Sejumlah pengunjung membaca komik Situs Liyangan pada pergelaran Rumah Peradaban Situs Liyangan 2019, Minggu (6/10/2019). (Antara-Heru Suyitno)

Solopos.com, TEMANGGUNG — Balai Arkeologi (Balar) Yogyakarta, Minggu-Selasa (6-8/10/2019), menggelar agenda Rumah Peradaban Situs Liyangan 2019 di kawasan Situs Liyangan, Desa Purbosari, Kecamatan Ngadirejo, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah.

Kepala Balar Yogyakarta Sugeng Riyanto di Temanggung, Minggu, mengatakan Rumah Peradaban Situs Liyangan 2019 ditujukan bagi siswa dan masyarakat umum di wilayah Kabupaten Temanggung. Agenda Rumah Peradaban Situs Liyangan 2019, lanjutnya, berpadu dengan lokakarya ekskavasi bagi para siswa SMA di sekitar Situs Liyangan, Senin-Selasa.

Program Rumah Peradaban, terangnya, merupakan program terobosan Pusat Penelitian Arkeologi Nasional (Puslitarkenas) bersama balai-balai arkeologi di Indonesia untuk memasyarakatkan hasil penelitian arkeologi secara lebih cepat dan tepat. Bentuknya tidak fisik tetapi lebih diarahkan pada berbagai media informasi agar masyarakat dapat memahami peradaban leluhurnya dengan baik sehingga pada gilirannya dapat mendorong peningkatan pembangunan karakter sebagai bangsa yang berbudaya adi luhung.

Ia menuturkan esensi dan semangat Program Rumah Peradaban yang meliputi menggali, memaknai, dan mencintai beriringan dengan semangat pemerintah dalam mendorong revolusi mental bangsa Indonesia ke arah yang lebih baik dalam menghadapi perubahan-perubahan global pada banyak segi kehidupan. Hasil-hasil penelitian arkeologi yang telah dicapai oleh Balar Yogyakarta telah dikembangkan dalam berbagai bentuk media dan pada gilirannya juga dapat menjadi materi untuk menginformasikan kepada masyarakat mengenai berbagai pengalaman bangsa pada masa lalu yang dapat diteladani.

Bentuk kegiatan dasar Rumah Peradaban yang dikembangkan meliputi destinasi pendidikan, peraga pendidikan, dan buku pengayaan pendidikan. Secara fisik, akunya, terdapat Pojok Ruang Peradaban yang bisa dikunjungi masyarakat. Di tempat itu, anak-anak bisa bermain kwartet, ular tangga, dan mendapatkan informasi baru tentang Situs Liyangan, termasuk buku komik Situs Liyangan.

Di Pojok Ruang Peradaban itu pula, Balar Yogyakarta menggelar Bedah Buku Komik Situs Liyangan dengan narasumber dari Dinas Pendidikan Kabupaten Temanggung. "Komik itu arahnya ke pendididkan, pelajar, dari kacamata audien seperti apa, kekurangan dan kelebihan komik yang kita buat itu," katanya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber: Antara


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten