Baliho di Mana-Mana, Puan Dikenali atau Tidak?

Hasilnya, ada yang mengenal dan ada juga yang tidak mengenali Puan.

 Baliho Puan Maharani di Kantor DPC PDIP Blitar jadi sasaran vandalisme. (suara.com/Istimewa)

SOLOPOS.COM - Baliho Puan Maharani di Kantor DPC PDIP Blitar jadi sasaran vandalisme. (suara.com/Istimewa)

Solopos.com, SURABAYA–Baliho Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani menjamur di mana-mana.

Tak terkecuali di Surabaya. Hampir di setiap jalan protokol, baliho Ketua DPR RI itu tampil menghiasi papan reklame.

Detikcom kemudian menanyakan ke sejumlah warga terkait baliho tersebut.

Hasilnya, ada yang mengenal dan ada juga yang tidak mengenali Puan.

Baca Juga: PDIP Beri Catatan Pemerintah Jokowi Soal Penanganan Covid-19 

Salah satu warga Surabaya, Oni, 24, misalnya  mengaku tidak mengenal sama sekali Puan Maharani.

Pria pemilik warung kopi (warkop) itu juga menilai baliho yang beredar biasa saja.

Mboten kenal kula (tidak tahu saya). Dibilang menarik (baliho) juga biasa saja,” ujar Oni, Selasa (4/8/2021).

Tidak Tahu

Senada, Jihan, 34, perempuan yang sehari-hari sebagai ibu rumah tangga juga mengaku tak mengetahui Puan. Sebaliknya, ia malah menanyakan asal usulnya.

“Tidak. Orang mana. Saya ndak tahu orang-orang seperti itu,” tutur Jihan.

Berbeda dengan dua warga di atas, Sugeng, 49, salah satu warga yang sehari-hari bekerja sebagai sopir bus mengaku mengetahui Puan sebagai ketua DPR RI.

“Anaknya Megawati. Ya, sedikit saja yang saya tahu selain itu dia juga Ketua DPR kan,” kata Sugeng.

Sugeng menilai baliho itu kemungkinan sebagai pengenalannya untuk Pilpres 2024.

Menurutnya, pemasangan baliho itu tidak membawa dampak bagi rakyat.

Baca Juga: Sindiran Nylekit Ganjarist Soal Baliho Puan Maharani di Mana-Mana 

“Barangkali untuk memperkenalkan diri guna Pilpres 2024. Ya gak apa-apa sih uang mereka juga. Dan lagi banyak iklan-iklan atau baliho seperti itu. Tapi intinya gak ada efek bagi orang kecil kayak saya,” kata Sugeng.

Ditanya apakah akan memilih Puan seandainya maju di Pilpres 2024? Sugeng mengaku tidak tahu.

Ia hanya menegaskan siapapun presidennya tak akan mengubah nasib orang-orang sepertinya.

“Belum tahu, karena bagi saya siapapun presidennya gak akan merubah hidup saya. Yang penting tetap berpikir untuk kemajuan dan kerukunan NKRI, itu saja,” tandas Sugeng.

 

Berita Terkait

Berita Terkini

IDI: Sesuai Konvensi Jenewa, Nakes Harus Dilindungi dari Siapapun

Sesuai Konvensi Jenewa 1949, nakes harus dilindungi.

Ya Tuhan, Jenazah Nakes Korban KKB Papua Belum Bisa Dievakuasi

Jenazah korban berada di kedalaman sekitar 500 meter sehingga cukup sulit untuk dievakuasi dengan peralatan seadanya

Waspada! Pengadaan Barang dan Jasa Masih Jadi Ladang Korupsi

Ketika mereka bersekongkol secanggih apapun peralatan atau sistem pasti akan jebol,

KPK Ungkap Rekayasa Proyek di Kabupaten Hulu Sungai Utara

Sebelum lelang, Maliki diduga telah lebih dulu memberikan persyaratan lelang pada Marhaini dan Fachriadi dengan kesepakatan fee 15 persen.

Kerja Sama UNS dengan STP Dukung MBKM Bagi Mahasiswa

Kerja sama ini lebih khusus dijalin STP dengan SV, FT, dan FMIPA UNS meliputi bidang pendidikan dalam pelaksanaan MBKM.

4 Guru Besar Desak Jokowi Tegas kepada KPK

Enam pegawai KPK yang sempat diberi kesempatan untuk ikut pelatihan bela negara akan pula diberhentikan bersama 51 pegawai KPK

Presiden dan Gubernur DKI Kalah dalam Gugatan Polusi Udara

Anies menyebut Pemprov DKI Jakarta juga memiliki visi untuk menyediakan udara bersih bagi setiap warga yang tinggal di Ibu Kota.

Komisioner KPI Ralat Ucapan Ketuanya terkait Saipul Jamil

Mulyo mengatakan pernyataan Agung Suprio kurang tepat sehingga menimbulkan persepsi berbeda di masyarakat.

Singgung Prabowo, Gus Nur: Sebuah Pengkhianatan

Ustaz Fahim menceritakan sampai kehabisan uang demi memenangkan Prabowo.

DPR Apresiasi Kapolri Larang Polisi Main Tangkap Pendemo Jokowi

Arahan Kapolri, setiap pengamanan kunjungan kerja Presiden agar dilakukan secara humanis dan tidak terlalu reaktif.

Terkait BLBI, Keluarga Bakrie Punya Utang Rp22,6 Miliar ke Negara

Nirwan Dermawan Bakrie dan Indra Usmansyah Bakrie merupakan saudara kandung dari Aburizal Bakrie.

Disangka Akali Keuangan Daerah, Eks Gubernur Alex Noerdin Ditahan

Dengan dalih tidak mempunyai pengalaman teknis dan dana, PDPDE Sumsel bekerja sama dengan investor swasta membentuk perusahaan patungan.

Proyeksi Ekonomi Indonesia Sejalan dengan Ekspektasi Pemulihan Ekonomi Global

Semua negara berupaya untuk bangkit dari pandemi Covid-19 dan mendorong pemulihan ekonomi, termasuk di Indonesia.

Hentikan Glorifikasi Taliban!

Skenario masa depan yang harus dihadapi Taliban adalah akan terpaksa dan dipaksa lebih terbuka dan inklusif.

Mentan dan Mendag Berkolaborasi Selesaikan Persoalan Para Peternak

Mentan Syahrul Yasin Limpo bersama Mendag Muhammad Lutfi siap memecahkan persoalan para peternak mandiri, salah satunya pakan.