Petugas Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Solo mengangkut perabotan milik pedagang kaki lima (PKL) yang terdampak rencana proyek underpass di Jl. Transito, Laweyan, Solo, Kamis (20/6/2019). (Solopos-M.Ferri Setiawan)

Solopos.com, SOLO-- Dinas Perdagangan (Disdag) Solo membantu dua pedagang kaki lima (PKL) Jl. Transito untuk memindahkan barang-barang rumah tangga Kamis (20/6/2019). Pemindahan tersebut menyusul adanya rencana perobohan bangunan yang akan dilakukan awal Juli nanti.

Pantauan Solopos.com, beberapa petugas Disdag Solo membantu mengangkut alat-alat rumah tangga milik dua PKL di Jl. Transito yang terdampak penataan kios PKL. Kedua PKL tersebut sebelumnya menggunakan kiosnya sekaligus untuk hunian rumah tangga. Mereka memilih untuk pindah lebih cepat lantaran sudah memutuskan tempat tinggal pengganti.

Kabid PKL Disdag Solo, Didik Anggono, mengatakan pihaknya belum melakukan pembongkaran bangunan kios PKL di Jl. Transito. Namun, pihaknya hanya membantu permohonan dua PKL yang ingin melalukan perpindahan lebih cepat dibandingkan jadwal yang sudah dijadwalkan oleh Pemkot Solo.

“Kami tadi tidak mempercepat penataan. Kami hanya membantu PKL yang ingin memindahkan barang mereka. Kami bantu untuk mengeluarkan barang dan mengantarkan barang tersebut ke rumah mereka. Tadi kami hanya membantu dua PKL saja yang meminta,” ujar Didik kepada Solopos.com. Menurut Didik, pemindahan dilakukan murni dari permintaan para pedagang yang ingin melakukan pemindahan.

“Jadi kami membantu pemindahan karena memang inisatif dari pedagang sendiri memohon kepada kami agar membantu memindahkan barang. Mereka sepertinya sudah memiliki solusi sendiri untuk kembali ke rumah lama dan membuka usaha di tempat tersebut,” paparnya.

Salah seorang warga sekitar yang juga terdampak penataan, Broto, 78 membenarkan ada beberapa warga yang sudah pindah. Salah satunya pemilik usaha sol sepatu yang dibantu kepindahannya oleh Disdag. Meski pemilik usaha sol sepatu bukan pemilik bangunan terdampak melainkan sewa, pemkot tetap membantu kepindahan.

“Pindahnya di Kabangan kalau saya dengar tadi. Paling tidak sekitar setengah tahun baru menempati bangunan itu. Kalau dari bahasanya memang bukan orang Jawa. Dengar-dengar orang Sumatra,” kata Broto.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten