BANGUNAN ROBOH : Pascaambruk, Labkes DKK Solo Kembali Layani Masyarakat
Bangunan laboratorium Dinas Kesehatan Kota Solo di Jl. Jamsaren, Serengan, Solo ambruk dan mengakibatkan tiga orang luka, Senin (8/6/2015). Ambruknya bangunan tersebut diduga akibat kayu penyangga atap yang telah lapuk. (Sunaryo Haryo Bayu/JIBI/Solopos)

Bangunan roboh yakni Labkes DKK di Serengan Solo kembali dibuka untuk melayani masyarakat.

Solopos.com, SOLO - Unit Pelayanan Terpadu Daerah (UPTD) Laboratorium Kesehatan (Labkes) Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo di Serengan, Solo, kembali dibuka, Kamis (18/6/2015).

Sebelumnya pelayanan ditutup karena atap bangunan laboratorium setempat roboh, Senin (8/6/2015).

Kepala UPTD Labkes DKK, Imam Sutoto, mengatakan Labkes DKK kembali membuka pelayanan bagi masyarakat karena berbagai peralatan untuk pemeriksaan telah selesai dievakuasi.

Sarana prasarana Labkes DKK, lanjut dia, sempat tertimbun puing-puing atap bangunan hingga tidak bisa dimanfaatkan. (baca: Laboratorium DKK Solo Ambruk)

“Kami sudah melakukan penataan. Banyak peralatan yang harus kami tata. Setelah selesai [penataan] pada Rabu [17/6/2015], kami langsung membuka lagi pelayanan,” kata Imam saat dijumpai solopos.com di Labkes DKK, Jumat (19/6/2015).

Imam menyebut penataan alat-alat pemeriksaan tidak mudah. Menurut dia, petugas Labkes DKK harus mengumpulkan atau menyiapkan kembali peratalan untuk pemeriksaan dengan lengkap atau memenuhi standar.

Disinggung mengenai tempat pemeriksaan, Imam mengatakan, dilakukan di ruang khusus.

“Kami tetap menyiapkan tempat lain untuk melakukan kerja. Tidak di bangunan yang roboh. Meski belum dibangun, Labkes DKK bisa kembali membuka pelayanan karena alat-alat sudah terkumpul. Sedikitnya 10 pengunjung pada hari pertama kami bisa layani,” ujar Imam.

Pantauan solopos.com, puing-puing atap bangunan Labkes DKK yang roboh masih teronggok di sekitar tempat kejadian perkara (TKP). Bahan bangunan seperti genting, batang kayu, dan reruntuhan tembok, bahkan masih tercecer di beberapa tempat. Belum ada sama sekali pekerja yang memperbaiki kerusakan bangunan.

“Kami yang penting berusaha untuk membuka pelayanan. Kami biasanya menerima sekitar 10 pengunjung sampai 20 pengunjung per hari. Jika [Labkes DKK] tutup hingga dua pekan, bisa 200 pengunjung yang tidak bisa kami layani. Kami sebisa mungkin segera membuka pelayanan,” kata Imam.

Disinggung mengenai target perbaikan atau pembangunan Labkes DKK, Imam menyebut menjadi kewenangan Kepala DKK Solo, Siti Wahyuningsih untuk menjawab.

Berdasarkan informasi yang diperoleh solopos.com, Labkes DKK memberi pelayanan untuk pemeriksaan nonklinik dan pemeriksaan klinik dengan tarif cenderung murah.

Pemeriksaan non klinik, meliputi bacteriologis air, fisika air, kimia air, limbah, makanan dan minuman. Sedangkan pemeriksaan klinik, antara lain darah putih, gula darah, lemak darah, fungsi ginjal, fungsi hati, urine, seologi, dan lain-lain.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya









Kolom