Pekerja menyelesaikan pemindahan baliho di kompleks Terminal Tirtonadi, Solo, Kamis (20/6/2019). (Solopos/M. Ferri Setiawan)

Solopos.com, SOLO -- Dua baliho di Jl. Ahmad Yani dan Jl. Tagore, Banjarsari, -bandara-solo-beroperasi-september-2019-begini-reaksi-netizen" title="KA Bandara Solo Beroperasi September 2019, Begini Reaksi Netizen">Solo, dianggap membahayakan karena menutupi rambu bus prioritas di Terminal Tipe A Tirtonadi.

Dua baliho tersebut dipindahkan ke dalam area terminal agar tidak mengganggu pandangan sopir bus prioritas. Koordinator Terminal Tipe A Tirtonadi, Joko Sutriyanto, mengatakan dua panggung baliho tersebut dianggap membahayakan bus yang akan masuk ke terminal.

Selain meminimalkan potensi bahaya, pemindahan juga bertujuan menata kawasa Terminal Tipe A Tirtonadi agar menjadi lebih rapi. Joko menegaskan Terminal Tirtonadi merupakan terminal percontohan. Meskipun dimiliki pemerintah pusat, lokasinya ada di Solo.

"Jadi kami juga memiliki niat ikut menata agar estetikanya menjadi lebih baik. Apalagi ada tugu keris dan taman air juga. Selain juga intinya agar tidak membahayakan sopir bus prioritas kami juga menata apabila ada warga foto-foto lebih indah,” kata Joko ketika ditemui Solopos.com di ruangannya, Kamis (20/6/2019).

Untuk memindahkan dua baliho itu, Joko telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kota (Pemkot) -solo-bagikan-tiga-unit-rusunawa" title="Pemkot Solo Bagikan Tiga Unit Rusunawa">Solo untuk mendapatkan kesepakatan dengan pemilik baliho. Salah satu kesepakatannya yakni memperpanjang durasi sewa penempatan baliho.

“Ada kesepakatan dengan pemilik baliho karena pemindahan dilakukan setelah ada kontrak. Biaya pemindahan ditanggung pemilik baliho. Tapi kami juga memberikan kompensasi memperpanjang durasi penempatan selama satu tahun,” imbuh dia.

Korlap Perawatan dan Kebersihan Terminal Tipe A Tirtonadi, Kondang Sri Lanang, mengatakan tertutupnya papan petunjuk bus prioritas membuat laju kendaraan menuju terminal kerap terhambat. Hal ini diperparah apabila pengemudi belum paham adanya jalur tersebut.

“Panggung baliho menutupi jalur prioritas dari arah timur. Sopir bus reguler yang sudah kerap masuk -di-pabrik-batik-di-pajang-solo-damkar-habiskan-3.000-liter-air" title="Kebakaran di Pabrik Batik di Pajang Solo, Damkar Habiskan 3.000 Liter Air">terminal memang sudah hafal. Tapi yang belum pernah masuk bisa repot nantinya,” ujar dia.

Pantauan Solopos.com, Kamis, beberapa pekerja tengah memasang tiang untuk tempat pemindahan baliho. Lokasi pemindahan berada di dekat bengkel bus tidak jauh dari lokasi baliho yang lama.

Rencananya, baliho ditata dengan memundurkan posisi baliho ke dalam terminal dengan posisi lebih tinggi dari sebelumnya.

Suharsih
Editor:
Suharsih

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten