Banjir Jakarta Telan 5 Korban Jiwa, Termasuk 4 Anak-Anak
Ilustrasi Banjir (Solopos/Whisnupaksa)

Solopos.com, JAKARTA-- Plt Kepala BPBD DKI Jakarta Sabdo Kurnianto membeberkan terdapat lima korban jiwa buntut dari bencana banjir di sejumlah wilayah di Ibu Kota sejak Sabtu (20/2/2022) kemarin.

Kelima korban itu terdiri atas satu warga lanjut usia atau lansia yang bertempat tinggal di Jakarta Selatan dan empat orang anak-anak di kawasan Jakarta Selatan dan Barat.

"Korban merupakan lansia 67 tahun berjenis kelamin laki-laki yang terkunci di dalam rumah, di Jatipadang, Jakarta Selatan," kata Sabdo melalui keterangan tertulis pada Minggu (21/2/2022) seperti dikutip dari Bisnis.com.

Baca juga: Misinformasi & Disinformasi Adang Media Massa saat Pandemi Covid-19 

Sementara itu, untuk korban anak-anak, Sabdo menuturkan, terdiri dari tiga anak laki-laki di Jakarta Selatan dan satu lainnya anak perempuan berusia tujuh tahun.

"Empat anak-anak, terdiri dari tiga anak laki- laki di Jakarta Selatan dan Jakarta Barat yang hanyut terseret arus banjir saat sedang bermain, dan satu anak perempuan usia tujuh tahun yang tenggelam di Jakarta Barat," ujarnya.

Di sisi lain, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memastikan sejumlah ruas jalan utama Ibu Kota yang tergenang akibat luapan Kali Krukut sudah surut pada pagi ini. “Alhamdulillah, pagi ini ruas-ruas jalan yang tergenang luapan Kali Krukut sudah dapat dilintasi seperti biasa,” tulis Anies melalui halaman Facebook pribadinya, Minggu (21/2/2021).

Baca Juga: Dibekap Cedera, Karim Benzema Tak Akan Dimainkan Saat Madrid Lawan Atalanta

Curah Hujan Tinggi

Anies menerangkan dampak luapan aliran Kali Krukut itu sempat menggenangi kawasan Jalan Sudirman, Kemang, Widya Chandra serta Tendean. Luapan Kali Krukut ini, menurut Anies, ditengarai menampung pertambahan debit air dari hujan lokal di kawasan Depok, Jawa Barat.

“Artinya penambahan debit air bukan dari hujan lokal di kawasan Kemang atau Jalan Sudirman, melainkan di kawasan antara hulu dan Jakarta,” paparnya.

Berdasarkan data yang diterima, dia mengatakan, kawasan hulu Kali Krukut menampung air dengan curah hujan yang tinggi sebesar 136 mm per hari. Kemudian, lintas airnya melewati dua sungai, kali Mampang dan Kali Krukut.

Baca Juga: Ojo Ngeyel Lur! PPKM Mikro Diperpanjang Lagi Sampai 8 Maret 2021

Kedua aliran kali itu bertemu di belakang LIPI untuk selanjutnya mengalir ke kawasan Sudirman. "Jadi kemarin adalah dampak dari air kiriman dari kawasan tengah sekitar Depok,” tuturnya.

Sejak Sabtu malam hingga Minggu pagi, beber Anies, jajaran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah melakukan upaya untuk membersihkan sampah di aliran sungai dan mengerahkan pompa mobile baik di kawasan Sudirman maupun Kemang.

“Untuk selanjutnya dialirkan ke Banjir Kanal Barat [BKB]. Meskipun harus menunggu karena BKB masih menampung kiriman air dari daerah hulu,” tuturnya.



Berita Terkini Lainnya








Kolom