Bangkit dengan Koperasi dan UMKM

Koperasi bisa bergerak di sektor pangan, pariwisata, pemenuhan kebutuhan kaum milenial, multipihak, kebutuhan sekunder, maupun produk unggulan daerah.

 Wahyu Kristina (Solopos/Istimewa)

SOLOPOS.COM - Wahyu Kristina (Solopos/Istimewa)

Solopos.com, SOLO — Sudah sekitar dua tahun, tepatnya sejak 9 Maret 2020, Covid-19 ditetapkan sebagai pandemi oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Ini karena penyakit tersebut menyebar secara global, termasuk Indonesia.

Seluruh negara berusaha untuk mencegah penyebaran Covid-19 dengan melakukan pembatasan aktivitas sehingga berdampak negatif terhadap perekonomian global. Pada 2020, perekonomian di hampir seluruh negara di dunia mengalami pertumbuhan yang negatif. Banyak sektor yang mengalami penurunan kinerja.

PromosiDaihatsu Rocky, Mobil Harga Rp200 Jutaan Jadi Cuma Rp99.000

Masyarakat dunia termasuk Indonesia, hidup dalam kondisi sulit akibat pandemi Covid-19. Pandemi secara nyata telah menghantam seluruh aspek kehidupan masyarakat. Bukan hanya berdampak bagi kesehatan dan keselamatan, pandemi Covid-19 juga berpengaruh pada sektor perekonomian sehingga daya beli dan konsumsi masyarakat menurun. Hal ini terjadi bukan hanya dalam skala rumah tangga, melainkan juga skala yang lebih besar hingga rantai pasok global.

Di Indonesia, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) merupakan salah satu sektor yang paling mengalami dampak Covid-19, selain sektor rumah tangga, korporasi, dan keuangan. Jenis UMKM terbesar yang terkena dampak adalah yang bergerak di bidang makanan dan minuman. Pandemi Covid-19 telah memberikan dampak signifikan bagi kegiatan UMKM baik dari sisi produksi, distribusi, pembiayaan, hingga pemasaran.

Melihat hal tersebut di atas, sejumlah kebijakan dikeluarkan pemerintah untuk memperkuat pemulihan ekonomi nasional. Karena sumber utama krisis kali ini adalah pandemi Covid-19, maka perlu kepastian penanganan kesehatan melalui program testing, tracing, dan treatment (3T). Selain itu, program percepatan vaksinasi dan penegakan kedisiplinan menjalankan protokol kesehatan tak kalah penting agar kesehatan masyarakat terjaga, mobilitas manusia kembali normal, aktivitas ekonomi, dan dunia usaha dapat membaik. Pengendalian pandemi merupakan kunci bagi pemulihan ekonomi yang berkelanjutan.

Program bantuan sosial (bansos) juga menjadi salah satu upaya dalam memperbaiki perekonomian dan meringankan beban masyarakat. Ragam program bansos tersebut antara lain diskon listrik, Kartu Sembako, Program Keluarga Harapan, Kartu Pra Kerja, subsidi kuota internet, dan Bantuan Langsung Tunai (BLT) untuk UMKM alias Banpres Produktif Usaha Mikro (BPUM).

Pada 2020 dan 2021, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) memberikan stimulus melalui BPUM kepada para pelaku usaha mikro berupa hibah modal kerja. Terlepas dari beberapa kritik terhadap pelaksanaan BPUM, seperti kesesuaian data penerima dan proses pencairan, namun dari segi hasil, pelaksanaan BPUM telah berhasil membantu usaha mikro dalam mempertahankan kegiatan usahanya dengan memanfaatkan dana yang diterima untuk kepentingan usaha.

Pemulihan UMKM

Pemulihan ekonomi harus dimulai dari sektor UMKM. UMKM memiliki peranan penting terhadap perekonomian Indonesia terutama ketika terjadi krisis. Secara teori, ekonomi tidak mungkin bisa pulih kalau negara tidak segera memulihkan UMKM-nya. Hal itu karena sebanyak 99% pelaku usaha di Indonesia berskala UMKM. Untuk itu, diperlukan kerja sama semua pihak dalam menjadikan UMKM sebagai tulang punggung perekonomian nasional.

Untuk menjadikan UMKM sebagai kekuatan ekonomi, penting sekali pemerintah memperkuat kapasitas UMKM dengan sejumlah program. Di antaranya pendekatan ke pasar, mendorong pelaku UMKM go digital, memperluas akses pembiayaan, hingga pemberian insentif pajak.

Dari sisi para pelaku UMKM, mereka juga harus meningkatkan inovasi, berani mengambil risiko, bersikap adaptif, dan berkolaborasi dalam menjawab tantangan pascapandemi. Mereka harus memiliki semangat gercep, geber, gas pol (3G) untuk membuka peluang usaha. Selain itu, pelaku UMKM harus memiliki dan mengembangkan soft skill dengan reskilling dan upskilling. Dan yang paling penting adalah etos kerja dalam bentuk keras keras, kerja cerdas, kerja tuntas, dan kerja ikhlas (4AS) agar koperasi menjadi solusi.

Pemerintah memberikan perhatian besar dalam upaya penyediaan pembiayaan bagi UMKM yang lebih ramah. Dalam hal ini, koperasi dapat menjadi mitra pemerintah untuk usaha mikro, khususnya untuk menyediakan pembiayaan bagi para pelaku UMKM yang menjadi anggota.

Koperasi punya nilai lebih. Ketika bicara permodalan, koperasi bisa diandalkan. Ini terutama terkait informasi tentang pelaku usaha UMKM yang menerima bantuan modal. Koperasi lebih mengetahui seluk beluk usaha anggotanya. Selain itu, koperasi lebih akomodatif secara prosedural dan administratif bagi pelaku UMKM yang kebanyakan awam dan kurang bersahabat dengan prosedur perbankan.

Selain pembiayaan, koperasi dapat berperan dalam pendampingan pelaku UMKM. Koperasi dapat menggunakan dana pendidikan koperasi yang disisihkan dari sisa hasil usaha (SHU). Dana ini bisa digunakan untuk pendampingan maupun pelatihan usaha anggota, misalnya tentang pembukuan sederhana, cashflow, dan laporan keuangan. Begitu pula dengan pelatihan anggota tentang branding serta pengemasan produk UMKM dikemas agar menarik dan memiliki nilai ekonomis tinggi. Yang tak kalah penting adalah pelatihan penggunaan media sosial, pemanfaatan teknologi informasi untuk online marketing, dan bagaimana agar UMKM bisa masuk ke marketplace atau e-commerce.

Jika sebuah koperasi kesulitan melaksanakannya, mereka dapat bermitra dan bekerja sama dengan koperasi lainnya dalam pembiayaan dan pendampingan usaha anggota UMKM. Dengan kerja sama tersebut, akan lebih banyak anggota yang dapat terfasilitasi. Inilah dua prinsip koperasi yang bisa diterapkan untuk mendukung pemulihan ekonomi, yaitu pendidikan perkoperasian dan kerja sama antarkoperasi.

Meski demikian, untuk memperkuat dan mengoptimalkan peran, koperasi juga dituntut mengejar ketertinggalan. Koperasi harus terus berupaya memperkuat profesionalitas dalam manajemen pengelolaan koperasi yang modern dan mampu beradaptasi dengan perkembangan terkini. Adaptasi ini terutama dalam hal integrasi bisnis koperasi dengan teknologi digital sehingga koperasi tak hanya bergerak dalam layanan simpan pinjam.

Agar tidak selalu fokus pada usaha simpan pinjam, koperasi perlu melakukan aneka terobosan dalam pengembangan usahanya. Salah satunya dengan masuk ke sektor riil yang memiliki koefisien (daya ungkit) tumbuh tinggi/sangat tinggi. Dengan masuk sektor riil, segala kebutuhan anggota dan masyarakat lainnya bisa dipenuhi koperasi. Misalnya koperasi bisa bergerak di sektor pangan, pariwisata, pemenuhan kebutuhan kaum milenial, multipihak, kebutuhan sekunder, maupun produk unggulan daerah.

Pemulihan ekonomi pascapandemi harus dilakukan dengan optimistis. Pemulihan ekonomi membutuhkan dukungan dari seluruh lapisan masyarakat. Semua harus bersinergi antara koperasi, UMKM, pemerintah, perusahaan besar, dan masyarakat. Dalam peringatan Hari Koperasi ke-75 pada 12 Juli 2022, Kota Solo mengusung tema Pemulihan Ekonomi Melalui Koperasi. Semoga koperasi kita semakin kuat serta menjadi solusi bagi anggota dan UMKM, baik pembiayaan, produksi, konsumsi, maupun pemasaran.

Esai ini ditulis oleh Wahyu Kristina, Kepala Dinas Koperasi UKM dan Perindustrian Kota Solo.

Daftar dan berlangganan Espos Plus sekarang. Cukup dengan Rp99.000/tahun, Anda bisa menikmati berita yang lebih mendalam dan bebas dari iklan dan berkesempatan mendapatkan hadiah utama mobil Daihatsu Rocky, sepeda motor NMax, dan hadiah menarik lainnya. Daftar Espos Plus di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Solopos.com - Panduan Informasi dan Inspirasi

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Berita Terkini

      Mengingat Pujangga Ranggawarsita

      Ingatan tentang pujangga Raden Ngabehi Ranggawarsita digugah dalam acara Napak Tilas Sejarah Solo Kota Pusaka pada Selasa (20/9/2022) yang difasilitasi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Solo.

      Cerita, Sains, dan Kita

      Kalau Anda pernah membaca sebuah kumpulan cerita garapan penulis Italo Calvino yang berjudul Adam, One Afternoon, mungkin akan terpukau. Buku ini memadukan fiksi dan sains.

      Sragen dan Kontradiksi Kabupaten Layak Anak

      Kabupaten Sragen berhasil meraih predikat kabupaten layak anak (KLA) dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak pada 22 Juni 2022.

      UTBK dan Literasi

      Pemeringkatan sekolah melalui jalur ujian tulis berbasis komputer (UTBK) 2022 telah dirilis oleh Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) pada akhir Agustus 2022 lalu

      Ambivalensi KKN

      Program unggulan mengenai pengabdian kepada masyarakat—kuliah kerja nyata (KKN)—yang pada masa pandemi diselenggarakan secara daring kini kembali ke konsep semula: mahasiswa hidup bersama masyarakat.

      Kebohongan demi Uang Pasti Kedaluwarsa

      Kebohongan itu memang menghadirkan uang bagi kreator konten. Semakin viral konten yang mengumbar kebohongan itu, makin banyak uang yang didapat dari Google Adsense.

      Perceraian dan Fenomena di Baliknya

      Berbagai kasus perceraian seharusnya memancing keprihatinan bersama, baik pemerintah maupun masyarakat secara luas.

      Panggung Energi

      Presiden Joko Widodo telah menandatangani Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2022. Ini menjadi landasan pengembangan kendaraan bernotor listrik di Indonesia

      Persaudaraan di Warung Madura 24 Jam

      Sejumlah kota besar di Pulau Jawa menjadi basis warung Madura 24 jam. Warung ini muncul di kawasan padat penduduk hingga menjadi pesaing minimarket waralaba.

      Petani Era Society 5.0

      Salah satu yang mencolok adalah penggunaan teknologi informasi dalam pemasaran komoditas pertanian dan pemanfaatan big data bagi kesejahteraan petani era kehidupan society 5.0.

      Media Kooperasi dan Kepercayaan Publik

      Tergerusnya independensi media bukanlah hal yang bisa dipandang sebelah mata. Kepercayaan publik taruhannya.

      Memaknai Perkemahan

      Ketika Lord Robert Baden Powell berkemah bersama 22 anak laki-laki pada 25 Juli 1907 di Pulau Brownsea, Inggris, ia punya maksud dan tujuan tersendiri.

      Relevansi Pemimpin Kerajaan sebagai Pemersatu

      Sebagai salah satu negara pelopor sistem monarki konstitusional, kedudukan penguasa kerajaan di Inggris hanya sebagai kepala negara yang tak punya hak politik untuk mencampuri urusan pemerintahan.

      Krisis Petani di Negeri Agraris

      Sektor pertanian masih memegang peranan penting dalam pembangunan nasional

      Kepergian Ratu Elizabeth, Negara Persemakmuran, dan Bahasa Indonesia

      Elizabeth Alexandra Mary, Ratu Inggris Raya kelahiran 21 April 1926, mangkat pada 8 September 2022 di Kastil Balmoral.

      Karut-Marut Subsidi BBM

      Keluhan Presiden Joko Widodo ini salah besar karena lebih dari separuh anggaran subsidi bahan bakar dan energi merupakan subsidi LPG tabung tiga kilogram.