Bahaya, Makan Gorengan Saat Buka Puasa Tingkatkan Risiko Kanker
Bakwan jagung crispy. (Pinterest)

Solopos.com, SOLO – Makan gorengan saat buka puasa mungkin jadi salah satu kebiasaan orang di Indonesia. Namun, tahukah Anda jika hal itu memicu penyakit serius?

Bagi sebagian orang mungkin kurang lengkap rasanya jika tidak makan gorengan dan minum teh manis saat buka puasa. Tapi hati-hati, mengonsumsi makanan yang digoreng berdampak pada kulit.

Dokter spesialis kulit RS Abdi Waluyo, Arini Astasari Widodo, mengatakan makanan yang digoreng menyerap banyak lemak buruk, yaitu lemak jenuh dan trans fat. Gorengan tersebut juga mengandung kalori yang tinggi. Kemungkinan bahan yang digoreng tinggi garam (sodium) dan tinggi IG (indeks glycemic).

"Proses menggoreng meningkatkan molekul yang dinamakan AGE (advanced glycation end products) yang mengakibatkan kerusakan kolagen dan elastin, sehingga memicu penuaan kulit," ujarnya seperti dikutip dari Bisnis.com, Selasa (13/5/2020).

Zonasi PPDB SMPN Solo 2020: Siswa Bisa Pilih 5 Sekolah Sekaligus di Sekitar Rumah

Kandungan Buruk pada Gorengan

Proses menggoreng juga membutuhkan temperatur yang tinggi. Sehingga meningkatkan jumlah trans fat, serta membuat vitamin-vitamin yang berada di dalamnya menjadi rusak. Termasuk vitamin yang berguna untuk kulit.

Selain itu, proses menggoreng meningkatkan senyawa kimia acrylamide yang meningkatkan risiko kanker. "Acrylamide dapat meningkatkan risiko kanker," tegas Arini

Trans fat yang dikonsumsi dalam jumlah banyak dapat meningkatkan respons peradangan, termasuk dapat terjadi pada kulit. Sehingga kulit menjadi lebih sensitif saat terjadi inflamasi (radang). Hal ini perlu diwaspadai pada seseorang dengan kulit sensitif, bakat eksim atau autoimun.

MUI Izinkan Salat Idulfitri Berjemaah di Tengah Pandemi Covid-19, Tapi Ada Syaratnya!

Pada makanan yang digoreng, kalori dapat meningkat tiga kali lipat dari sebelum proses penggorengan. Kalori tinggi berdampak pada kesehatan seperti penyakit diabetes, obesitas, penyakit jantung, dan gangguan metabolik lainnya, yang akan memberikan dampak buruk pada kulit.

Arini menuturkan gorengan sering kali mengandung banyak garam dan MSG, yang merupakan sumber sodium. Sodium dapat menarik air, sehingga tingginya kadar sodium pada gorengan dapat membuat retensi cairan pada tubuh. Wajah dapat tampak “puffy”, sehingga cenderung tampak tidak segar.

Jokowi Ajak Masyarakat Belanja di Toko Kelontong: Selamatkan Tetangga



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom