BANJIR JATENG : Kudus-Demak Terhubung Lagi, Hanya untuk Kendaraan Besar
Seorang warga membawa jeriken berisi premium melintasi jalur jalan Pantura Demak-Kudus yang terendam banjir di Jati, Kudus, Jateng, Minggu (26/1/2014). Sejumlah penjual bensin eceran mengaku harus membeli BBM jenis premium ke Demak dengan menerobos banjir. Premium itu selanjutnya mereka jual Rp20.000/1,5 liter. (JIBI/SoloposAntara/Andreas Fitri Atmoko)

Solopos.com, KUDUS — Jalan Lingkar Kudus yang menghubungkan kota itu dengan wilayah Kabupaten Demak, Minggu (26/1/2014), sudah bisa dilintasi kendaraan. Namun, hanya kendaraan bertonase besar yang mampu menerjang genangan air yang mulai surut itu.

Kapolres Kudus AKBP Bambang Murdoko di Kudus, Minggu, menyatakan truk besar sudah bisa melintasi Jl. Agil Kusumadya Kudus, samping Terminal Induk Jati Kudus, mulai Minggu sekitar pukul 06.00 WIB. Tetapi, imbuhnya, untuk sementara hanya kendaraan seperti truk bersumbu yang bisa melintas.

Diakuinya, genangan air masih cukup tinggi sehingga hanya truk besar yang bisa melintasinya. Untuk membatasi kendaraan yang diperkirakan mampu melintasi genangan air itu, Polres Kudus menurut dia, sudah menyiapkan sejumlah personel.

Berdasarkan pengamatan di sepanjang Jl. Agil Kusumadya, genangan air masih terlihat membajiri Perempatan Jalan Lingkar Kencing hingga mendekati Jembatan Tanggulangin Kudus. Sejumlah kendaraan bermotor yang nekat melintasinya mogok.

Sementara itu, ketinggian genangan banjir di sepanjang jalan tersebut ada yang mencapai 90 cm sehingga pengemudi harus berhati-hati dan mencari jalan yang genangannya tidak terlalu tinggi guna menghindari mesin mogok.

Keberadaan sejumlah polisi turut memudahkan pengemudi truk menyeberangi genangan tersebut sehingga secara bergiliran truk yang antre sejak enam hari lalu bisa melintas dengan aman. "Saya sudah antre akibat terjebak kemacetan di Kudus sejak Selasa [21/1/2014] dan baru hari ini [26/1/2014] bisa melintas," ujar Samsuri, sopir truk yang mengangkut karet tujuan Jakarta.

Dalam kondisi normal, katanya, perjalanan dari Surabaya ke Jakarta hanya butuh waktu sehari semalam. Akan tetapi, karena ada banjir di jalur jalan pantai utara (pantura) Pulau Jawa itu, maka perjalanan menuju Jakarta belum juga ada kepastian kapan bisa sampai.

Ia berharap, perjalanan berikutnya tidak ada kemacetan lagi seperti di Kudus dan Pati.

Meskipun kendaraan truk bersumbu sudah diperbolehkan melintas, proses penimbunan jalan di lajur kanan dengan material lapis fondasi atas atau campuran batu dan pasir hingga Minggu masih berlangsung dan menyisakan 50 meter. "Hingga pukul 10.00 WIB, proses penimbunan menyisakan 50 meter," ujar Kepala Dinas Bina Marga Pengairan Energi dan Sumber Daya Mineral Kudus, Sam'ani Intakoris.

Ia berharap, dalam waktu yang tidak terlalu lama bisa selesai. Hanya saja, kata dia, penyelesaian kegiatan tersebut banyak kendala, seperti banyaknya lalu lalang masyarakat yang menyeberang, ketersediaan bahan baku LPA dan cuaca.

Ketebalan penimbunan tersebut, kata dia, bervariasi antara 20 cm hingga ada yang mencapai 1 meter disesuaikan kedalaman genangan banjir. Khusus untuk kendaraan pribadi tujuan Semarang, bisa melintasi jalur Jepara karena genangan banjir yang sebelumnya terjadi di Kecamatan Welahan saat ini sudah bisa dilalui kendaraan, karena genangan mulai surut.

Sejak Sabtu (25/1/2014) sekitar pukul 01.30 WIB, jalur tersebut sudah dibuka untuk kendaraan pribadi, terutama kendaraan jenis mini bus sedangkan jenis sedan belum bisa melintas karena masih ada genangan banjir.

 



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom