Banjir, Armada Bus Berkurang
Situasi terminal Giwangan (JIBI/Harian Jogja/David Kurniawan)

Solopos.com, JOGJA–Banjir yang melanda Jakarta ternyata berdampak menurunnya jumlah armada bus antarkota antarprovinsi (AKAP) di Terminal Giwangan. Akibat banjir itu, saat ini terminal itu hanya memberangkatkan 20 bus ke Jakarta, padahal di waktu normal ada 25 bus yang beroperasi tiap harinya.

“Ada penurunan. Kurang lebih lima armada yang tidak berangkat,” kata Kepala UPT Giwangan, Bekti Zunanta, ketika ditemui di ruang kerjanya, Jumat (24/1/2014).

Dia mengatakan, banjir yang terjadi di Jakarta akhir-akhir ini memang berdampak pada menurunnya jumlah armada bus yang berangkat ke Jakarta. Hal tersebut merupakan sesuatu yang wajar, karena kondisi tersebut, juga sangat dipengaruhi permintaan di lapangan. “Kami kan hanya mengawasi terkait beroperasinya terminal ini, sedangkan untuk jumlah armada yang berangkat itu sangat bergantung pada penumpang dan wewenang pengusaha angkutan,” papar dia.

Tak hanya itu, lanjut Bekti, bus dari Jakarta yang menuju Jogja kedatanganya pun terlambat. Apabila di waktu normal, bus sudah masuk terminal sekitar pukul 05.00 WIB, maka saat ini bisa molor hingga pukul 10.00 WIB bahkan sampai pukul 12.00 WIB. “Gara-gara terhalang banjir. Jadi saatini kedatanganya sering kali terlambat,” ungkapnya.

Dia menambahkan, armada bus yang berangkat ke Jakarta kebanyakan melalui jalur lintas selatan, dan hanya beberapa armada yang melalui jalur Pantura. Jadi, keterlambatan yang terjadi tak begitu parah, karena jalur lintas selatan relatif aman dari kepungan banjir. “Armada sini sangat jarang yang lewat pantura, jadi kemacetan lebih banyak terjadi ketika masuk dan keluar dari Jakarta,” katanya.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom