Bakul Tengkleng Solo Baru: Puluhan Tahun Jualan Tak Pernah Diprotes

Bakul tengkleng yang viral di Solo Baru mengaku sudah lama berjualan dan selama ini tidak pernah ada pelanggan yang protes saat membayar.

 Warung tengkleng di Solo Baru, Grogol, Sukoharjo, yang viral karena dinilai ngepruk harga. (Solopos/Candra Mantovani)

SOLOPOS.COM - Warung tengkleng di Solo Baru, Grogol, Sukoharjo, yang viral karena dinilai ngepruk harga. (Solopos/Candra Mantovani)

Solopos.com, SUKOHARJO — Warung tengkleng Harsi di Solo Baru, Sukoharjo, yang dikritik masyarakat karena dianggap mematok harga selangit diketahui sudah ada selama puluhan tahun lalu. Meskipun begitu kisah harga yang terkesan “ngepruk” tersebut baru viral beberapa waktu terakhir.

Kisah terkait viralnya warung tengkleng tersebut mencuat setelah adanya postingan sejumlah review dari Google Maps yang dihimpun dan tangkapan layarnya diunggah beberapa akun media sosial. Respons tersebut kemudian ditanggapi macam-macam oleh masyarakat dan ikut terpicu mengungkapkan pengalaman mereka yang serupa.

Sementara itu, Harsi, 55, pemilik warung tengkleng yang viral mengaku sudah berjualan lama sekali. Selama itu, juga ia mengaku tidak pernah mendapatkan protes atau berdebat dengan pelanggan terkait harga yang dipatok saat proses pembayaran.

Baca Juga: Paguyuban PKL Solo Baru Gerak Cepat Edukasi Bakul Tengkleng Viral

Karenanya ia juga tidak mengira cara berjualan yang ia terapkan menjadi buah bibir masyarakat. “Ya saya itu sudah tua, tidak tahu Internet dan tidak bisa baca. Saya tidak tahu kalau jadi pembicaraan. Saya hanya menyadari dagangan saya sepi beberapa waktu terakhir,” ungkapnya kepada Solopos.com ketika berkunjung ke rumahnya, Senin (6/12/2021).

Harsi bercerita mulai berjualan tengkleng setelah suaminya meninggal dan mengganti peran suaminya sebagai tulang punggung keluarga. Ia mengatakan sejumlah pekerjaan pernah ia lakoni sebelum akhirya memutuskan berjualan tengkleng.

Berjuang Sendiri

“Sudah lama sekali, tapi saya lupa tahun kapan saya mulai berjualan. Sebelum jualan, saya pernah jadi buruh tani, buruh bangunan, dan pekerjaan serabutan lainnya,” imbuhnya.

Baca Juga: Puluhan Atlet Berprestasi di Sukoharjo Dapat Apresiasi dari Pemkab

Dari hasil jualannya tersebut, Harsi mengaku bisa menghidupi dua putrinya dan menyekolahkan putri keduanya hingga bangku kuliah. Hingga saat ini, Harsi mengaku hidup sendirian lantaran kedua anaknya sudah berkeluarga dan tinggal di rumah yang berbeda.

“Ya anak saya juga ada yang jualan. Tapi sekarang saya jualan untuk kebutuhan sendiri sehari-hari. Tapi kalau anak saya minta saya bisa ngasih, itu saja,” ucapnya.

Baca Juga: Polres Sukoharjo Kirim 4 Truk Bantuan untuk Korban Erupsi Semeru

Sementara itu, Ketua Paguyuban PKL Setia Kawan Solo Baru, Sudarsi, mengatakan Harsi diketahui sudah berjualan tengkleng di Solo Baru sejak lama. Namun, ia juga mengakui Harsi sempat dua kali pindah lapak dan terakhir di Jl Kunir, Solo Baru.

“Ibunya sudah lama sekali jualan. Soalnya ada teman saya juga yang sempat mengeluhkan jajan di situ membayar dengan harga mahal. Itu kalau tidak salah sudah 15 tahun yang lalu. Di tempat sebelumnya, beda dengan saat ini. Jadi memang sudah lama,” ucapnya.

Berita Terkait

Berita Terkini

20 Jalan Bersimpangan Tol, Pemkab Klaten Ingin Konstruksi Tahan Gempa

Pemkab mengusulkan agar konstruksi pada ruas jalan kabupaten yang bersimpangan dengan jalan tol berupa konstruksi jembatan, bukan box culvert.

Tahapan Pemilu 2024 Dimulai Tahun Ini, Bawaslu Solo Panaskan Mesin

Bawaslu Kota Solo sudah mulai bersiap menghadapi tahapan Pemilu 2024 yang akan dimulai pada 2022 ini, salah satunya memetakan potensi pelanggaran.

8 Keluarga di Klaten Ini Dikepung Sungai dan Jalan Tol Solo-Jogja

Sekitar 14 jiwa di Dukuh Pasekan, Desa Ngabeyan, Kecamatan Karanganom, Klaten, tinggal pada satu kompleks yang dikepung sungai dan jalan tol Solo-Jogja.

Sepekan 9.069 Wong Sukoharjo Disuntik Vaksin Booster

Vaksinasi booster di Sukoharjo dicanangkan saat kunjungan kerja Ketua DPR RI, Puan Maharani, di Griya Sejahtera, Desa Cemani, Kecamatan Grogol, pada 19 Januari 2022.

Untung Maksimal, Porang Jadi Primadona Petani Jatisari Wonogiri

Penanaman dan perawatan porang mudah, tetapi petani bisa memperoleh keuntungan usaha yang besar.

BLK Boyolali Buka 6 Program Pelatihan Kerja Gratis, Buruan Daftar Lur

Walaupun lokasi pelatihan berada di BLK Boyolali, namun peserta yang ingin mendaftar diperbolehkan dari luar Boyolali.

Anak Disabilitas Korban Pemerkosaan di Tanon Sragen Dipindahkan ke Solo

Anak disabilitas di bawah umur asal Tanon, Sragen, korban pemerkosaan bersama keluarganya dipindahkan ke Balai Besar Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Fisik Prof. Dr. Soeharso Solo.

Kasus Pencabulan Anak Disabilitas di Tanon Bukan yang Pertama di Sragen

Aliansi Peduli Perempuan Sukowati (APPS) pernah menangani empat kasus pencabulan dengan korbannya adalah anak disablitas (keterbelakangan mental) di Sragen.

5 Sampel Swab Satu Keluarga di Sukoharjo Dicek WGS

Keluarga tersebut tidak memiliki riwayat perjalanan ke luar kota, namun berdasarkan hasil swab PCR, CT value mereka kurang dari 30.

Tarif Manahan dan Sriwedari Diprotes, Gibran: Silakan Ajukan Keringanan

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka berjanji memberikan keringanan bagi yang mengajukan keberatan mengenai tarif sewa atau penggunaan fasilitas di Stadion Manahan dan Sriwedari.

Pembangunan Telaga Madirda Diduga Menyimpang, Kejari Turun Tangan

Kejari Karanganyar menyelidiki dugaan adanya penyimpangan dalam proyek pengembangan Telaga Madirda oleh BUMDes Berjo, Kecamatan Ngargoyoso.

Hujan Disertai Angin, 2 Bangunan Telaga Rindu Resto Lalung Roboh

Bangunan Telaga Rindu Resto di Kelurahan Lalung, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Karanganyar roboh diterjang hujan disertai angin.

Sukses Ubah Citra Kemukus, Bupati Siap Bongkar 2 Tempat Lokalisasi Lain

Bupati Sragen akan membongkar Pasar Nglangon dan Pasar Joko Tingkir untuk menghilangkan citra buruk sebagai tempat lokalisasi terselubung.

Polisi Sukoharjo Bekuk Penipu Berkedok Jual Minyak Goreng Murah

Penangkapan berawal dari laporan salah satu korban ke personel Satreskrim Polres Sukoharjo yang mengaku tertipu Rp58 juta lantaran termakan iming-iming memperoleh minyak goreng murah.

Petugas Sampah Kelurahan Solo Pakai Trik Ini demi Hindari Antre di TPA

Antrean kendaraan pengangkut sampah di TPA Putri Cempo, Mojosongo, Solo, terjadi hampir setiap pagi membuat petugas sampah kelurahan mencari cara menghindarinya.