Persis Solo (Madiunpos.com-Abdul Jalil)

Solopos.com, SOLO – Kedatangan petinggi PSSI ke Solo, Setiyo Joko Santosa, dalam upaya mengambil alih Persis Solo dari Vijaya Fitriyasa menjadi babak baru kisruh yang terjadi di internal Laskar Sambernyawa. Pengusaha Solo tersebut menyatakan keinginan kuat untuk mengakuisisi Persis dengan berbagai jalan.

Salah satu upaya yang dilakukan pria yang ditunjuk sebagai Direktur Keuangan PSSI itu adalah menjembatani aspirasi 26 klub internal Persis menyampaikan uneg-uneg kepada Ketua Umum (Ketum) PSSI, Mochamad Iriawan di Jakarta. Selain itu, Setiyo juga siap menggelontorkan dana untuk membeli saham yang kini dikuasai Vijaya Fitriyasa.

Walau demikian, langkah klub internal Persis memberikan dukungan kepada Setiyo dinilai sebagian kalangan sebagai langkah yang kurang elegan. Mereka seharusnya tidak terlalu turut campur dalam urusan bisnis di Persis karena klub kebanggaan wong Solo itu kini sudah menjadi klub profesional yang berbadan hukum.

“Klub internal ini kan klub amatir. Sementara Persis adalah klub profesional. Seharusnya sama-sama menjaga peran masing-masing,” ungkap petinggi klub internal Persis, Mardi Anggo Robing Swanitro (MARS), B.M. Anjasmara, dalam sambungan telepon kepada Solopos.com, Jumat (15/11/2019) siang.

Dia mengatakan pihaknya konsisten untuk tidak terlibat masalah saham Persis. Menurutnya, PS MARS juga masih konsisten mempertanyakan pangkal persoalan Persis, yaitu penjualan PT Persis Solo Saestu (PSS) sebagai pengelola Persis dari pendiri PT ke Sigid Haryo Wibisono (SHW).

“Itu diperjelas dulu. Setelah dijual dan ada perubahan persentase saham, klub internal belum pernah mendapat laporan keuangan, laporan aliran dana, dan lain sebagainya,” tutur dia.

Sementara itu, petinggi klub Angkatan Darat (AD) Batik, Romli, meminta Setiyo Joko Santosa untuk berhati-hati melakukan niatnya mengakuisisi Persis. Menurutnya, urusan jual-beli saham di PT PSS sejak awal memang bermasalah. “Jangan sampai Pak Setiyo malah terjebak dalam masalah yang tidak diketahui akarnya ini,” kata dia kepada Solopos.com melalui sambungan telepon.

Romli juga meminta adanya tranparansi dan laporan dari pendiri PT PSS terkait aliran dana dari SHW dan sebaran dana tersebut. Ia menilai, tim internal Persis selama ini hanya menjadi legitimasi untuk memenuhi kepentingan sebagian orang yang memiliki andil menjual Persis ke SHW.

“Itu diurus dulu sampai klir. Setelah itu, baru silakan Pak Setiyo melanjutkan niatnya. Perlu dicatat, saya tidak menghalangi Pak Setiyo untuk ikut memajukan Persis,” tegasnya.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten