Ilustrasi Ibu dan Bayi (Freepik)

Solopos.com, SOLO – Pembunuhan bayi usia tiga bulan oleh ibu kandungnya di Bandung, Jawa Barat, Minggu (1/9/2019), menggemparkan netizen. Berubahnya suasana hati ibu setelah melahirkan sejatinya lumrah terjadi, namun penanganan kondisi ibu yang terlambat menyebabkan baby blues.

Sekitar 70%-80% ibu yang baru melahirkan mengalami perasaan buruk, dikutip dari American Pregnancy Association, Selasa (3/9/2019). Mereka merasakan perubahan suasana hati tak terduga bahkan saat melihat wajah sang anak yang baru lahir.

Baby blues terjadi karena adanya perubahan hormon wanita saat hamil dan setelah melahirkan. Perubahan hormon tersebut mengakibatkan kinerja otak terganggu sehingga menyebabkan depresi. Namun, mereka yang mengalami baby blues ternyata jarang bercerita kepada keluarga.

Selain itu, penyesuaian diri ibu setelah melahirkan dapat mengganggu pola hidupnya. Berubahnya jam tidur, perubahan kegiatan sehari-hari, dan emosi seusai melahirkan memengaruhi perasaan seorang ibu.

Baby blues muncul dalam empat atau lima hari setelah melahirkan. Normalnya, gejala baby blues terjadi antara beberapa menit hingga jam setiap hari dan akan hilang dalam 14 hari. Namun, ternyata gejala baby blues dapat terdeteksi lebih awal. Berikut yang termasuk gejala baby blues:

  • Menangis tanpa alasan jelas,
  • Tidak sabar,
  • Mudah marah,
  • Sering gelisah dan cemas,
  • Cepat lelah,
  • Insomnia alias sulit tidur,
  • Selalu murung.
  • Suasana hati yang sering berubah.
  • Sulit berkonsentrasi.

Inti perawatan baby blues adalah merawat dan menjaga ibu setelah melahirkan. Rutin berkomunikasi dan berbagi cerita dengan keluarga turut membantu mengurangi gejala baby blues. Berikut ini beberapa cara lain untuk menangani ibu dengan baby blues:

Rajin Berkomunikasi
Ibu dengan baby blues mengalami guncangan perasaan pada dirinya. Dia merasa perlu bercerita namun sulit untuk mengungkapkan. Oleh karena itu, anggota keluarga lain harus sering mengajak ibu yang baru melahirkan bercerita atau bicara.

Menjaga Asupan Makanan
Asupan makanan ibu setelah melahirkan perlu diperhatikan. Komposisi gizi makanan yang tidak seimbang dapat membuat suasana hati ibu memburuk.

Jadwalkan Liburan Bersama
Mengajak ibu berlibur setelah melahirkan dapat dilakukan. Hanya berjalan di sekitar rumah pun sudah menyediakan suasana baru bagi ibu. Perubahan suasana menstabilkan perasaan ibu.

Bantu Kegiatan Ibu Sehari-hari
Menawarkan bantuan kepada ibu yang baru melahirkan untuk menjaga atau menyuapi bayinya juga dapat dilakukan. Ibu akan memiliki waktu luang walau sebentar dan dia bisa menggunakannya untuk bersantai.

Jangan Terlalu Menuntut
Keluarga tidak seharusnya berkomentar terhadap perlakuan ibu kepada bayinya. Ibu yang baru melahirkan perlu penyesuaian sebelum akhirnya paham cara merawat bayi. Pada saat seperti ini, dukungan keluarga begitu penting bagi sang ibu. (Enggar Thia Cahyani/Solopos.com)


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten