BANJIR JATENG : Belasan Ribu Warga Pati Masih Mengungsi
Foto udara dari helikopter milik Palang Merah Indonesia (PMI) yang memperlihatkan kondisi rumah-rumah warga yang tergenang air di Kecamatan Sukolilo, Pati, Jateng, Minggu (26/1/2014). PMI menyiapkan dua helikopter untuk membantu proses distribusi kebutuhan logistik maupun evakuasi korban banjir di daerah yang terisolasi. (JIBI/Solopos/Antara/Humas PMI/Nashir Jamaludin)

Solopos.com, PATI -- Belasan ribu orang masih mengungsi akibat banjir di Pati, Jawa Tengah, yang belum juga hilang. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pati mencatat jumlah warga yang masih bertahan di tempat pengungsian akibat banjir sebanyak 16.285 jiwa.

"Belasan ribu warga yang masih bertahan di pengungsian tersebut, karena pemukiman mereka masih tergenang banjir, meskipun beberapa daerah sudah mulai surut," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pati, Sujono, di Pati, Sabtu (8/2/2014).

Jumlah warga yang mengungsi saat ini, kata dia, jauh berkurang dibandingkan sebelumnya yang mencapai puluhan ribu jiwa. Mereka berasal dari 118 desa yang tersebar di 17 kecamatan.

Adapun 16.285 pengungsi saat ini berasal dari 20 desa yang tersebar di tujuh kecamatan. Tujuh kecamatan tersebut, yakni Kecamatan Gabus, Juwana, Pati, Jakenan, Wedarijaksa, Sukolilo dan Kayen.

Jumlah pengungsi yang ada di Kecamatan Gabus sebanyak 1.895 jiwa, Juwana sebanyak 1.400 jiwa, Pati sebanyak 2.773 jiwa, Jakenan sebanyak 4.390 jiwa, Sukolilo sebanyak 256 jiwa, dan Kayen sebanyak 3.702 jiwa. Warga yang masih bertahan di pengungsian, katanya, tetap dipenuhi kebutuhan makan sehari-harinya.

"Pendistribusian logistik makanan, sejauh ini memang tidak seluruhnya berasal dari pemkab, karena ada pula yang berasal dari para relawan," ujarnya.

Bantuan dari sejumlah relawan tersebut, kata dia, tetap dikoordinasikan dengan BPBD Pati sehingga dalam pendistribusiannya bisa merata ke sejumlah lokasi yang terkena dampak banjir. Meskipun sejumlah pengungsi pulang ke rumahnya masing-masing, katanya, bantuan logistik makanan maupun kebutuhan lainnya tetap akan dipenuhi.

Dalam pendistribusian logistik makanan untuk korban bencana banjir yang sudah pulang ke rumah, katanya, melibatkan perangkat desa setempat, dengan terlebih dahulu dilakukan inventarisasi warga yang benar-benar membutuhkan bantuan tersebut. "Jika masih ada pihak yang hendak memberikan bantuan, sebaiknya disesuaikan kebutuhan masyarakat setempat, karena masa pascabencana tidak sepenuhnya kebutuhan makanan," ujarnya.

Ia mencontohkan masih banyak korban bencana, terutama pelajar, yang membutuhkan alat tulis dan buku mata pelajaran karena banyak yang hanyut bersama banjir.  Selain menggenangi pemukiman warga, banjir di Kabupaten Pati juga menggenangi lahan pertanian yang luasnya diperkirakan mencapai 10.063 hektare di delapan kecamatan. Kedelapan kecamatan tersebut, yakni Kecamatan Kayen, Sukolilo, Trangkil, Wedarijaksa, Jakenan, Pati, Juwana, dan Gabus.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho