BANJIR JAKARTA : Perusahaan Otobus Wonogiri Susutkan Armada
Pengendara melintas di belakang bus-bus yang mangkal di Terminal Tegal, Jateng, Selasa(21/1/2014). Bencana banjir di Jakarta berdampak dengan tidak beroperasi bus jurusan Tegal-Jakarta sehingga perusahaan otobus (PO) mengalami kerugian ratusan juta rupiah sementara sejumlah calon penumpang bus telantar. (JIBI/Solopos/Antara/Oky Lukmansyah)

Solopos.com, WONOGIRI — Banjir yang melanda Jakarta dan beberapa daerah di jalur pantai utara (pantura) Pulau Jawa membuat pengusaha otobus antarkota antarprovinsi (AKAP) Wonogiri menyusutkan armada yang dioperasikan. Pengusaha bus AKAP asal Wonogiri juga memindahkan rute ke Jakarta melalui jalur selatan, sehingga bus mereka tak lagi melewati Cirebon.

Kepurusan penyusutan armada dan perubahan rute itu disampaikan Ketua Organda Wonogiri Edy Poerwanto kepada Solopos.com, Selasa (21/1/2014), Menurut dia, sikap itu perlu dilakukan demi menghadapi bencana banjir yang terus terjadi di beberapa daerah.

Edy menyatakan akibat banjir itu kedatangan bus bisa mundur 6 jam hingga 10 jam. “Bus yang mestinya tiba di Jakarta pagi hari, sekitar pukul 03.00 WIB, semenjak terjebak banjir sampai di Jakarta siang hari. Bahkan ada yang sore hari.”

Lewat Solopos.com, Edy sempat pula menitip pesan kepada para kru bus AKAP agar tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama tanah longsor. “Sementara waktu, pengusaha bus AKAP agar mengurangi armada yang dioperasikan. Apalagi jumlah penumpang juga turun.”

Mantan Ketua KONI Wonogiri itu menjelaskan dirinya terus memantau ketinggian air banjir. “Hari ini (Selasa) ketinggian air di Pamanukan masih berkisar 70 cm hingga 120 cm. Untuk itu rute tak lagi melalui jalur pantura namun jalur selatan. Jika dihitung untung rugi, semua rugi. Pengusaha rugi, penumpang juga rugi. Terpenting penumpang sampai tujuan ke Jakarta.”

Terpisah, pemilik bus PO Sedya Mulya Wonogiri Budi Narwanto menyatakan pihaknya akan mengoperasikan 4 bus selama musim banjir kali ini. “Kerugian sudah pasti terjadi, baik rugi waktu, rugi tenaga, rugi pikiran dan sebagainya. Kami pengusaha memahami kondisi force major tersebut dan menjadi risiko dalam berbisnis. Agar kerugian tak bertambah, 3 hari belakangan ini hanya 3 bus atau separuh armada yang dioperasikan.’

Seperti Edy, Budi menyatakan semenjak beberapa ruas jalan tertutup banjir maka rute ke Jakarta dialihkan melalui jalur selatan atau Bandung. “Kami mematuhi anjuran kepolisian Subang Jabar agar lewat jalur selatan jika ingin ke Jakarta. Tiga bus yang terjebak banjir sejak kejadian, tadi pagi [Selasa] sudah bisa menuju Jakarta.”

Menurut Budi, pemindahan rute dilakukan hingga tak ada lagi banjir. Dia juga khawatir, kemacetan akan terjadi di jalur selatan. Budi berharap, petugas lalu lintas di jalur selatan lebih sigap. “Penumpang tetap dilayani.”



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom