Tutup Iklan

Bakal Dinaikkan Presiden Jokowi, Gaji Perdes Sragen Sudah Lebihi PNS

Presiden Joko Widodo (Jokowi) berencana menaikkan gaji perangkat desa (perdes) setara dengan gaji pegawai negeri sipil (PNS). Di sisi lain, gaji perangkat desa (perdes) Sragen sebetulnya sudah melebihi gaji PNS Golongan II.

Bakal Dinaikkan Presiden Jokowi, Gaji Perdes Sragen Sudah Lebihi PNS

SOLOPOS.COM - Ilustrasi perangkat desa. (Solopos-Dok)

Solopos.com, SRAGEN — Presiden Joko Widodo (Jokowi) berencana menaikkan gaji perangkat desa (perdes) setara dengan gaji pegawai negeri sipil (PNS). Di sisi lain, gaji perangkat desa (perdes) Sragen sebetulnya sudah melebihi gaji PNS Golongan II.

Ketua Paguyuban Kepala Desa dan Perangkat Desa (Praja) Sragen, Sumanto, mengatakan sumber gaji perdes adalah alokasi dana desa (ADD). Sementara tunjangan perangkat desa berasal dari tanah bengkok.

“Perlu saya jelaskan gaji perdes di Sragen rata-rata telah melebihi gaji PNS Golongan II, minimal setara. Gaji PNS Golongan II itu sekitar Rp1,9 juta. Artinya, kami tidak perlu bingung menyikapi aturan baru [soal kenaikan gaji perdes] tersebut karena di Sragen sudah berjalan,” terang Sumanto saat dihubungi Solopos.com, Kamis (24/1/2019).

Pada 2018 lalu, Pemkab Sragen mengalokasikan anggaran senilai Rp104 miliar untuk ADD. Tahun ini, ADD naik menjadi Rp116 miliar. Rata-rata tiap desa mendapatkan ADD senilai Rp500 juta hingga Rp600 juta.

Pagu gaji perdes tiap tahun antara desa satu dengan desa lainnya tidak sama, tergantung jumlah kebayanan. Jika hanya ada dua kebayanan, gaji kasi/kaur rata-rata mencapai Rp2,2 juta, sementara untuk bayan rata-rata Rp2,4 juta.

Bila ada tiga kebayanan, gaji kasi/kaur senilai Rp2 juta, sementara gaji bayan Rp2,1 juta. Sementara bila ada empat kebayanan, kasi/kaur rata-rata digaji Rp1,9 sementara bayan Rp2 juta.

“Di Sragen, pagu gaji perdes tiap desa rata-rata mencapai Rp300 juta/tahun,” jelas Sumanto.

Berita Terkait

Berita Terkini

Tenda Darurat di RSUD Tugurejo Diisi Pasien Berpenyakit Penyerta

RSUD Tugurejo Semarang terpaksa mendirikan tenda darurat untuk merawat pasien Covid-19 yang membeludak sehingga tak tertampung.

Sering Bersin Ciri Penerima Vaksin Kena Covid-19

Seseorang yang sudah mendapatkan vaksinasi Covid-19 masih harus tetap menghindari virus corona pemicu Covid-19.

Solo Bersiap Terapkan Jam Malam

Meningkatnya penularan virus corona di wilayah eks Karesidenan Surakarta membuat Pemkot Solo berencana menerapkan jam malam Covid-19.

Dompet Cekak, Mungkinkah Jakarta Disuntik Dana Sri Mulyani?

Dompet Jakarta terlampau cekak untuk menggerakkan iklim membangun sehingga harus mengharap disuntik dana dari Menkeu Sri Mulyani.

Korsel Gencarkan Vaksinasi, Jumlah Pasien Kritis Covid-19 Menurun

Korea Selatan atau Korsel menyatakan efek vaksinasi virus corona pencegah Covid-19 mulai terlihat pada penurunan jumlah pasien kritis.

Kendaraan Listrik Diramalkan Capai Puncak Penjualan 2033

Kendaraan listrik global diramalkan mencapai puncak penjualan tahun 2033 yang berarti lima tahun lebih awal daripada perkiraan sebelumnya.

Malaysia Targetkan Vaksinasi 60% Penduduk

Pemerintah Malaysia menargetkan dapat melakukan vaksinasi terhadap 60% penduduk dengan deadline akhir September 2021.

Panen Hadiah Simpedes BRI Klaten Diundi, Ini Nasabah Yang Beruntung Dapat Honda Mobilio

Bank BRI Cabang Klaten menggelar penarikan undian panen hadiah Simpedes periode II dengan hadiah utama satu unit mobil Honda Mobilio.

Kronologi Munculnya Klaster Takziah Covid-19 di Kabupaten Pasuruan

Satgas Covid-19 Kabupaten Pasuruan menemukan klaster takziah di Desa Dayurejo, Kecamatan Prigen. Ada 21 orang positif terpapar Covid-19.

Begini Perketatan Aktivitas Masyarakat Jakarta

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kembali melakukan perketatan aktivitas masyarakat selama masa PPKM Skala Mikro.

Sinyal Ferdinand Sinaga Merapat ke Persis Solo

Seorang sumber Solopos.com menyebut peluang Ferdinand merapat ke Persis mencapai 90%.