Bakul Tengkleng Solo Baru: Puluhan Tahun Jualan Tak Pernah Diprotes

Bakul tengkleng yang viral di Solo Baru mengaku sudah lama berjualan dan selama ini tidak pernah ada pelanggan yang protes saat membayar.

 Warung tengkleng di Solo Baru, Grogol, Sukoharjo, yang viral karena dinilai ngepruk harga. (Solopos/Candra Mantovani)

SOLOPOS.COM - Warung tengkleng di Solo Baru, Grogol, Sukoharjo, yang viral karena dinilai ngepruk harga. (Solopos/Candra Mantovani)

Solopos.com, SUKOHARJO — Warung tengkleng Harsi di Solo Baru, Sukoharjo, yang dikritik masyarakat karena dianggap mematok harga selangit diketahui sudah ada selama puluhan tahun lalu. Meskipun begitu kisah harga yang terkesan “ngepruk” tersebut baru viral beberapa waktu terakhir.

Kisah terkait viralnya warung tengkleng tersebut mencuat setelah adanya postingan sejumlah review dari Google Maps yang dihimpun dan tangkapan layarnya diunggah beberapa akun media sosial. Respons tersebut kemudian ditanggapi macam-macam oleh masyarakat dan ikut terpicu mengungkapkan pengalaman mereka yang serupa.

Promosi24 Tahun Kerusuhan Mei 1998 di Solo, Bermula dari Demo Mahasiswa

Sementara itu, Harsi, 55, pemilik warung tengkleng yang viral mengaku sudah berjualan lama sekali. Selama itu, juga ia mengaku tidak pernah mendapatkan protes atau berdebat dengan pelanggan terkait harga yang dipatok saat proses pembayaran.

Baca Juga: Paguyuban PKL Solo Baru Gerak Cepat Edukasi Bakul Tengkleng Viral

Karenanya ia juga tidak mengira cara berjualan yang ia terapkan menjadi buah bibir masyarakat. “Ya saya itu sudah tua, tidak tahu Internet dan tidak bisa baca. Saya tidak tahu kalau jadi pembicaraan. Saya hanya menyadari dagangan saya sepi beberapa waktu terakhir,” ungkapnya kepada Solopos.com ketika berkunjung ke rumahnya, Senin (6/12/2021).

Harsi bercerita mulai berjualan tengkleng setelah suaminya meninggal dan mengganti peran suaminya sebagai tulang punggung keluarga. Ia mengatakan sejumlah pekerjaan pernah ia lakoni sebelum akhirya memutuskan berjualan tengkleng.

Berjuang Sendiri

“Sudah lama sekali, tapi saya lupa tahun kapan saya mulai berjualan. Sebelum jualan, saya pernah jadi buruh tani, buruh bangunan, dan pekerjaan serabutan lainnya,” imbuhnya.

Baca Juga: Puluhan Atlet Berprestasi di Sukoharjo Dapat Apresiasi dari Pemkab

Dari hasil jualannya tersebut, Harsi mengaku bisa menghidupi dua putrinya dan menyekolahkan putri keduanya hingga bangku kuliah. Hingga saat ini, Harsi mengaku hidup sendirian lantaran kedua anaknya sudah berkeluarga dan tinggal di rumah yang berbeda.

“Ya anak saya juga ada yang jualan. Tapi sekarang saya jualan untuk kebutuhan sendiri sehari-hari. Tapi kalau anak saya minta saya bisa ngasih, itu saja,” ucapnya.

Baca Juga: Polres Sukoharjo Kirim 4 Truk Bantuan untuk Korban Erupsi Semeru

Sementara itu, Ketua Paguyuban PKL Setia Kawan Solo Baru, Sudarsi, mengatakan Harsi diketahui sudah berjualan tengkleng di Solo Baru sejak lama. Namun, ia juga mengakui Harsi sempat dua kali pindah lapak dan terakhir di Jl Kunir, Solo Baru.

“Ibunya sudah lama sekali jualan. Soalnya ada teman saya juga yang sempat mengeluhkan jajan di situ membayar dengan harga mahal. Itu kalau tidak salah sudah 15 tahun yang lalu. Di tempat sebelumnya, beda dengan saat ini. Jadi memang sudah lama,” ucapnya.

Berita Terkait

Berita Lainnya

Espos Plus

Pemilihan Presiden 2024, Elektabilitas Lebih Penting daripada Platform

+ PLUS Pemilihan Presiden 2024, Elektabilitas Lebih Penting daripada Platform

Platform atau program kerja kandidat presiden tampak tidak begitu penting menuju pemilihan presiden 2024. Prioritas menuju pemilihan presiden 2024 adalah elektabilitas kandidat setinggi-tingginya.

Berita Terkini

Pura-Pura Mau Beli, Warga Karangnongko Klaten Gondol Motor Showroom

Pelaku penipuan dan penggelapan sepeda motor di showroom yang berada di Desa Jambeyan, Kecamatan Karanganom, Kabupaten, Klaten, Jawa Tengah, akhirnya ditangkap polisi.

Joss! Pelajar SMA di Teras Boyolali Diterima di 7 Kampus Luar Negeri

Kisah inspiratif kali ini tentang seorang pelajar SMA asal Teras, Boyolali, diterima di tujuh kampus luar negeri.

Misteri Jembatan Jurug Solo: Bunga Tabur, Onggo-Inggi & Gundul Pringis

Jembatan Jurug Lama di Kota Solo konon menyimpan segudang kisah misteri.

Waduh! Pemuda Wonogiri Emoh Jadi Petani

Generasi muda di Wonogiri, Jawa Tengah, enggan belajar di bidang pertanian.

Sekolah di Sragen Siap PTM 100%,

Sekolah di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, sudah siap menggelar PTM secara penuh.

Ini Alasan Kemenparekraf Bangun Kampus Rp400 Miliar di Gemolong Sragen

Keberadaan kampus Politeknik Pariwisata senilai Rp400 miliar yang akan dibangun Kemenparekraf di Gemolong, Sragen, diyakini akan membawa multiplier effects bagi warga setempat.

Wah! TPA Sampah Putri Cempo Solo Disiapkan Jadi Tempat Wisata Edukasi

Tempat Pembuangan Akhir atau TPA Sampah Putri Cempo di Mojosongo, Solo, diproyeksikan menjadi tempat wisata edukasi.

Curhatan Ibu-Ibu Solo Pengguna Sepur Kelinci: Dulu Senang, Kini Waswas

Sejumlah ibu-ibu yang kerap naik sepur kelinci untuk hiburan bersama anak-anak mereka di wilayah Solo mengaku kini takut naik kendaraan tersebut setelah peristiwa kecelakaan di Boyolali.

Tak Hanya Ganjar dan Rudy, Gibran Juga Absen Halalbihalal PDIP Jateng

Selain Ganjar Pranowo yang tak diundang, FX Hadi Rudyatmo dan Gibran Rakabuming Raka yang diundang juga tak menghadiri halalbihalal DPD PDIP Jateng.

TPA Putri Cempo Solo Bakal Impor Sampah, Dari Mana?

TPA Putri Cempo di Mojosongo, Solo, akan impor sampah untuk memenuhi kebutuhan operasional PLTSa beberapa tahun ke depan.

Kereta Kelinci di Klaten hanya Diperbolehkan Beroperasi di Area Wisata

Jajaran Polres Klaten mengimbau ke pemilik/pengelola kereta kelinci tidak mengoperasikan kendaraan tersebut di jalan raya di Kabupaten Bersinar.

Dulu Penuh Sampah, Lahan di Mojayan Klaten Kini Jadi Tempat Berkuda

Ada tempat berkuda yang terhitung baru di Klaten. Namanya de Christo Equine Park.

Agrowisata Tani Manunggal Selogiri Wonogiri Ajak Anak Muda Bertani

Agrowisata Barro Tani Manunggal berdiri di Desa Jaten, Kecamatan Selogiri. Agrowisata tersebut menjadi tempat bagi siapa pun yang ingin belajar bercocok tanam dengan benar.

Wow! Politeknik Pariwisata Sragen Dilengkapi Hotel Internasional Lur

Kampus Politeknik Pariwisata yang akan dibangun Kemenparekraf di Gemolong, Sragen, akan dilengkapi sejumlah fasilitas pembelajaran mewah hotel berkelas internasional.

Basarnas Pos SAR Surakarta Bertemu Perwakilan Sukarelawan se-Soloraya

Basarnas Pos SAR Surakarta menyelenggarakan halalbihalal di kantor Basarnas Pos SAR Surakarta Jl. Tentara Pelajar, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar, pada Sabtu (14/5/2022).