Pemeliharaan jaringan 4G. (JIBI-Dwi Prasetya)

Solopos.com, JAKARTA - PT Indosat Tbk. memastikan pihaknya terbuka terkait dengan usulan sharing infrastruktur telekomunikasi untuk pembangunan jaringan telekomunikasi di Kalimantan Timur.

Head Corporate Communications Indosat Turina Farouk mengatakan perseroan masih mengkaji opsi pembangungan jaringan di Kalimantan Timur. Salah satu opsi yang dikaji adalah mengenai sharing infrastruktur.

Turina mengatakan perseroan terbuka untuk bekerja sama dengan pihak manapun mengenai pembangunan jaringan di Kalimantan Timur. “Indosat Ooredoo terbuka untuk bekerja sama dengan pihak manapun dalam pembangunan jaringan,” kata Turina kepada Bisnis.com, Selasa (3/9/2019).

Sementara itu,  PT Sampoerna Telekomunikasi Indonesia (Net1) belum memberi tanggapan hingga berita ini diturunkan mengenai skema sharing infrastruktur telekomunikasi.

Bisnis telah berupaya menghubungi Larry Ridwan, President Director & CEO Net1 namun tidak ada balasan.

Sebelumnya, Kementerian Komunikasi dan Informatika menegaskan bahwa pembangunan infrastrutur telekomunikasi untuk calon ibu kota baru harus dilakukan bersama-sama atau sharing infrastruktur agar tercipta efisiensi dalam penggelaran jaringan.

Menkominfo Rudiantara mengatakan Kemenkominfo telah memiliki konsep pembangunan infrastruktur telekomunikasi di Kalimantan. Dia mengatakan terdapat dua konsep pembangunan jaringan telekomunikasi.

Konsep pertama adalah dengan menarik kabel serat optik dari ujung Palapa Ring Barat, Singkawang, ke Ekotambai, dari Ekotambai pembangunan terpecah menjadi dua ke arah Nunukan, sejalan dengan pembangunan jalan perbatasan program Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat,  atau  ke arah Long Tuju – Sendawa – Balikpapan.

Konsep kedua adalah menarik serat optik dari Singkawang – Sanggau – Nangga Pinoh – Kualu Kurun – Muara Teweh – Sendawa – Balikpapan.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten