Banjir Di Boyolali: Seratusan Bangunan di 3 Desa Terendam Luapan Sungai Serang
Warga melihat jembatan gantung di Desa Bawu, Kemusu, Boyolali, yang dipenuhi sampah, Rabu (18/3/2020). (Istimewa/Tagana Boyolali)

Solopos.com, BOYOLALI -- Tiga desa di wilayah Kecamatan Kemusu dan Wonosegoro, Boyolali, tergenang banjir akibat luapan Sungai Serang, Rabu (18/3/2020).

Meluapnya aliran Sungai Serang yang melintasi sebagian wilayah Kemusu dan Wonosegoro membuat seratusan bangunan di tiga desa terendam banjir dan lumpur.

Ketiga desa itu yakni Kedungsari di Kecamatan Kemusu, Desa Bayusri dan Desa Karangjati di Kecamatan Wonosegoro.

Informasi yang dihimpun Solopos.com, luapan air sungai yang memicu banjir di tiga desa itu juga membuat jembatan gantung di Desa Bawu, Kemusu, Boyolali, miring.

Bunuh Diri di Wonogiri: Putus Asa, Warga Eromoko Nekat Nggantung

Jembatan itu melintasi Sungai Serang dan menjadi jalan pintas warga pergi ke Waduk Kedung Ombo (WKO). Keadaan makin parah lantaran banjir juga membawa sampah berupa kayu dan ranting-ranting pohon.

Akibatnya warga yang tak berani melintasi jembatan dan harus memutar sejauh 7 km. Koordinator Assessment Taruna Siaga Bencana (Tagana) Boyolali yang juga warga Juwangi, Mohammad Irawan, mengatakan banjir terjadi karena hujan deras mengguyur wilayah Boyolali utara sejak Selasa (17/3/2020) pukul 23.00 WIB.

Indonesia Borong 500.000 Unit Alat Tes Corona China, Deteksi Virus dalam 15 Menit

“Hujan yang membuat sungai meluap dan banjir menerjang rumah warga,” ujar Irawan saat dimintai konfirmasi Solopos.com, Rabu siang.

105 Bangunan Terendam Lumpur

Berdasar data yang dihimpun Tagana Boyolali di Desa Kedungsari, Kecamatan Kemusu, sedikitnya 105 bangunan terendam lumpur, satu rumah di antaranya rusak berat dan satu kandang sapi hilang.

Di Desa Banyusri, Wonosegoro, delapan rumah terendam banjir. Di Desa Karangjati, Wonosegoro, banjir yang disertai longsor membuat dua rumah milik tiga keluarga dibongkar karena hampir roboh.

Mendagri: Bukan Mengecilkan, Tingkat Kematian Kasus Virus Corona Rendah

“Saat ini semua personel sudah bergerak, namun kebutuhan mendesak adalah air bersih,” imbuh dia.

Sementara itu, Kapolsek Wonosegoro, Boyolali, Iptu Maryono, menjelaskan saat ini warga masih terus melakukan gotong-royong membersihkan jembatan yang miring akibat banjir di Kemusu.

Hujan membuat sampah menumpuk hingga menutupi sebagian badan jembatan. “Jembatan tidak rusak, tapi banyak sampah di atasnya karena luapan sempat merendam bagian atas jembatan,” ujar Kapolsek.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya



Kolom