Tutup Iklan
Bangun Fondasi Cakar Ayam, 5 Pekerja di Kemuning Karanganyar Tertimbun Tanah Longsor

Solopos.com, KARANGANYAR--Kejadian tanah longsor di lokasi pembangunan talut rumah warga Ngetrep RT 002/RW 014, Desa Kemuning, Kecamatan Ngargoyoso, Karanganyar, Kamis (30/7/2020), memakan korban jiwa.

Data yang dihimpun Solopos.com dari berbagai sumber, lima orang menjadi korban akibat kejadian tersebut. Perinciannya, satu orang meninggal dunia di lokasi kejadian dan empat orang luka-luka.

Mereka adalah Suwarno, 36, warga Badran RT 004/RW 005, Desa Kemuning; Sudarno, 48, warga Ngetrep RT 002/RW 014; Ngadiman, 50, warga Milir RT 001/RW 014; Sugimin, 49, warga Klotok RT 004/RW 006; dan Pono, 46, warga Ngetrep RT 002/RW 014.

Kepala Desa Kemuning, Widadi Nur Widyoko, menyampaikan warga atas nama Suwarno meninggal dunia di lokasi kejadian. Dua korban lain atas nama Sudarno dan Ngadiman dirawat di RSUD Karanganyar, satu orang atas nama Sugimin dirawat di Puskesmas Ngargoyoso, dan satu orang lain atas nama Pono sudah diperbolehkan pulang ke rumah.

Tanah longsor diduga terjadi saat mereka sedang memasang fondasi cakar ayam. Nahas, tanah yang berada di atas lokasi pemasangan fondasi itu longsor pada pukul 10.30 WIB.

"Tanah longsor menimpa pekerja yang sedang menggali tanah untuk dipasangi fondasi cakar ayam. Pemilik rumah Wiro Ngadiman. Volume longsoran tinggi 4,5 meter dan lebar 8 meter. Suwarno meninggal, dua orang korban atas nama Sudarno dan Ngadiman dirawat di RSUD, satu orang atas nama Sugimin dirawat di Puskesmas Ngargoyoso, dan Pono sudah diperbolehkan pulang," tutur Yoko, sapaan akrab Widadi Nur Widyoko, saat dihubungi Solopos.com, Kamis.

Duh! Kasus DBD di Karanganyar Tambah Terus, Lebih Banyak daripada Covid-19

Yoko menyampaikan Sugimin dan Pono dapat menyelamatkan diri saat tanah longsor mengenai kaki. Tetapi tiga orang rekannya gagal. Tubuh mereka tertimbun tanah saat memasang fondasi cakar ayam.

Warga yang berada di sekitar lokasi kejadian berupaya menolong. Dia menyampaikan pekerjaan bangunan itu sudah dilakukan sejak beberapa hari lalu. Pemilik rumah membangun talut mengelilingi rumah. Saat kejadian, mereka sedang membangun talut di dekat dapur.

 

Tidak Terduga

"Kami cek dengan tuan rumah, itu pembuatan talut keliling. Pekerjaan itu sudah beberapa hari. Sebelumnya bikin tembok luar dan menyelesaikan talut pekarangan belakang rumah. Ini dilanjutkan membangun talut untuk dapur. Kondisinya kan masih tanah ditalut supaya tidak longsor," ujar dia.

BLT DD Diperpanjang, Baru 50 Desa di Karanganyar Kumpulkan Perkades Daftar KPM

Status mereka bukan bekerja bakti tetapi tenaga harian lepas. Mereka mengerjakan sesuai pesanan. Yoko menceritakan kondisi dua orang korban yang dirujuk ke RSUD Karanganyar masih mendapat perawatan di ruang IGD. Yoko mengaku masih menunggu informasi dari pihak rumah sakit perihal kondisi korban.

"Korban yang meninggal itu tertimbun dan saat ditemukan dalam posisi tengkurap. Tampak punggung saat kali pertama ditemukan. Jenazah langsung dibawa ke rumah duka dan diserahkan kepada keluarga. Rencana dimakamkan pada Kamis pukul 16.00 WIB," jelas dia.

Yoko menyebut kejadian itu sebagai bencana tidak terduga dan tidak ada unsur kelalaian. Pihak pemerintah desa berupaya mempertemukan semua pihak dan menyelesaikan persoalan.

Asyik, Museum Kereta Api Ambarawa Kembali Dibuka

"Ini kan bencana dan tidak ada seorang pun yang menghendaki. Kami akan mencarikan solusi terbaik terkait persoalan itu. Semoga bisa diupayakan yang terbaik antara semua keluarga," ungkapnya.

Dia mengimbau masyarakat yang hendak membangun talut untuk memperhatikan kondisi dan konstruksi tanah. Menurut dia, wilayah Ngetrep tidak termasuk lokasi rawan bencana alam tanah longsor. Tetapi dia mengakui bahwa tanah di wilayah Ngargoyoso subur dan gembur.

"Kehati-hatian adalah inti. Saya tidak menyebut itu kelalaian karena pekerjaan sudah berlangsung lama. Saat membangun di wilayah itu terjadi kejadian tersebut. Wilayah situ tidak masuk zona rawan longsor. Zona rawan longsor ada di kadus satu [Sumbersari atau Bukit Kemuning] dan kadus dua [Kemuning wilayah selatan, yakni Sekarsari dan Watupawon]. Di situ kebetulan tanah gembur."


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Pasang Baliho