Bambang Pramono (kiri) menggantikan Bandoe Widiarto (kanan) sebagai pimpinan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Solo, Jumat (19/7/2019). (Solopos/Farida Trisnaningtyas)

Solopos.com, SOLO -- Ekonom Ahli Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter Bank Indonesia, Bambang Pramono, resmi menjabat sebagai Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Solo menggantikan Bandoe Widiarto.

Ini merupakan jabatan pertamanya di daerah setelah berkarier di BI pusat. Ia mengaku siap melanjutkan prestasi yang sudah ditorehkan pendahulunya, yakni menekan angka inflasi di bawah 3% serta menjalin komunikasi yang baik dengan seluruh stakeholders.

Bambang dilantik Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, bersama 22 pimpinan Bank Indonesia sekaligus serah terima jabatan 18 KPw BI di Jakarta pada 11 Juli 2019 lalu. Sedangkan serah terima jabatan KPw BI Solo dilakukan di Solo pada Jumat (19/7/2019).

“Tentunya saya akan melanjutkan apa yang sudah dicapai Pak Bandoe [Bandoe Widiarto]. Namun tentunya ini butuh sinergi dengan berbagai pihak, di antaranya pemerintah daerah, pengusaha, distributor, dan pelaku UMKM harus terus dijaga,” katanya kepada wartawan, akhir pekan lalu.

Menurutnya, apa yang diraih KPw Bank Indonesia Solo pada masa kepemimpinan Bandoe Widiarto patut diacungi jempol. Dari sisi moneter ada tiga hal yang perlu dilanjutkan dan ditingkatkan, yakni pengendalian inflasi yang sudah bagus, stabilitas sistem keuangan (SSK) yang tumbuh baik dilihat dari rasio nonperforming loan (NPL) atau kredit macet yang terjaga, serta pengelolaan uang rupiah.

“Tidak ada penjualan uang di luar perbankan dan BI. Artinya masyarakat bakal selalu mendapatkan kebutuhan uang mereka dan dengan kualitas yang bagus. Di sisi lain, mudah-mudahan bisa dikembangkan pariwisata, potensi MICE, dan keberadaan manufaktur produk tekstil untuk menunjang perekonomian kita,” imbuhnya.

Bandoe Widiarto yang kini menjabat Direktur Departemen Pengembangan UMKM Keuangan Inklusi dan Perlindungan Konsumen BI merupakan orang ke-22 yang pernah memimpin KPw BI Solo.

Selain itu, ia juga menjadi Kepala KPw BI Solo terlama kedua, yakni empat tahun (tepat empat tahun pada September 2019). “Hampir empat tahun saya menjabat di Solo, banyak pengalaman dan kenangan. Semoga silaturahmi tidak terputus,” ungkapnya.

Selama menjabat Kepala KPw BI Solo sejak 2014 hingga 2019, Bandoe sukses menekan inflasi dari angka 8,01% (2014) menjadi 2,35% (2019). Selain itu, pada 2019 KPw BI Solo berhasil memperoleh lima predikat dalam Culture Fair BI, yakni juara Change Agent Terbaik KPw Kelas A, peringkat ketiga Change Coordinator Terbaik KPw Kelas A, Juara Change Leader Terbaik KPw Kelas A, Juara Culture & Changer Awards KPw Kelas A, dan Best of The Best Satker.

Selain Bandoe Widiarto, Muhammad Taufik Amrozy, selaku Kepala Tim KPw BI Solo naik jabatan sebagai Kepala Perwakilan Bank Indonesia Tegal.

Suharsih
Editor:
Suharsih

Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten