Warga Desa Purworejo, Kecamatan Pilangkenceng, Kabupaten Madiun, membersihkan lumpur di rumahnya yang terbawa banjir, Rabu (6/3/2019). (Madiunpos.com-Abdul Jalil)

Madiunpos.com, MADIUN -- Banjir di wilayah Desa Purworejo, Kecamatan Pilangkenceng, Kabupaten Madiun, Jawa Timur,  sudah surut, Rabu (6/3/2019) petang.

Namun, wilayah itu gelap gulita karena listrik dari PLN dipadamkan sejak banjir bandang melanda wilayah itu.

Pantauan Madiunpos.com di Desa Purworejo, air yang pada Rabu pagi sampai setinggi 2 meter sudah surut. Rumah-rumah warga yang sebelumnya terendam air juga sudah tidak terendam air.

Sejumlah warga terlihat memasuki rumah mereka. Mereka tidak bisa langsung membersihkan sisa banjir karena kondisi gelap gulita.

Hampir tidak ada penerangan di desa tersebut karena memang listrik dari PLN dipadamkan untuk sementara waktu.

Meski banjir sudah surut, warga tidak tinggal di rumah karena kondisi rumah tidak mungkin digunakan untuk tempat istirahat.

Seorang warga RT 023/RW 007, Desa Purworejo, Tutik, mengatakan rumahnya berantakan setelah diterjang banjir bandang Rabu dini hari. Dia mengaku tidak bisa menyelamatkan barang-barang berharga miliknya.

Dia menyampaikan untuk sementara waktu dirinya akan tinggal di tempat pengungsian. Hal ini karena rumahnya yang sempat terendam banjir tidak mungkin digunakan untuk tempat istirahat.

"Ini cuma dibersihkan saja. Nanti untuk tidur malam ini di tempat pengungsian atau rumah saudara. Gak mungkin tidur di sini karena penuh lumpur," jelas dia.

Bupati Madiun Ahmad Dawami menyampaikan seluruh warga yang terdampak banjir bandang bisa mengungsi di tempat pengungsian yang telah disediakan. Dia menyebut posko pengungsian di setiap kecamatan ada di kantor kecamatan masing-masing.

"Untuk tempat pengungsian di kantor kecamatan masing-masing. Kami juga sudah siapkan bantuan untuk makan," ujar dia. 


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten