas jalan Bayat-Cawas, Desa Bawak, Cawas, Klaten, Kamis (7/3/2019) pagi. (Solopos/Taufiq Sidik Prakoso)

Solopos.com, KLATEN -- Satu unit gerobak bermuatan sepeda motor matic beserta dua penumpangnya berjalan pelan menerjang -foto-banjir-di-cawas-klaten-kamis-pagi" title="Foto-Foto Banjir di Cawas Klaten Kamis Pagi">banjir yang menggenangi ruas jalan Cawas-Bayat di Dukuh Gowangsan, Desa Bawak, Kecamatan Cawas, Klaten, Kamis (7/3/2019) pagi.

Lima orang bahu membahu mendorong gerobak tersebut menerjang banjir sedalam 1 meter di ruas jalan sepanjang 100 meter. Sesampainya di ruas jalan yang tak lagi terendam banjir, mereka menurunkan penumpang dan sepeda motornya.

Mereka mendapat upah dari hasil jerih payah yang sudah dilakukan dengan menawarkan jasa ojek gerobak. Yatin, 55, menjadi salah satu warga yang membantu mendorong gerobak.

Sekujur tubuhnya basah setelah berulang kali menyeberangkan sepeda motor beserta penumpangnya melewati -kali-dengkeng-di-cawas-klaten-jebol-begini-dampaknya-" title="Tanggul Kali Dengkeng di Cawas Klaten Jebol, Begini Dampaknya">banjir menggunakan gerobak. “Ini yang kesepuluh,” kata Yatin saat ditemui seusai menurunkan satu unit sepeda motor.

Yatin menjelaskan warga yang menawarkan jasa menyeberangi banjir menggunakan gerobak tersebut berasal dari Dukuh Gowangsan, RT 002/RW 002, Desa Bawak. Jasa itu diberikan bagi pengendara sepeda motor yang tak mau berisiko mogok di tengah perjalanan saat menerjang banjir akibat luapan sungai tersebut.

Yatin bersama teman-temannya memanfaatkan gerobak aset RT setempat. Gerobak tersebut biasa digunakan untuk mengangkut berbagai perkakas hajatan seperti meja dan kursi.

Upah untuk sekali menyeberangkan pengendara sepeda motor Rp10.000. “Hasilnya dibagi lima orang dan sebagian dimasukkan kas RT,” kata Yatin.

Wilayah Kecamatan Cawas menjadi salah satu kecamatan yang dilanda -dengkeng-meluap-jalan-di-bayat-klaten-terendam-banjir-1-meter" title="Kali Dengkeng Meluap, Jalan di Bayat Klaten Terendam Banjir 1 Meter">banjir akibat luapan air sungai, Rabu (6/3/2019) malam. Hingga Kamis pagi, ruas jalan utama di kecamatan tersebut terendam banjir.

Ruas jalan itu seperti jalan Bayat-Cawas, jalan Pedan-Cawas, serta Cawas-Jentir. Jalan yang terendam berada di lokasi berdekatan dan berada di pusat perekonomian dan pemerintahan.

Kondisi itu membuat warga yang akan melintas terjebak banjir dan terpaksa menunggu surutnya air yang menggenangi jalan. Seperti Esa, 22, mahasiswa UMY. Pada Kamis pagi, ia dalam perjalanan dari Jogja menuju Wonogiri dengan melintasi jalur alternatif di ruas jalan Bayat-Cawas.

Namun, perjalanannya terhenti di simpang tiga antara Desa Cawas dengan Desa Bawak. “Tidak tahu mau lewat mana lagi karena dari arah mana pun terjebak banjir. Rencananya mau ke rumah teman di Wonogiri,” kata warga Boyolali tersebut.

Sementara itu, luapan air sungai tak hanya menggenangi permukiman serta jalur utama di kecamatan tersebut. Kantor Kecamatan Cawas serta Puskesmas 1 Cawas terendam banjir.

Banjir yang merendam membuat pelayanan kesehatan di Puskesmas 1 Cawas lumpuh. Delapan pasien rawat inap harus dievakuasi pada Kamis pagi lantaran tingginya permukaan air yang merendam.

Proses evakuasi pasien rawat inap menggunakan traktor roda empat dibantu TNI menuju ke rumah salah satu dokter puskesmas yang tak terendam banjir. Mereka lantas dibawa menggunakan ambulans menuju rumah sakit, puskesmas, dan pulang.

“Ada dua orang yang dipindahkan ke RSD Bagas Waras. Ada satu orang yang dipindahkan ke Puskesmas 1 Trucuk. Satu orang dipindahkan ke Puskesmas Tancep, Gunungkidul karena rumahnya dekat dengan puskesmas tersebut. Sementara empat orang lainnya pulang setelah dipastikan kondisi mereka membaik,” kata Kepala Puskesmas 1 Cawas, Susana Harini.

Suharsih
Editor:
Suharsih

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten