Balas PSBB, Polres Sragen Bakal Halau Kendaraan Berpelat Jatim Masuk Jateng
Mobil Toyota Fortuner warna hitam keluar dari exit tol Pungkruk, Sidoharjo, Sragen, yang kondisinya sepi, Sabtu (23/5/2020). (Solopos/Tri Rahayu)

Solopos.com, SRAGEN -- Polres Sragen akan melakukan penyekatan untuk menghalau kendaraan berpelat nomor Jawa Timur atau Jatim yang masuk ke Jateng melalui Sragen.

Hal itu sebagai tindakan balasan atas pelarangan kendaraan dari Sragen yang masuk ke Jatim lewat Ngawi. Pelarangan ini buntut dari pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Jatim.

Terkait dengan kondisi tersebut, Polres Sragen akan membalas dengan melakukan penyekatan jalan di Toyogo, Sambungmacan, Selasa (26/5/2020).

Jenguk Anak Di Sukoharjo, Warga Demak Positif Covid-19

Dalam penyekatan tersebut, seluruh kendaraan berpelat nomor Jatim yang hendak masuk Jateng lewat Sragen akan diminta berputar balik.

Rencana tersebut diungkapkan Kasatlantas Polres Sragen AKP Sugiyanto mewakili Kapolres Sragen AKBP Raphael Sandhy Cahya Priambodo saat berbincang dengan Solopos.com di Pos Pengamanan Exit Tol Sidoharjo, Sragen, Sabtu (23/5/2020).

“Memang kendaraan dari Jateng tidak boleh masuk Ngawi semua karena Jatim diberlakukan PSBB. Selasa besok, saya balas. Pelat dari luar Jateng yang dari timur juga tidak boleh masuk Jateng. Kendaraan dari Ngawi juga tidak boleh masuk Jateng,” ujarnya.

H-1 Lebaran, Pemudik Masih Terus Berdatangan di Terminal Wonogiri

Sugiyanto mengatakan pada H-1 Lebaran lalu lintas cenderung turun dan normal termasuk kendaraan berpelat nomor Jatim yang hendak masuk Jateng lewat Sragen.

Dia melihat lalu lintas di jalan tol juga sepi. Demikian pula di jalan arteri yang turun 20%-30%. Dia memantau di Gemolong dan Masaran sepi, apalagi malam hari.

Kondisi sekarang jauh dibandingkan dengan H-1 Lebaran tahun lalu. “Kendaraan yang lewat hanya didominasi kendaraan lokal Sragen. Dari luar Sragen paling hanya dari seputaran Soloraya. Dari luar kota praktis tidak ada. Kalau dibandingkan awal Mei lalu ada penurunan baik di arteri maupun tol,” ujarnya.

Salat Idulfitri di Alun-Alun Karanganyar Dibatalkan, Masyarakat Diminta Laksanakan di Rumah

Selain kendaraan dari Jatim yang masuk Sragen, kendaraan di exit tol Pungkruk, Sidoharjo, juga terpantau sepi. Pantauan Solopos.com di exit tol Pungkruk, Sidoharjo, Sabtu siang, setiap 10 menit hanya ada lima kendaraan yang keluar tol.

Jalur Tikus

Artinya rata-rata setiap dua menit hanya satu kendaraan yang keluar tol. Kepala Pos Pengamanan Exit Tol Pungkruk, Sidoharjo, Sragen, Iptu Rajiman, mengatakan kendaraan yang melintas di tol juga kendaraan lokal dari Solo, Sragen, dan sekitarnya.

Penurunannya pada H-1 Lebaran ini justru mencapai 90% dibandingkan dengan H-1 Lebaran tahun lalu. “Hal ini terjadi kemungkinan karena adanya pembatasan di wilayah Brebes atau perbatasan Jateng dan Jawa Barat dan di Ngawi atau perbatasan Jateng-Jatim,” ujarnya.

2 Lagi Pasien Positif Corona Klaster Gowa Karanganyar Sembuh, Dari Colomadu dan Kerjo

Lalu lintas yang tidak terpantau, menurut Rajiman, justru di jalur tikus. Lalu lintas pemudik di jalur tikus sulit dipantau. Rajiman menyampaikan tim di Pos Pengamanan Exit Tol Pungkruk sudah mengurangi aktivitas penyekatan jalan karena melihat situasi dan kondisi.

Dalam sehari biasanya ada 2-3 kali penyekatan jalan, terutama dari jalur exit tol. “Paling sekarang sore hari. Yang ramai justru pada pukul 20.00 WIB itu pun di jalur arteri,” ujarnya.

Aktivitas di Pos Pengamanan Exit Tol Pungkruk sempat dimonitor Anjak Korlantas Mabes Polri Kombes Pol Latif Usman pada Sabtu Siang. Usman menumpang untuk Salat Zuhur sambil pemantauan arus lalu lintas. Dia enggan memberi keterangan kepada Solopos.com karena hanya singgah sementara.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho