Kategori: SragenBoyolali

Bandel, Pemudik Kacangan Boyolali Siap-Siap Karantina Di Dekat Kuburan


Solopos.com/Bayu Jatmiko Adi

Solopos.com, BOYOLALI -- Pemerintah Desa Kacangan, Andong, Boyolali, menyiapkan ruang karantina di dekat permakaman umum desa setempat untuk pemudik.

Keberadaan ruang karantina tersebut diharapkan bisa membuat jera perantau untuk mudik ke kampung halaman selama masa pandemi Covid-19.

Lokasi ruang karantina tersebut berada di antara bangunan Masjid Muqorrobiin dan permakaman. Ruang tersebut berlantai keramik dengan ukuran ruangan sekitar 6 meter x 4 meter.

Selembar karpet warna hijau digelar di salah satu sisi ruangan karantina bagi pemudik yang disiapkan Pemdes Kacangan, Boyolali, tersebut. Satu kipas angin dinding menjadi pelengkap ruangan itu.

Penyaluran Bansos Pandemi Covid-19 Sukoharjo, Legislator: Ini Ujian Bagi Aparatur Desa!

Di samping kanan ruang tersebut ada ruang dapur yang nantinya bisa dimanfaatkan penghuni ruang karantina. Kemudian ada satu pintu yang menghubungkan ruangan tersebut dengan ruang penyimpanan keranda.

Ruang karantina itu baru disiapkan tiga hari lalu. Menurut Kepala Desa Kacangan, Sudarsono, ruang karantina tersebut merupakan fasilitas desa yang ditujukan bagi pemudik yang tidak bisa tertib menjalankan isolasi mandiri di rumahnya.

Sebenarnya ada tiga tempat karantina untuk pemudik yang disiapkan Pemdes Kacangan, Boyolali. Selain rumah di sisi kuburan itu, juga ada lokasi karantina yang menempati bangunan dua sekolah dasar (SD) di desa tersebut.

Sering Mangsa Ternak, Piton 3,5 Meter dari Sungai Garuda Sragen Ditangkap Saat Ronda

Dua SD itu yakni SD Negeri Kacangan 2 dan SD Negeri Kacangan 3. Sudarsono mengatakan bangunan untuk karantina itu dulunya adalah tempat pengurus makam. Tapi bangunan itu lama tidak dipakai dan dijadikan gudang.

204 Pemudik

"Sekarang kami sulap menjadi tempat karantina. Kalau kelayakan, masih cukup layak. Dapur juga bisa dimanfaatkan karena setiap masjid ada hajat, memasaknya juga di lokasi itu," kata dia saat ditemui wartawan di kantornya, Kamis (7/5/2020).

Dia menjelaskan salah satu alasan Pemdes Kacangan, Boyolali, menyediakan lokasi karantina pemudik di bangunan dekat makam dan masjid adalah untuk mengingatkan masyarakat. "Covid-19 adalah jarak tercepat menuju kematian. Kami tidak mau hal itu terjadi pada warga," kata dia.

Ada 18 WNI ABK Korban Perbudakan di Kapal China, 4 Meninggal

Sudarsono mengatakan selama karantina ada baiknya lebih mendekatkan diri kepada Tuhan dengan beribadah. Kaitannya dengan makam, jika tidak tertib menjalankan prosedur pencegahan maka akan berakhir di permakaman.

Sejauh ini pelaku perjalanan atau pemudik di Kacangan yang telah tercatat ada 204 orang. Sejauh ini bagi pemudik yang datang harus menjalankan isolasi mandiri. Dari jumlah tersebut yang masih dalam masa pemantauan ada 37 orang.

"Setiap pemudik yang datang kami minta mengisi formulir yang menyatakan bersedia menjalani isolasi, baik isolasi secara mandiri atau isolasi di ruang yang difasilitasi desa. Jika isolasi mandiri ternyata tidak tertib, otomatis akan dipindahkan ke ruang karantina yang difasilitasi desa," lanjut dia.

Round Up Covid-19 Wonogiri: Pasien Sembuh Jadi 5 Orang, Warga Dilarang Ronda Malam

Selain itu, melalui tim satuan tugas penanganan dan pencegahan Covid 19, Desa Kacangan terus melakukan sosialisasi pencegahan Covid 19. Setiap warga diwajibkan mengenakan masker saat beraktivitas di luar rumah.

"Kami juga sudah membagikan 1.500 masker kepada masyarakat," kata dia.

Share
Dipublikasikan oleh
Suharsih