Wisatawan mengunjungi Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Rabu (20/6/2018). (Bisnis-Nurul Hidayat)

Semarangpos.com, MUNGKID — Badan Otoritas Borobudur (BOB) menawarkan lahan seluas 50 ha di seputaran Candi Borobudur untuk pengembangan sarana amenitas. Setidak-tidaknya, sudah tiga investor menyatakan minat untuk menanamkan modal.

Direktur Pemasaran Pariwisata BOB Agus Rochiyardi mengungkapkan pihaknya mengelola kawasan di sekitar Candi Borobudur seluas 309 ha. Namun, tidak semua lahan bisa dikembangkan karena meliputi perbukitan dan tebing Pegunungan Menoreh. Ada sekitar 50 ha lahan yang dinilai paling potensial dan aman untuk dikembangkan lebih lanjut sebagai sarana amenitas.

Saat ini, setidaknya sudah ada tiga investor yang menyatakan minat mengelola lahan tersebut. “Sudah ada tiga investor bidang amenitas yang berminat masuk, tetapi memang belum ekskusi. Kami dari BOB masih mengupayakan agar status tanah clear terlebih dahulu,” tuturnya di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Senin (19/8/2019) malam.

Tanah seluas 50 ha tersebut merupakan milik Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) yang dikelola oleh Perhutani. Secara regulasi, pihak ketiga dapat mengambil lahan tersebut dengan skema tukar aset berbanding 1:2. Artinya, pihak BOB harus menyiapkan lahan seluas 100 ha untuk mendapatkan hak pengelolaan 50 ha.

Lahan yang disiapkan untuk tukar aset berlokasi di Cilacap. Pihak KLHK sudah membuat tim  terpadu untuk menilai kondisi lahan di Cilacap. Bila kriterianya sesuai, maka proses tukar aset dengan lahan di sekitar Candi Borobudur dapat segera dilakukan.

Adapun, 259 ha lahan sekitar Candi Borobudur lainnya dikelola BOB bersama dengan Perhutani. Area tersebut akan dibuat untuk sarana rekreasi kebudayaan, petualangan (adventure), serta kesehatan dan olah raga.

Di kawasan Borobudur sudah diadakan agenda rutin tahunan lari maraton. Ke depannya, BOB mengupayakan acara olah raga skala internasional lainnya berupa lomba sepeda down hill.  Selain itu, bersama pemerintah BOB juga mengembangkan desa-desa wisata. Ada sekitar enam desa yang mengelilingi Borobudur, dan diharapkan bisa menjadi area wisata alternatif di samping daya tarik candi sebagai sajian utama.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten