Bakar Sampah, Kakek-Kakek di Grobogan Malah Tewas Terbakar
Petugas mengenakan baju hazmat memeriksa jenazah kakek meninggal terbakar di Desa Asemrudung, Kecamatan Geyer, Grobogan, Selasa (1/9/2020) petang. (Istimewa)

Solopos.com, GROBOGAN – Seorang kakek-kakek berusia 80 tahun di Grobogan, Jawa Tengah, Sarimin, meninggal dunia setelah tubuhnya terbakar saat membakar sampah.

Peristiwa tragis yang menimpa kakek-kakek di Desa Asemrudung, Kecamatan Geyer, Kabupaten Grobogan, Selasa (1/9/2020) sore, itu langsung dilaporkan ke Polsek Geyer.

Dugaan sementara korban pingsan setelah menghirup asap sampah yang dibakar.

Informasi yang dihimpun Rabu (2/9/2020), jasad kakek-kakek itu kali pertama ditemukan Eko Supriyanto, 35, yang tak lain cucu Sarimin. Korban ditemukan di kebun sekitar rumahnya.

Hilang 5 Hari, Wanita Sukoharjo Ditemukan Meninggal di Kebun Tebu

Cucu korban yang baru saja bepergian saat melintas di dekat jembatan melihat kebakaran sampah dari kumpulan daun bambu. Saat dicermati, Eko yang saat itu mengendarai sepeda motor melihat hal mencurigaan.

Eko melihat ada seseorang dalam posisi tertelungkup di parit. Spontan dia turun dari motornya dan segera memberitahu, Suwoto, 55, tetangganya.

Setelah itu mereka segera mendekati sosok tersebut. Betapa terkejutnya Eko ketika tahu bahwa jasad yang sudah terbakar itu kakek-nya.

Catat! Pendaftaran Cabup-Cawabup di KPU Sukoharjo Dibagi 3 Ring

Akhirnya bersama warga lainnya, jasad Mbah Sarimin dibawa ke rumahnya yang tak jauh dari lokasi pembakaran sampah. Eko kemudian melaporkan kejadian itu kepada perangkat desa setempat yang melanjutkannya dengan melapor ke Polsek Geyer.

“Laporannya orang meninggal saat membakar sampah disampaikan perangkat desa. Anggota Polsek Geyer bersama tim medis Puskesmas Geyer II langsung mendatangi tempat kejadian perkara [TKP],” jelas Kapolsek Geyer Iptu Danang Esanto ketika dihubungi wartawan.

Polisi dan tim medis dan tim Inafis Polres Grobogan melakukan olah TKP. Pemeriksaan jasad korban, kondisinya mengalami luka bakar seratus persen. Tim medis dan kepolisian mengenakan baju hazmat saat memeriksa jenazah korban.

Menghirup Asap Tebal Sampah Daun Bambu

Sarimin sebelum meninggal karena terbakar diduga pingsan akibat menghirup asap tebal sampah daun bambu yang dibakarnya.

678 Pekerja Klaten Kena PHK Gegara Pandemi Sisakan Masalah

Karena daun kering, lanjut Iptu Danang, api dengan cepat membesar. Kondisi korban yang lanjut usia membuatnya tak bisa langsung pergi dari lokasi.

“Keterangan keluarga, selama ini korban memang terbiasa membakar daun bambu kering yang berada di sebelah barat rumahnya,” ujar Kapolsek Geyer.

Saat kejadian tidak ada keluarganya yang mengetahui jika sore itu korban membakar sampah daun bambu. Hal itu baru ketahuan setelah cucunya pulang dari bepergian.

"Pemeriksaan jasad korban, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan. Keluarga menerima peristiwa tersebut dan menolak dilakukan autopsi terhadap jasad korban. Jenazah kemudian dimakamkan di pemakaman desa setempat,” imbuh Kapolsek Geyer.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom