Kategori: Jateng

BANDARA AHMAD YANI : Menhub Minta Pengembangan Bandara Tidak Molor


Solopos.com/Imam Yuda Saputra/JIBI/Semarangpos.com

Bandara Ahmad Yani, proyek pengembangannya ditarget selesai pada 2018.

Solopos.com, SEMARANG - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meminta pemangku proyek pengembangan Bandara Ahmad Yani Semarang fokus pada penyelesian sehingga bisa beroperasi sesuai target pada 2018 mendatang. Selain itu, ia juga mengingatkan agar seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan proyek tetap menjalin koordinasi dengan TNI AD selaku pemilik lahan.

Pengembangan Bandara Ahmad Yani terbagi dalam empat paket dengan perincian paket II, yang meliputi pengerjaan apron dan taxiway, telah selesai. Sedangkan, pengerjaan paket I meliputi pembuatan jalan akses dan pebaikan lahan masih berlangsung.

Sementara paket III meliputi pembangunan terminal dan paket IV pembangunan kantor dan gedung operasional, pengerjaannya ditarget mulai pada Maret 2017.

“Untuk pengembangan bandara Ahmad Yani, secara konstruksi sudah presisi waktunya juga presisi, tapi jangan dilupakan perlunya kolaborasi dengan TNI AD karena banyak menggunakan lahan TNI AD,” kata Menhub saat mengunjungi Bandara Ahmad Yani, Semarang, Kamis (12/1/2017).

PT Angkasa Pura I sebelumnya memproyeksikan proses lelang pengerjaan pembangunan terminal Bandara Ahmad Yani Semarang senilaiRp989,9 miliar akan rampung pada Februari 2017 sehingga bisa selesai sesuai waktu yang ditargetkan.

Mengingat jadwal pengerjaan proyek lanjutan segera berlangsung pada bulan depan, Menhub mengingatkan semua pihak dalam pembangunan proyek pengembangan tak melalukan penyelewengan wewenang yang bisa menghambat kinerja yang telah disusun.

"Saya menilai proyek pembangunan bandara sudah bagus. Tapi harus saya ingatkan, jangan ‘melirik-lirik’ pembangunan proyek. Kalau mau main-main, sebaiknya tidak usah terlibat proyek,” tegasnya.

General Manager PT Angkasa Pura I Bandara Internasional Ahmad Yani, Priyo Jatmiko, mengatakan pengerjaan paket I yang belum selesai akan masih terus berlangsung mengingat rencana pembebasan lahan sebagian besar sudah bisa diselesaikan.

"Tanah milik Pemkot Semarang sudah ada yang dibebaskan, jadi akses menuju bandara sudah bisa dibangun, sebelumnya memang ada kendala pembebasan," ungkapnya.

Pengembangan bandara Ahmad Yani berada di area rawa-rawa, sehingga perlu penanganan khusus untuk memperkuat lapisan tanah sebelum konstruksi. Secara teknis, pengerjaan diatasi dengan memperkuat lahan menggunakan metode preverigated vertical drain (PVD).

Proyek yang dikerjakan nantinya akan meningkatkan kapasitas dan fasilitas kebandaraan seperti tempat parkir pesawat sebelumnya 29.032 meter persegi menjadi 72.500 meter persegi, jalur penghubung landas pacu, pembangunan terminal untuk menampung 6 juta penumpang, juga sejumlah gedung operasional.

Share
Dipublikasikan oleh
Imam Yuda Saputra