BANJIR JATENG : Boyolali Kirim Sayur untuk Korban Banjir
Foto udara dari helikopter milik Palang Merah Indonesia (PMI) yang memperlihatkan kondisi rumah-rumah warga yang tergenang air di Kecamatan Sukolilo, Pati, Jateng, Minggu (26/1/2014). PMI menyiapkan dua helikopter untuk membantu proses distribusi kebutuhan logistik maupun evakuasi korban banjir di daerah yang terisolasi. (JIBI/Solopos/Antara/Humas PMI/Nashir Jamaludin)

Solopos.com, BOYOLALI — Puluhan petani serta Komunitas Relawan Independent (KRI) yang didukung jajaran Polsek Selo dan Koramil Selo, Boyolali  menyalurkan bantuan sayur kepada korban bencana banjir di kawasan pantai utara (pantura) Jawa Tengah.

Salah seorang petani, Sulastri, 36, datang ke Markas Koramil Selo, dengan menggendong satu keranjang sayur labu, Jumat (31/1/2014). Kedatangannya langsung disambut sejumlah orang berseragam loreng dan sekumpulan sukarelawan berbaju khas oranye. Sulastri kemarin menyumbangkan hasil panennya untuk dikirim ke wilayah bencana banjir.

“Dulu kalau kami terkena bencana, kami sering mendapat bantuan dari orang luar kota. Sekarang kami juga ingin bergantian membantu saudara-saudara kami yang terkena bencana," kata Sulastri, yang datang membawa 20 kg labu.

Selain Sulastri, puluhan petani sayuran yang juga menyumbangkan hasil panen mereka. Selain labu, ada juga daun bawang, kubis, brokoli, wortel, sawi dan lain-lain. Dan hasilnya sayur yang terkumpul hampir mencapai dua truk.

Ketua KRI Boyolali Mahfud Khumaidi menyatakan sayuran mayur dari petani Desa Samiran itu nanti akan langsung dikirim dengan menggunakan truk menuju Pos Mejobo, Kudus. "Segera dikirim jangan sampai busuk."

Di sana, bantuan akan dikumpulkan bersama dengan bantuan-bantuan lain dari lintas sukarelawan, seperti Semarang, Klaten, dan sekitarnya. Karena memang Mejobo adalah posko yang sengaja didirikan dari beberapa unsur sukarelawan.

"Rencananya, pengiriman bantuan ini akan berkelanjutan. Ini satu truk tiba di Demak, kemudian kembali lagi ke Selo dan seterusnya. Meskipun banjir di kawasan itu nantinya surut, bantuan tetap diperlukan. Justru bantuan saat pascabencana ini jauh lebih diperlukan."

Mengenai biaya pengiriman, Muhtar menegaskan bahwa biaya pengiriman adalah kolektif dari anggota sukarelawan. Tetapi dalam aktivitas ini KRI banyak dibantu jajaran Polsek Selo dan Koramil Selo.

Komadan Kodim 0724 Boyolali, Letkol (Kav) Topri Daeng Balaw, mengatakan jajaran di Koramil Selo membantu untuk mengirimkan sukarelawan ke Kudus dan Demak. Sementara ini, di wilayah Boyolali terutama Selo belum ada yang menonjol, sehingga yang bisa dilakukan tidak hanya menjaga wilayah sendiri tetapi juga membantu wilayah lain.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom