Kondisi jalan simpang Joglo yang dipenuhi pasir dan pecahan batu sehingga membahayakan bagi pengendara sepeda motor, Selasa (18/9/2018) pagi. (Solopos-Irawan Sapto Adhi)

Solopos.com, SOLO -- Sejumlah pengendara sepeda motor meminta pemerintah membantu membersihkan kerikil dan pasir yang berserakan di simpang Joglo, Kelurahan Kadipiro, Banjarsari, Solo.

Kerikil dan pasir yang berserakan di baSejumlah pengendara sepeda motor meminta pemerintah membantu membersihkan kerikil dan pasir yang berserakan di simpang Joglo, Kelurahan Kadipiro, Banjarsari, Solo, dan jalan itu dinilai sangat membahayakan terutama bagi pengendara sepeda motor lantaran membuat jalan jadi licin.

Seorang pengendara asal Kalioso, Karanganyar, Warsito, 55, mengaku terganggu dengan keberadaan pasir dan pecahan batu kecil yang berserakan terutama di sekitar perlintasan sebidang Joglo sisi selatan.

Dia khawatir pasir dan pecahan batu tersebut membuat jalanan menjadi berbahaya. Pengendara yang menginjak pasir atau pecahan batu sangat mungkin tergelincir hingga jatuh.

Warsito meminta pemerintah bisa membersihkan hambatan itu. Warga atau pengendara tentu kewalahan jika harus bersih-bersih sendiri.

"Seharusnya dibersihkan. Kalau dibiarkan seperti ini kan membahayakan para pengendara," jelas Warsito saat ditemui Solopos.com di tepi Jalan Raya Solo-Purwodadi wilayah Kadipiro, Selasa (18/9/2018) pagi.

Pengendara sepeda motor lainnya, Wiyono, 34, menyebut pengendara sepeda motor lah yang paling dirugikan jika ada material pasir dan batu kerikil di jalanan. Para pengendara sepeda motor paling rawan terjatuh akibat benda itu.

Dia merasa keberadaan pasir dan kerikil di simpang Joglo kali ini tidak normal. Wiyono meyakini pasir dan material itu ada bukan karena dibawa roda kendaraan atau tiupan angin.

Menurut dia, pasir dan pecahan batu di jalan simpang Joglo adalah material proyek yang tercecer. "Mungkin mau dipakai buat perbaikan jalan. Bisa juga ini bahan material yang tumpah dari truk. Yang jelas, seharusnya ya pemerintah bisa tanggap untuk membersihkan kondisi jalan," jelas Wiyono.

Saat dimintai konfirmasi, Kasi Pembangunan Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Solo, Joko Supriyanto, memastikan gundukan pasir dan pecahan batu yang berserakan di simpang Joglo bukan milik Dinas PUPR maupun rekanan Dinas PUPR.

Dia menduga bahan material itu milik PT KAI atau Balai Teknik Perkeretaapian Kelas 1 Wilayah Jawa Bagian Tengah yang sedang menggarap proyek pembangunan jalur KA akses Bandara Adi Soemarmo, Boyolali.

"Itu miliknya PT KAI, proyek kereta bandara," jelas Joko setelah melihat foto kondisi simpang Joglo yang dikirim Solopos.com lewat aplikasi Whatsapp.

Suharsih
Editor:
Suharsih

Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten