Bakal Jadi Miliarder, Warga Kebonarum Klaten Ini Malah Galau
Warga melintas di Dukuh Karanganyar, Karangduren, Kebonarum, Klaten, Rabu (29/1/2020). (Solopos/Ponco Suseno)

Solopos.com, KLATEN -- Perasaan Anang Subroto, 50, campur aduk. Berbagai pikiran berkecamuk di kepalanya saat mendengar program pembangunan jalan tol Solo-Jogja oleh pemerintah pusat.

Sebagai Kepala Dusun (Kadus) I Karangduren, Kecamatan Kebonarum, Klaten, Anang menyetujui proyek pembangunan jalan tol Solo-Jogja itu.

Tapi di sisi lain, Anang masih berat hati kalau harus meninggalkan tempat tinggalnya di Dukuh Karanganyar, Karangduren.

Sesuai peta yang ditunjukkan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) beberapa waktu lalu, rumah Anang yang seluas 350 meter persegi bakal tergusur.

Pilkada Sragen: Diisukan Berpasangan dengan Tokoh PKB, Ini Tanggapan Yuni

Tak hanya rumah, sejumlah pekarangan dan sawah miliknya juga berpotensi tergusur. Selain rumah yang luas, Anang Subroto juga memiliki beberapa sertifikat tanah lainnya.

Sertifikat itu untuk pekarangan yang masih satu kompleks dengan rumah induk seluas 150 meter persegi, dua lahan pekarangan lainnya masing-masing berukuran 280 meter persegi dan 340 meter persegi.

Penghapusan Tenaga Honorer Bikin OPD Pemkab Sukoharjo Waswas

Sawah, Anang memiliki tiga patok. Ukuran sawah per patok di Karangduren berkisar 2.500 meter persegi.

“Sekitar Oktober 2019, saya itu sempat drop karena memikirkan rumah saya yang akan kena jalan tol. Gula darah saya sampai 350 mg/dl,” kata Anang saat ditemui wartawan di kantornya, Rabu (29/1/2020).

Driver Ojol Cantik Ini Melawan saat Dipepet Penumpang Laki-laki Nakal

Anang Subroto. (Solopos/Ponco Suseno)
Anang Subroto. (Solopos/Ponco Suseno)

Anang mengaku sebenarnya tak mempersoalkan pekarangan dan sawahnya terkena jalan tol. Namun dia merasa berat hati merelakan rumahnya. Rumah itu warisan orang tuanya.

Mahasiswi Cantik UNS Solo Sukses Jualan Sari Lemon Beromzet Ratusan Juta

"Rumah itu memiliki sejarah bagi saya. Saya tetap ingin mempertahankannya. Saya akan menunggu sosialisasi resminya terlebih dahulu," kata dia.

Anang meyakini pemerintah bakal memberikan ganti untung bagi warga yang lahannya terdampak jalan tol.

27 Tahun Mengurung Diri di Rumah, Perempuan Ini Ditemukan Mirip Genderuwo

Bocah Anggota PSHT Sragen Meninggal Seusai Latihan, Pelatih Bebas Jeratan Hukum

Sejumlah tetangganya bahkan menganggap Anang bakal menjadi miliarder dengan nilai ganti untung atas semua tanahnya.

Meski begitu, Anang tetap berat hati meninggalkan rumah yang dicintainya.

Merinding! Cerita Driver Ojol Antar Makanan ke TPU Purwoloyo Solo

“Hingga sekarang, saya belum berpikiran ingin pindah dari rumah. Rumah di Dukuh Karanganyar itu dihuni saya, istri, dan dua anak saya. Saya tetap berharap rumah saya tidak terdampak jalan tol. Kalau pekarangan dan sawah, saya tidak mempersoalkannya,” katanya.

Kepala Desa (Kades) Karangduren, Moh., Marsum, mengatakan tanah yang terdampak jalan tol di desanya mencapai 81 bidang. Jumlah tersebut tersebar di Dukuh Rejoso dan Dukuh Karanganyar.

Gejala hingga Cara Pencegahan Virus Corona

Sesuai rencana, warga terdampak pembangunan jalan tol bakal mendapat sosialisasi dari tim pembebasan lahan, Februari mendatang.

“Terus terang, mayoritas warga yang terdampak jalan tol pada tidak senang. Soalnya mereka harus meninggalkan rumah. Nanti harus beradaptasi lagi di lingkungan baru,” katanya.

Kisah Pilu Rehan, Bocah SD Wonogiri yang Terpaksa Sering Bolos karena Urus Nenek

Marsum mengatakan banyak warganya yang sakit gara-gara memikirkan jalan tol itu. Salah satunya Anang Subroto. Meskipun tidak senang, rata-rata warga hanya bisa pasrah.

27 Kucing di Jaten Karanganyar Mati Massal Terjangkit Virus

Marsum berharap warga terdampak pembangunan jalan tol di desanya tak pindah dari Karangduren. Pembangunan jalan tol di desanya bakal memotong jalan yang menjadi poros desa.

Pemkot Solo Bangun Taman Air Apung Senilai Rp50 Miliar, di Sini Lokasinya

“Sudah ada warga yang tanya ke saya ingin membeli tanah kas desa. Saya pun mempersilakan hal itu asalkan regulasinya memperbolehkan. Nanti akan dilihat dulu peraturannya,” katanya.

Kisah Mistis Driver Taksi Online Mengaku Angkut Sepasang Kekasih, Seperti Habis Keramas

Terkait poros desa yang terpotong itu, Marsum mengatakan akan menyampaikan ke tim pengadaan tanah jangan sampai mematikan jalan desa.

Lowongan Kerja Terbaru, Klik di Sini!

 


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho