Bakul Tengkleng Ngepruk Harga Jadi Viral, PKL Solo Baru Khawatir

Warung tengkleng yang viral karena dianggap ngepruk alias memasang harga tidak masuk akal membuat PKL lain di kawasan Solo Baru, Sukoharjo, khawatir.

 Pemilik warung tengkleng Harsi di Solo Baru, Sukoharjo, yang viral karena dianggap mematok harga tidak wajar alias ngepruk. (Solopos/Candra Mantovani)

SOLOPOS.COM - Pemilik warung tengkleng Harsi di Solo Baru, Sukoharjo, yang viral karena dianggap mematok harga tidak wajar alias ngepruk. (Solopos/Candra Mantovani)

Solopos.com, SUKOHARJO — Ketua Paguyuban Setia Kawan PKL Solo Baru, Sukoharjo, Sudarsi, mengaku khawatir dengan ulah pedagang tengkleng yang belakangan ini viral karena ngepruk atau mematok harga tidak masuk akal kepada pembeli.

PromosiIni Alasan Maluku Utara Jadi Provinsi Paling Aman di Indonesia

Sudarsi mengatakan bakul tengkleng bernama Harsi, 55, itu memang tidak termasuk anggota paguyuban Setia Kawan PKL Solo Baru. Namun, apa yang Harsi bisa mencoreng dan merugikan PKL lain.

“Kalau khawatir, pasti khawatir. Nanti dikenalnya jajan di Solo Baru itu mahal. Takutnya berdampak pada usaha kuliner pedagang lainnya di Solo Baru yang sebenarnya sudah menerapkan harga yang wajar,” bebernya saat wawancara dengan Solopos.com, Senin (6/12/2021).

Baca Juga: Bakul Tengkleng di Solo Baru Viral Karena Ngepruk Harga, Ini Lokasinya

Sudarsi mengatakan cerita bakul tengkleng di Solo Baru yang ngepruk harga itu sebenarnya sudah lama ia dengar, jauh sebelum menjadi viral di media sosial. Ia pun mengaku sudah berupaya mengingatkan yang bersangkutan soal harga tersebut namun tidak pernah didengar.

“Banyak yang laporan ke saya karena orang-orang yang kecewa setelah makan itu mencari ketua paguyuban untuk laporan. Jadi saya tahu bagaimana keluhannya. Kami sudah sempat beberapa kali ke sana tapi ya tetap saja ndableg,” ucapnya.

Sudarsi berencana akan berkoordinasi dengan Pemkab Sukoharjo terkait kejadian viral tersebut. Jika dibiarkan dikhawatirkan hal tersebut dapat membuat pengunjung Solo Baru khususnya dari luar kota enggan untuk berwisata kuliner lantaran takut pedagangnya “ngepruk”harga.

Baca Juga: Tak Hanya Diancam, Korban Pencurian Motor di Baki Juga Dimintai Tebusan

Kini Sepi Pembeli

Sebagaimana diberitakan, warung kaki lima yang menjajakan tengkleng di Jl Kunir V, Solo Baru, Grogol, Sukoharjo, mendadak viral di media sosial beberapa waktu terakhir. Pembeli memberikan review yang kurang baik lantaran harga makanannya yang dianggap tak masuk akal.

Selain itu, pembeli juga mengeluhkan penyajian makanan yang dinilai tidak higienis. Dari sejumlah review diketahui para pembeli diminta membayar Rp100.000 hingga Rp180.000 setelah memesan dua nasi dan tengkleng komplet beserta minuman.

Sejumlah warga juga mengaku menjadi korban lantaran harga yang dipajang di depan warung tidak sesuai dengan harga saat membayar. Mengenai hal itu, pemilik warung, Harsi, mengaku tidak mengetahui adanya respons buruk tersebut dari masyarakat yang pernah makan di warungnya.

Baca Juga: Data Anak Sasaran Vaksinasi Covid-19 Sukoharjo Ditarget Siap Akhir 2021

Ia hanya menyadari selama beberapa waktu terakhir warung tempatnya jualan sepi pembeli. “Sebenarnya [warung] saya itu harganya normal. Kalau mau porsi kecil ya harganya Rp15.000. Tapi pembeli yang datang ke sini saya tawarin mau apa saja dan meminta porsi komplet. Saya hargai sesuai permintaan. Saya rasa harga segitu [Rp100.000] satu porsi wajar karena pembeli mintanya berbagai macam jenis isinya,” ucapnya kepada Solopos.com.

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Jalan TMMD Bisa Pangkas Jarak di Sendangmulyo Wonogiri 8,5 Kilometer

TMMD akan membangun jalan baru berstruktur makadam yang menghubungkan Dusun Kraguman dengan Dusun Sendang.

PTM Terbatas 100 Persen Klaten Dievaluasi

Pemkab Klaten masih mengevaluasi kembali kegiatan PTM terbatas dengan mempertimbangkan perkembangan kasus Covid-19.

Kasus Covid-19 Meningkat, Klaten Kembali Perketat Pendatang

Kasus Covid-19 Klaten meningkat berawal dari para perantau yang berdatangan ke Klaten.

Ada Penyelundupan Narkoba, Tes Urine Warga Binaan Rutan Solo Negatif

Hasil tes urine secara acak terhadap 15 penghuni sel narkoba di Rutan Solo diketahui negatif. Tes urine ini menindaklanjuti penyelundupan jeruk berisi benda diduga sabu-sabu.

Peduli, Polres Klaten Bedah Rumah Warga di Karanganom

Kegiatan bedah rumah itu dilakukan bersama Kodim Klaten, Pemerintah Desa (Pemdes) Kunden, sukarelawan, dan elemen warga lainnya di Karanganom dan sekitarnya.

Pemkot Solo Siapkan 3 Lokasi Darurat bagi Pedagang Pasar Mebel Gilingan

Selama pembangunan sentra IKM, sebanyak 85 pedaagang Pasar Mebel Gilingan, Banjarsari, Solo, akan dipindahkan sementara ke pasar darurat di tiga lokasi.

Keren, Desa Pondok Klaten Ubah TPS Liar Jadi Taman-Fasilitas Olahraga

Pembangunan kawasan taman sekaligus fasilitas olahraga di lahan tanah kas desa seluas kurang lebih 5.000 meter persegi itu menjadi bagian penataan wajah desa di Pondok.

Penyelundupan Barang ke Rutan Solo Masih Terjadi, Terus Apa Solusinya?

Penyelundupan barang-barang terlarang ke dalam Rutan Solo masih saja terjadi meski pengamanan dan pemeriksaan sudah sangat ketat.

Menyusut 34,43 Persen, Alokasi Pupuk Subsidi NPK di Wonogiri 6.391 Ton

Alokasi awal pupuk bersubsidi jenis NPK Phonska sebesar 17.752 ton atau 34,43 persen dari rencana definitif kebutuhan kelompok (RDKK).

DPRD Karanganyar Minta Pemerintah Beri Solusi Bagi Tenaga Honorer

Wakil Ketua DPRD Karanganyar meminta pemerintah tidak serta merta menghapus tenaga honorer tanpa memberi solusi bagaimana nasib masa depan mereka.

Angka Kasus Covid-19 Karanganyar Naik Lagi, Jangan Abaikan Prokes

Dalam beberapa hari terakhir terjadi peningkatan jumlah kasus Covid-19 di Kabupaten Karanganyar. Warga diminta waspada dan disiplin menerapkan protokol kesehatan.

Belum Punya Kartu Tani? Petani Boyolali Bisa Bawa KTP Saat Tebus Pupuk

Penyerapan pupuk bersubsidi tak optimal tersebut lantaran ada kendala yang dihadapi, salah satunya petani Boyolali yang belum memiliki kartu tani.

Tak Ada Proteksi, Pengusaha Bus Lokal Wonogiri Semakin Tergerus

Ada dua proteksi yang diharapkan pengusaha bus AKAP lokal Wonogiri, yakni pemberian izin trayek sesuai faktor muat penumpang atau loadfactor dan pembatasan akses bus AKAP dari luar daerah sampai terminal tipe A.

Nunggak Pajak, Aset Satu Perusahaan di Solo Disita KPP Pratama

KPP Pratama Surakarta menyita aset salah satu perusahaan di Kota Solo yang menunggak pembayaran pajak. Penyitaan diharapkan memberi efek jera.

Coba Terapi Pasien Stroke, Pejabat Sukoharjo Ini Puji Layanan RSIS Yarsis

Efek terapi TMS di RS Yarsis bisa dirasakan oleh pasien secara bertahap, tergantung perkembangan kondisinya.