Banjir Kanal Timur Semarang Dikeruk, Seharinya 50 Truk Material Diangkut
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo bersama Wakil Wali Kota Semarang Heverita Gunaryanti Rahayu dan Kepala BBWS Pamali Juwana Ruhban Ruzziyatno melakukan ground breaking pembangunan Banjir Kanal Timur Semarang. (JIBI/Bisnis/Dok.)

Banjir Kanal Timur (BKT) Kota Semarang dinormalisasi dengan membuang material sedimentasinya ke rawa di sekitar kawasan Jolotundo.

Semarangpos.com SEMARANG — Pengerukan sedimentasi sungai kanal banjir sisi timur atau lebih populer disebut Banjir Kanal Timur (BKT) Kota Semarang, Jawa Tengah, Selasa (6/3/2018) dimulai. Sejumlah alat berat berupa ekskavator dan dump truck menjadi sarana proyek normalisasi sungai tersebut.

Di areal Sungai Banjir Kanal Timur Semarang tampak sejumlah ekskavator mengeruk material sedimentasi sungai untuk dimasukkan dalam bak truk yang sudah menunggu berjejer di tepi sungai. Begitu bak penuh dengan tanah sedimentasi sungai, truk-truk segera meninggalkan lokasi proyek yang terletak di dekat Jembatan Majapahit atau biasa disebut dengan Tanggul Indah (TI) itu.

Menurut pekerja proyek, Meni, 58, yang ditemui Kantor Berita Antara di lokasi proyek normalisasi Sungai Banjir Kanal Timur Semarang, Jumat (9/3/2018), proyek pengerukan sedimentasi sungai setiap harinya dikerjakan mulai pukul 08.00 WIB sampai 16.30 WIB. "Saya bertugas mencatat truk yang membawa material. Rata-rata setiap hari ada 50 kali truk membawa material untuk menguruk rawa-rawa di sekitar kawasan Jolotundo, Semarang," katanya.

Sedimentasi yang ada sementara ini dimanfaatkan untuk menguruk rawa-rawa di sekitar Jolotundo. Setelah itu, belum tahu akan dimanfaatkan untuk apalagi sedimentasi yang terkumpul. "Jumlah backhoe baru dua unit, kemudian lima unit dump truck untuk membawa material sungai. Tugas saya hanya mencatat truk yang keluar-masuk membawa material [sedimentasi] dari sungai," katanya.

Meni mengakui bahwa kontraknya hanya berlangsung selama dua tahun. Akan tetapi, diharapkan dalam setahun pengerukan sedimentasi di kawasan itu bisa selesai, sehingga dalam satu tahun berikutnya ia bisa pindah ke lokasi lain. "Kalau saya penginnya pekerjaan cepat selesai. Tidak perlu lama-lama. Untuk mengeruk material di sini, mungkin bisa rampung dalam satu tahun. Selanjutnya, saya bisa pindah ke lokasi lain," katanya.

Bahkan, lanjut dia, diperlukan penambahan armada, baik alat berat untuk mengeruk sedimentasi maupun truk untuk mengangkut material, mengingat keberadaan armada sekarang ini masih sangat terbatas. "Ya, bisa dilihat sendiri, alatnya masih terbatas. Semoga nanti bisa ditambah lagi alat beratnya dan truknya agar pekerjaan cepat selesai. Bagi saya, makin cepat pekerjaan selesai, lebih baik," katanya.

Proyek normalisasi Sungai Banjir Kanal Timur (BKT) Semarang dikerjakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), sebagaimana normalisasi Sungai Banjir Kanal Barat (BKB) yang sudah rampung lebih dahulu.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho