Bakal Jadi Ibu Kota Baru, Bagaimana Harga Mobil di Kaltim?

Sejauh ini harga jual kendaraan di Kalimantan sedikit lebih mahal dibandingkan dengan Jakarta.

Bakal Jadi Ibu Kota Baru, Bagaimana Harga Mobil di Kaltim?

SOLOPOS.COM - Ilustrasi deretan mobil. (Bisnis.com)

Solopos.com, JAKARTA – Pemindahan Ibu Kota ke Kalimantan Timur menimbulkan pertanyaan, mungkinkah harga jual kendaraan akan lebih murah? Pasalnya, sejauh ini harga jual kendaraan di Kalimantan sedikit lebih mahal dibandingkan dengan Jakarta.

Direktur Pemasaran PT Toyota-Astra Motor (TAM) Anton Jimmy Suwandi mengatakan, terdapat banyak faktor yang memengaruhi harga seperti pajak hingga biaya logistik karena berbeda pulau. Selain itu, faktor kompetisi juga ikut memengaruhi harga jual.

Basic-nya harga bukan naik turun ya, tapi kita melihat kompetisi di pasar tersebut. Kalau misal di kompetisi pasar tersebut kita harus menyesuaikan harga atau harus menurunkan harga ya kita harus menyesuaikan di pasar itu. Tapi pasti memenuhi kriteria biaya logistik,” ujarnya di Jakarta, Rabu (28/8/2019).

Harga jual kendaraan di Kalimantan Timur umumnya lebih mahal dibandingkan DKI Jakarta. Kemahalan itu kadang membuat konsumen dari Kalimantan membeli mobil di Jakarta.

Anton menjelaskan, penjualan Toyota di Kalimantan Timur tergolong sangat baik karena ada dua kota besar yakni Samarinda dan Balikpapan. Penjualan kendaraan komersial seperti kabin ganda, katanya, cukup besar di Kalimantan Timur.

Pada 2018 total penjualan Toyota di Kalimantan Timur sebanyak 6.245 unit, sedangkan pada Januari-Juli 2019, Toyota telah memasarkan sebanyak 3.330 unit.

“Tahun lalu rata-rata 520 unit per bulan dengan total 6.245 unit. Hingga Juli 2019 sebanyak 3.330 unit atau rata-rata sebanyak 476 unit per bulan untuk semua model Toyota,” ujar Anton.

Berita Terkait

Berita Terkini

Balap Liar di Jalan Ahmad Yani Sukoharjo, 33 Pemuda Dicokok Polisi

Tim Pandawa Polres Sukoharjo membubarkan aksi balap liar di Jalan Ahmad Yani, Kartasura pada Minggu (1/8/2021) dini hari WIB.

Kasus Covid-19 di Boyolali Menurun, Sudah Sepekan di Zona Kuning

Sudah sejak sepekan terakhir, Kabupaten Boyolali berada di zona risiko rendah atau zona kuning terkait persebaran Covid-19.

Lezatos! Sambal Tumpang Sorsi Kuliner Andalan di Sragen, Cuma Rp5.000 Hlo

Saat berkunjung ke Kabupaten Sragen jangan sampai melewatkan kuliner legendaris, sambal tumpang sorsi yang murah dan lezat.

Berpotensi Untung Besar, Pemuda Wonogiri Isi Waktu Luang dengan Budidaya Porang

Para pemuda di Wonogiri mulai tertarik membudidayakan porang karena tanaman itu dinilai mempunyai keunggulan lebih dibandingkan tanaman lain.

Anthony Ginting Gagal ke Final Olimpiade 2020, Masih Berpeluang Raih Perunggu

Tunggal putra Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting, gagal melaju ke babak final cabang olahraga bulu tangkis nomor tunggal putra Olimpiade Tokyo 2020.

Warga di Masaran Sragen Kenakan Jas Hujan Saat Memandikan & Memakamkan Jenazah, Biar Aman

Kisah unik tentang warga Desa Jirapan, Masaran, Sragen, yang memandikan dan memakamkan jenazah salah seorang perangkat desa memakai jas hujan agar aman dari penularan Covid-19.

Kabar Baik, BOR Rumah Sakit Covid-19 di Karanganyar Mulai Turun

Tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) di sejumlah rumah sakit rujukan Covid-19 di Karanganyar sudah mulai turun.

Tersangka Ilham Siregar Meninggal karena Sakit, Bagaimana Kelanjutan Kasus Korupsi ASABRI?

Tersangka kasus dugaan korupsi PT ASABRI Ilham W Siregar meninggal dunia setelah dirawat di rumah sakit.

Geger! Teror Bra Gelantungan Bikin Heboh Warga Rembang

Teror bra bergelantungan di sejumlah lokasi menggegerkan warga di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah.

Kempis-Kempis, 8.000 Karyawan Lion Air Dirumahkan

Sekitar 8.000 karyawan maskapai penerbangan Lion Air bakal dirumahkan agar perusahaan mampu bertahan menghadapi pandemi.

Kuliner Solo, Memanjakan Selera Harus Tahu Batas

Laman Kementerian Komunikasi dan Informatika menggolongkan informasi bahwa satai brutu menyebabkan mudah lupa atau mudah pikun sebagai disinformasi.

Kebakaran Kandang di Grobogan: 13.000 Ekor Ayam Hangus, Rugi hingga Rp1,2 Miliar

Kebakaran terjadi di kandang berisi 13.000 ekor ayam di Grobogan, Jawa Tengah, yang menimbulkan kerugian mencapai Rp1,2 miliar.