Pendiri dan CEO Gojek Nadiem Makarim melambaikan tangan saat memasuki Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (21/10/2019). (Antara-Wahyu Putro A.)

Solopos.com, JAKARTA -- Masuknya Nadiem Makarim ke Kabinet Indonesia Maju sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) masih menjadi perdebatan. Bahkan Youtuber asal Kanada yang lama tinggal di Indonesia, Sacha Stevenson, membuat vlog khusus yang membahas tentang Nadiem.

Sacha yang kerap membuat vlog bertajuk Seleb English itu menyoroti penggunaan bahasa Inggris Nadiem yang menurutnya nyaris perfect alias sempurna. Dalam tayangan video di kanal Youtube Sacha Stevenson, Rabu (30/10/2019) ada beberapa cuplikan video saat Nadiem berbicara menggunakan bahasa Inggris.

Cuplikan video tersebut menampilkan Nadiem saat diwawancarai dalam sebuah acara. Nadiem menyebut setiap generasi millenial baik di dalam maupun di luar Gojek pasti akan merasa terintimidasi.

"All the time, being intimidated and being slightly scared at certain times is an ongoing process that I think every millenial in Gojek and outside of Gojek has to deal with," ucap Nadiem.

Mendengar pernyataan Nadiem tersebut, Sacha menyebut mantan CEO Gojek itu mirip dengan orang Amerika saat berbicara. "First impression [pandangan pertama], 100% dia mirip orang Amerika kalau ngomong," komentar Sacha.

Namun meskipun mirip orang Amerika, bahasa Inggris Nadiem ternyata tak 100% sempurna. Dalam cuplikan video selanjutnya, Nadiem menyebut kata hubris yang bagi Sacha sangat asing dan tidak pernah diucapkan dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan, ia sampai membuka kamus untuk mengetahui arti kata tersebut. Rupanya, Nadiem melafalkan kata "hubris" mirip "whobris" padahal seharusnya kata itu dilafalkan "hiubris".

Di dalam kamus, hubris berarti cara berbicara atau berperilaku yang terlalu sombong. "Bule aja enggak tahu hubris itu apa," sambung wanita berusia 37 tahun ini. Dalam kamus, kata tersebut diberi keterangan sebagai "literary" alias kata yang umumnya digunakan dalam literatur dan bahasa tulisan.

Uang Rakyat Buat Lem Aibon Rp82 Miliar, Anies Baswedan Didesak Buka APBD

Karena itu, Sacha menyarankan Nadiem untuk menggunakan kata-kata yang lebih akrab di telinga masyarakat. Oleh karena itu, Sacha menyebut Nadiem lebih bule daripada dirinya.

"Dia [Nadiem] lebih bule daripada saya. Vocabulary-nya [kosa kata] luar biasa. Ini kita pertama kali dapat orang kayak gini di pemerintahan. Kita belum pernah lho ada orang di pemerintahan yang bahasa Inggrisnya perfect kayak dia," tandasnya.

Akhirnya, Sacha menemukan juga kesalahan pengucapan yang muncul dalam pernyataan Nadiem tersebut. Saat itu itu, Nadiem menyebut kata "attribute" yang dalam konteks kalimat itu sebagai verb atau kata kerja.

"Because if you constantly attribute all of your success and everything to yourself, that's when people start," begitu kalimat Nadiem dalam cuplikan video itu.

Sacha menyoroti pengucapan "attribute" yang oleh Nadiem diucapkan dengan penekanan pada "aTTRI--bute". Pengucapan itu terdengar seperti "attribute" sebagai noun (kata benda), padahal "attribute" yang diucapkan Nadiem adalah kata kerja.

"It was at this moment when .. ah, salah juga lo," kata Sacha. Seharusnya, pengucapan sebagai kata kerja adalah "attRIBute".

Artis Satu Jaringan Mucikari Penjaja PA, Ternyata Pedangdut Ibu Kota

Untuk diketahui, Nadiem semenjak lulus SMA melanjutkan pendidikannya ke salah satu perguruan tinggi di Amerika Serikat seusai mendapat gelar sarjana, suami dari Franka Franklin ini mengambil pasca-sarjana di Harvard University dengan meraih gelar Master of Business Administration.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten