Balai Bahasa Jateng Ajak Guru Aktif Kelola Media Massa Sekolah
Balai Bahasa Provinsi Jateng mengadakan bimbingan teknis penulisan kreatif di media massa sekolah di Kabupaten Cilacap, Senin-Kamis (1-4/3/2021). (Istimewa/Balai Bahasa Provinsi Jateng)

Solopos.com, SOLO -- Media massa memiliki kekuatan yang luar biasa untuk memengaruhi ide seseorang. Selain itu, media massa juga mampu memotivasi.

Media massa di sekolah harus bisa dikelola dan dimanfaatkan menjadi media pembelajaran bahasa dan sastra. “Media massa diibaratkan sebagai sebuah jarum suntik besar yang memiliki kapasitas. Yakni sebagai stimulus yang kuat dan menghasilkan respons yang kuat, spontan, otomatis, serta reflektif,” kata Ganjar Harimansyah, Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah, pada Bimbingan Teknis Penulisan Kreatif di Media Massa Sekolah Kabupaten Cilacap di SMK Negeri 1 Cilacap, Senin (1/3/2021).

Ganjar menjelaskan media massa sekolah dapat digunakan untuk menyalurkan pesan. Pesan itu bisa berupa bahan pembelajaran untuk menyebarkan berita dan pesan. Dengan begitu, karya yang ditulis oleh siswa dapat merangsang perhatian, minat, pikiran, dan perasaan siswa. “Selain siswa diajari meliput berita di lingkungan sekolah, siswa dapat menulis puisi, cerpen, resensi buku atau materi pelajaran yang dikemas dalam bentuk infografik atau bahkan komik,” tandasnya.

Baca Juga: Ternyata Bukan Gibran, Ini Kepala Daerah Termuda Di Jawa Tengah, Suami Artis

Ketua Panitia, Suryo Handono, menyatakan menulis merupakan sebuah kebutuhan dalam peningkatan kreativitas literer. Aktifitas tersebut perlu dibiasakan dalam kehidupan. Namun, dalam praktiknya, terdapat hambatan karena keterampilan menulis belum merata.

Hambatan itu juga dialami komunitas guru dalam mengajarkan materi menulis dan mengelola kepada siswa. “Untuk itu, Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah melaksanakan program fasilitasi dan pembinaan masyarakat untuk meningkatkan jumlah penutur bahasa Indonesia terbina. Program ini dilaksanakan dalam bentuk pemberdayaan komunitas literasi,” ujarnya.

Menulis Kreatif di Media Massa Sekolah

Bimbingan teknis tersebut diharapkan menghasilkan sejumlah guru yang terlatih dalam mengelola, menggunakan bahasa, menuangkan ide dalam berbagai bentuk tulisan kreatif di media massa sekolah, dan sebuah naskah antologi esai.

Selain itu, kegiatan ini diharapkan membawa dampak pada peningkatan kualitas penggunaan bahasa Indonesia dan pengelolaan media massa di sekolah. “Diharapkan majalah dinding, jurnal, majalah, tabloid, buletin, brosur, dan pamflet akan dapat dikelola secara bagus dengan bahasa yang baik juga. Selain itu, akan meningkat kegairahan menuangkan ide melalui tulisan kreatif,” jelasnya.

Baca Juga: Meski Tetanggaan, Kisah Cinta Wali Kota Solo Gibran Dan Selvi Berawal Di Singapura

Bimbingan Teknis Penulisan Kreatif di Media Massa Sekolah Kabupaten Cilacap tersebut diikuti oleh 40 guru SMP, SMA, dan SMK secara tatap muka serta 400 orang bisa mengikuti secara virtual, baik melalui Zoom maupun Youtube. Bimbingan teknis yang diselenggarakan selama empat hari itu menghadirkan narasumber yang berkompeten di bidangnya, peneliti dan penyuluh dari Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah, praktisi media massa Solopos dan Suara Merdeka, serta guru.

Dalam kegiatan itu, Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah bekerja sama dengan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Indonesia SMP, SMA, dan SMK Kabupaten Cilacap. Acara diselenggarakan pada Senin—Kamis (1—4/3/2021), pukul 08.00 WIB—15.30 WIB.



Berita Terkini Lainnya








Kolom