Bandit Sosial Marak Terjadi di Klaten Tahun 1870-1900, Apa Itu?

Istilah bandit mungkin sudah tidak asing di telinga masyarakat.

 Ilustrasi Bandit. (Istimewa/depositphotos.com)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi Bandit. (Istimewa/depositphotos.com)

Solopos.com, KLATEN — Istilah bandit mungkin sudah tidak asing di telinga masyarakat. Bandit sering diartikan sebagai perampok hingga seseorang yang membunuh dengan kejam.

Ternyata terdapat dua jenis bandit, yaitu bandit biasa dan bandit sosial. Perbedaan di antara keduanya terletak pada latar belakang kejahatannya.

PromosiNimo Highland, Wisata Hits di Bandung yang Mirip Santorini Yunani

Bandit biasa cenderung tidak mempunyai latar belakang apapun dalam melakukan kejahatannya. Sedangkan bandit sosial memiliki latar belakang kepentingan sosial-politik dalam melakukan kejahatannya.

Di Kabupaten Klaten pernah memiliki kasus bandit, khususnya pada tahun 1870 hingga 1900.

Dilansir dari skripsi berjudul Perbanditan Sosial di Klaten Tahun 1870-1900 oleh Ari Kurnia pada 2012, Selasa (9/8/2022), perbanditan di perdesaan merupakan bentuk protes sosial dari petani terhadap kebijakan pemerintah kolonial Belanda.

Baca Juga: Ada Replika Gading Gajah Purba-Perahu Pinisi di Pameran Keliling Klaten

Para petani yang melakukan perbanditan menggunakan hasil rampokannya untuk dibagikan kepada masyarakat miskin. Masyarakat menganggap bandit tersebut sebagai pahlawan karena masih merupakan bagian dari masyarakat petani walaupun telah melanggar hukum.

Perbanditan di Klaten muncul dikarenakan beberapa sebab. Namun penyebab utamanya adalah desakan ekonomi. Penyebab lainnya adanya kebijakan sistem tanam paksa dan politik kolonial liberal oleh Pemerintah Kolonial Belanda, perluasan perkebunan ke perdesaan, dan ketimpangan sosial ekonomi antara buruh atau petani dengan priayi maupun pejabat pemerintah Kolonial.

Undang-Undang Agraria yang dikeluarkan Pemerintah Kolonial memberikan kebebasan kepada perusahaan swasta dalam menanamkan modalnya. Hal tersebut juga berdampak ke berkembangnya perusahaan perkebunan yang menuntut perluasan areal perkebunan.

Perluasan tersebut menyebabkan pengaruh barat ke pedesaan menjadi intensif. Adanya sistem penyewaan tanah juga semakin mempersulit masyarakat terutama di bidang ekonomi. Sistem tersebut juga menyebabkan petani dipaksa untuk bekerja pada perusahaan perkebunan.

Baca Juga: Kisah Syekh Nawawi Al-Bantani, Ulama Indonesia yang Mendunia di Abad-19

Bandit dianggap mempunyai derajat tertentu di mata masyarakat karena tingkat pengetahuan yang hanya dikuasai oleh orang-orang tertentu. Pemimpin bandit mempunyai ilmu kebal serta memahami primbon yang memuat petungan dan naga dina.

Petungan dan naga dina digunakan menghitung waktu yang tepat saat menjalankan perbanditan. Anggota bandit direkrut berdasarkan loyalitasnya terhadap pemimpin. Bandit berasal dari para petani yang mengalami tekanan berat akibat kebijakan pemerintah kolonial.

Sebelum melaksanakan aksinya, bandit akan mengirimkan surat kepada calon korbannya. Namun korban sebenarnya adalah warga lain yang tidak menerima surat apapun.

Komunikasi antaranggota bandit dilakukan secara rahasia dan sulit dilacak oleh kepolisian. Anggota bandit mempunyai loyalitas tinggi sehingga mereka tidak akan memberikan informasi yang dapat membahayakan kelompoknya.

Baca Juga: Misteri Pabrik Gula Gondang Klaten

Salah satu kasus perbanditan yang pernah terjadi di Klaten, yaitu pada 9 Januari 1875 di Desa Onggopatran, Klaten. Pada saat itu terjadi perampokan yang berhasil membawa 1117,50 gulden.

Korban perampokan bernama Kamidin dan Pak Tumpuk yang sedang tidur di rumahnya. Setelah diusut, ternyata bandit tersebut berasal dari Yogyakarta. Perampokan ini dibantu oleh seorang penduduk desa yang berperan sebagai penunjuk jalan.

Banyak kasus-kasus perbanditan lain di Klaten, dari tahun 1885-1900 terdapat 23 kasus. Dengan jumlah tersebut, Klaten menjadi daerah di wilayah Surakarta yang memiliki kasus perbanditan terbanyak.

 

Daftar dan berlangganan Espos Plus sekarang. Cukup dengan Rp99.000/tahun, Anda bisa menikmati berita yang lebih mendalam dan bebas dari iklan dan berkesempatan mendapatkan hadiah utama mobil Daihatsu Rocky, sepeda motor NMax, dan hadiah menarik lainnya. Daftar Espos Plus di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Solopos.com - Panduan Informasi dan Inspirasi

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Berita Terkini

      Vaksin Meningitis Langka di RS Solo, Sebagian Jemaah Umrah Tunda Keberangkatan

      Vaksin meningitis yang langka di Kota Solo membuat sebagian jemaah umrah menunda keberangkatan sementara yang lainnya sampai berburu ke luar provinsi.

      Nikmatnya Soto Legendaris Mbok Dele Klaten, Jujukan Para Artis-Seniman Kondang

      Warung soto Mbok Dele menjadi salah satu warung legendaris di Klaten.

      Piknik ke Solo Sukoharjo Wongiri Naik KA Batara Kresna, Hanya Rp4.000/Orang

      Perjalanan menyenangkan Solo - Sukoharjo - Wonogiri menggunakan Kereta Api (KA) Batara Kresna dengan tarif hanya Rp4.000 per penumpang.

      54 Jabatan Perangkat Desa di Karanganyar Tak akan Diisi, Ini Alasannya

      Ada beberapa sebab puluhan jabatan perangkat desa di Kabupaten Karanganyar tidak diisi. Di antaranya adalah jabatan yang kosong diisi dari mutasi perangkat desa lainnya.

      Jamu Jampi Usodo, Warisan Nusantara Menyehatkan Dunia

      Jamu, dari bahasa Jawa kuno jampi atau usodo sebagai salah satu minuman tradisional Indonesia, telah diajukan ke UNESCO sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Nusantara yang menyehatkan dunia.

      Tiket Presale Konser Dewa 19 Solo di Edutorium UMS Ludes, Sisa Harga Normal

      Tiket presale konser Dewa 19 di Solo yang akan diselenggarakan pada 26 November 2022 di Edutorium UMS Sukoharjo ludes dibeli Baladewa.

      Dinilai Kurang Aman, Jembatan Sasak Bengawan Solo akan Diganti Jembatan Darurat

      Pemkot Solo berencana mengganti jembatan sasak di Kampung Beton, Kelurahan Sewu, ke Mojolaban, Sukoharjo, dengan jembatan darurat yang lebih aman.

      Wow! Penyandang Disabilitas Wonogiri Digelontor Rp1,2 Miliar

      Pemkab Wonogiri memberikan bantuan sosial (bansos) kepada 350 penyandang disabilitas di Pendapa Rumah Dinas Bupati Wonogiri, Jumat (30/9/2022).

      Keren! Mobil Listrik Mahasiswa UMS bakal Bersaing di Kompetisi Internasional

      Mobil listrik buatan mahasiswa UMS akan turut dalam kompetisi Shell Eco-marathon 2022 di Sirkuit Internasional Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat.

      Harga Kedelai Stabil Tinggi, Perajin Tempe Wonogiri Terpaksa Perkecil Ukuran

      Harga kedelai di Wonogiri stabil tinggi, sejak munclnya pandemi Covid-19 hingga sekarang.

      Pendaftar Perempuan Kurang dari 30%, Perekrutan Panwascam Sragen Diperpanjang

      Bawaslu Sragen memperpanjang masa pendaftaran panwascam di empat kecamatan karena tak terpenuhi kuota 30% pendaftar perempuan.

      Total Ada 3 Jembatan Sasak Sukoharjo - Solo, Ada yang Baru Proses Bangun

      Total ada 3 jembatan sasak Sukoharjo - Solo yang digunakan sebagai jalur alternatif warga selama penutupan Jembatan Mojo dan Jurug. Salah satunya masih proses pembangunan.

      Polres Karanganyar Salurkan Bantuan 20 Ton Beras

      Polres dan polsek-polsek di Kabupaten Karanganyar serentak menyalurkan bantuan beras total 20 ton kepada warga yang membutuhkan.

      Ditinggal Salat Jumat di Al Aqsha Klaten, 2 Helm Warga Trucuk Diembat Maling

      Aksi pencurian helm terjadi ketika pemilik sedang melaksanakan salat Jumat di Masjid Agung Al Aqsha Klaten, Jumat (30/9/2022) pukul 12.17 WIB.

      Jeritan Pelaku UMKM Karanganyar, Bahan Baku Naik Hingga Daya Beli Menurun

      Pelaku UMKM di Karanganyar berharap ada bantuan imbas dari kenaikan BBM. Mereka mengaku omzet mereka merosot setelah harga bahan baku naik dan daya beli masyarakat menurun akibat harga BBM naik.