Baliho Puan Maharani di Mana-Mana, PDIP Sudah tentukan Capres?

Para anggota DPR dari PDIP memasang baliho Puan Maharani di berbagai daerah di Indonesia.

 Baliho Puan Maharani. (detik.com)

SOLOPOS.COM - Baliho Puan Maharani. (detik.com)

Solopos.com, JAKARTA — Aroma Ketua DPR, Puan Maharani, bakal mencalonkan diri sebagai capres di 2024 menguat. Baliho yang menampilkan wajah Ketua DPP PDIP itu terpasang di banyak daerah di Indonesia.

Kabarnya, baliho-baliho  mencolok itu dipasang para anggota DPR dan para kader PDIP. “Yang dipasang itu bermacam-macam.  Untuk billboard itu spontanitas kolektif fraksi [PDIP]. Yang baliho dan spanduk ada yang dipasang oleh DPD/DPC, kader di daerah dan para sukarelawan,” kata Anggota DPR RI Fraksi PDIP Hendrawan Supratikno, Senin (2/8/2021).

“Yang anggota DPR memasang billboard,” katanya.

Baca Juga: Baliho Puan Maharani Ditulisi “Open BO”, PDIP Lapor Polisi

Hendrawan menepis anggapan pemasangan baliho Puan itu terkait pemilihan presiden yang masih tiga tahun lagi.  “Kami belum bicara 2024. Kami lebih fokus untuk memperkuat persatuan dalam menghadapi persoalan-persoalan berat yang sedang kita hadapi,” kata Hendrawan.

Ia menjelaskan pesan-pesan yang tertuang dalam baliho ataupun billboard tersebut. “Ini ekspresi kegembiraan karena Mbak PM [Puan Maharani] adalah perempuan pertama Ketua DPR dari 23 Ketua DPR dalam sejarah RI. Tagline-nya macam-macam. Ada yang berkaitan dengan imbauan perkuatan gotong royong menghadapi pandemi, penguatan semangat kebangsaan, dan dorongan optimisme menghadapi masa depan,” ujar Hendrawan.

Sementara itu, politikus dari partai PKB memiliki anggapan sebaliknya. Ketua PKB, Faisol Riza, menganggap Puan sudah menjadi capres PDIP.

Baca Juga: Puan Maharani Datang, Vaksinasi Di Surabaya Ditunda, Warga Kecewa

“Hari ini, secara fakta politik capres PDIP adalah Puan. Paling tidak itu yang kita saksikan. Kader lain silakan gigit jari, tapi semua tergantung sikap resmi PDIP nantinya,” kata Faisol kepada wartawan, Senin.

Dukungan Parpol Lain

PKB yakin Puan akan menarik dukungan dari partai lain. Dia menilai partai lain akan tertarik berkoalisi dengan PDIP jika Puan benar-benar dicapreskan.

“PDIP merupakan partai besar yang memiliki komitmen besar pada kebangsaan dan Puan adalah salah satu tokoh muda yang memiliki masa depan politik cerah, wajar jika semua partai politik berpikir untuk berkoalisi,” ujarnya.

Apakah PKB juga tertarik mengusung Puan?

Baca Juga: Yang Posting Puan Maharani, Yang Disalami Netizen Malah Ganjar

“Berikan kesempatan dulu untuk PKB membantu pemerintah menangani covid-19. Ini sikap resmi,” ujar Faisol menjawab pertanyaan tersebut.

Baliho Puan Maharani juga banyak tersebar di kawasan Soloraya.

Berita Terkait

Espos Premium

Akhirnya Indonesia Pilih Kapal Perang Baru Desain Inggris

Akhirnya Indonesia Pilih Kapal Perang Baru Desain Inggris

Indonesia membeli lisensi desain kapal perang jenis frigat yang akan dibuat oleh PT PAL di Surabaya. Desain yang dipilih adalah Arrowhead 140 dari Babcock, Inggris, yang berbobot lebih dari 5.000 ton dan akan menjadi kapal frigat terbesar Indonesia.

Berita Terkini

118,36 Juta Dosis Telah Disuntikkan, Pemerintah Terus Upayakan Akselerasi Vaksinasi

Akselerasi vaksinasi baik dalam hal distribusi maupun pelaksanaannya terus dilakukan Pemerintah.

Akhirnya Indonesia Pilih Kapal Perang Baru Desain Inggris

Indonesia membeli lisensi desain kapal perang jenis frigat yang akan dibuat oleh PT PAL di Surabaya. Desain yang dipilih adalah Arrowhead 140 dari Babcock, Inggris, yang berbobot lebih dari 5.000 ton dan akan menjadi kapal frigat terbesar Indonesia.

Buntut Buka-Bukaan Soal Gaji, Krisdayanti Dipanggil Fraksi PDIP, Diberi Sanksi?

Krisdayanti dipanggil Fraksi PDIP DPR RI untuk dimintai klarifikasi terkait pernyataannya soal gaji DPR yang membuat heboh.

Kapal Pengayoman IV Milik Kemenkum HAM Terbalik di Cilacap, 2 Meninggal 5 Selamat

Kapal Pengayoman IV milik Kemenkum HAM terbalik di Cilacapn karena embusan angin kencang yang membuat kapal terbalik.

KPK Rilis Barang Bukti dan Tersangka OTT Kalimatan Selatan

Barang bukti uang senilai Rp345 juta

Guru Besar IPB Sebut Sapi Bisa Memicu Pemanasan Global, Kok?

Sapi dianggap bisa berdampak pada terjadinya pemanasan global akibat gas metana yang hewan ini keluarkan saat bersendawa.

Relawan Kawan Sandi Mulai Bergerak, Dukung Sandiaga Uno Nyapres

Relawan Kawan Sandi dideklarasikan kemarin, Kamis (16/9/2021) sejatinya untuk memperjuangkan nasib rakyat kecil di tengah pandemi.

Samudra Biru Penjara

Keahlian kunci merehabilitasi narapidana ternyata berada di luar ranah kementerian yang bertanggung jawab atas eksistensi dan pengelolaan penjara.

Closing Ceremony of 2nd AP IEOM 2021: IEOM Society Awards Universitas Sebelas Maret

Universitas Sebelas Maret was successful as host of the Second Asia Pacific Conference on Industrial Engineering and Operations Management (2nd APIEOM), September 13-16, 2021.

Round Up: JoMan Kasih Dukungan Nyapres, Ganjar Ngaku Sibuk Mikir Covid-19

Dua kelompok sukarelawan, Ganjarist dan Jokowi Mania (JoMan) kini menyatakan dukungannya kepada Ganjar Pranowo untuk nyapres. Namun, sejauh ini Ganjar masih acuh dengan dukungan itu.

10 Berita Terpopuler : Jejak Istana Konglomerat Pertama Asia Tenggara di Semarang - Bupati Sragen Dilaporkan ke Polisi

Kisah istana peninggalan konglomerat di Semarang hingga Bupati Sragen dilaporkan ke polisi masuk daftar 10 berita terpopuler Solopos.com pagi ini.

Kamu Vaksin di Luar Negeri? Ini Cara Dapat Sertifikat Vaksinasi di Aplikasi Pedulilindungi

Berikut ini terdapat cara memperoleh sertifikat vaksinasi di aplikasi Pedulilindungi bagi kamu yang melakukan vaksin di luar negeri.

Solopos Hari Ini: Tarik Menarik Mesin Sukarelawan, Menyayangkan Dinginnya Sikap Presiden

Dukungan JoMan kepada Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, untuk maju menjadi capres 2024 menjadi ulasan utama Koran Solopos hari ini.

Wartawan Ditemukan Mengapung di Sungai

Belum diketahui apa penyebab yang membuat korban meninggal dunia karena masih dilakukan penyelidikan.

IDI: Sesuai Konvensi Jenewa, Nakes Harus Dilindungi dari Siapapun

Sesuai Konvensi Jenewa 1949, nakes harus dilindungi.

Ya Tuhan, Jenazah Nakes Korban KKB Papua Belum Bisa Dievakuasi

Jenazah korban berada di kedalaman sekitar 500 meter sehingga cukup sulit untuk dievakuasi dengan peralatan seadanya